Dugaan Money Politik Dari Tim Paslon Nomor Tiga, 8 Saksi Diperiksa Penyidik

0
310

Limapuluh Kota,Liputansumbar-com
Dugaan politik uang dalam Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota, ditemukan oleh Badan Pengawas Pemilu setempat. Dugaan politik uang itu dilakukan oleh relawan kampanye dari pasangan nomor urut 3, Safaruddin-Rizki Kurniawan.

Perkara yang awalnya merupakan temuan Bawaslu Limapuluh Kota itu, sudah dilimpahkan ke Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada Limapuluh Kota. “Sampai hari belum ditetapkan tersangka, masih dalam proses penyidikan,” terang AKP Nofrizal Chan,SH Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota di kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh pada Selasa (8/12) siang.

loading...

Diakuianya, terkait perkara tersebut, Polres Limapuluh Kota sedang melakukan koordinasi dengan tim dari Kejaksaan Negeri Payakumbuh dalam penetapan tersangka. “Dalam perkara ini, 8 saksi sudah diperiksa oleh penyidik termasuk yang terlapor. Hari ini kita koordinasi dengan Pidana Umum Kejaksaan Negeri Payakumbuh,”ucapnya.

Dijelaskan AKP Afrizal Can, dugaan politik uang yang dilakukan oleh tim relawan pasangan nomor 3 itu, berupa pemberian barang yang tidak termasuk sebagai Alat Peraga Kampanye sesuai dengan PKPU nomor 4 tahun 2017. “Ada sekitar 40-an barang yang dibagikan oleh tim kampanye pasangan nomor 3,” terangnya.

Kemudian, Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Suwarsono melalui Kepala Seksi Pidana Umum Adhitya Febricar menerangkan, masih melakukan koordinasi dengan penyidik Polres Limapuluh Kota untuk proses hukum lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran Pilkada hingga ke ranah pidana.

“Kejaksaan adalah bagian dari Sentra Gakkumdu. Sehingga, antara Kejaksaan dengan Kepolisian harus saling koordinasi terhadap proses hukum yang berjalan,” ucap Adhitya Febricar. Meski demikian, tim dari Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu, Polres dan Kejaksaan itu belum memanggil pasangan calon untuk dimintai keterangannya.

Sedangkan Ketua Tim Pemenangan pasangan nomor 3, Riko Febrianto mengatakan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. “Biarkanlah proses di Bawaslu berjalan. Kita lihat persoalan ini sejauh mana,” ungkap Riko Febrianto. Diakui politisi Golkar itu, sebagai ketua tim pemenangan, dirinya sampai hari ini tidak mengetahui hal itu (pelanggaran) dugaan money politik yang nemimpa pasangan Safaruddin-Rizki Kurniawan.

Berdasarkan surat pemberitahuan Bawaslu Limapuluh Kota, dugaan politik uang pasangan nomor 3 itu, berawal dari temuan nomor 008/TM/PB/Kab/03.10/XI/2020 oleh pelaku Wisna Lendrawati dengan status temuan pelanggaran pidana pemilihan dan dilanjutkan ke tahap penyelidikan.

Surat pemberitahuan yang ditanda tangani Ketua Bawaslu Limapuluh Kota Yoriza Asra itu, memenuhi unsur pasal
187 A ayat (1) jo pasal 73 ayat (4) Undang Undang No 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.(ws)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here