171 Posyandu di Payakumbuh Bertransformasi, Layani Kesehatan dari Ibu Hamil hingga Lansia

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Sebanyak 171 Posyandu aktif di daerah itu kini diarahkan bertransformasi menjadi pusat pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh siklus hidup.

Transformasi tersebut mencakup pelayanan mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, anak prasekolah, usia sekolah, remaja, dewasa hingga lanjut usia (lansia).

Kebijakan itu sejalan dengan perubahan paradigma pembangunan kesehatan nasional yang tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan atau kuratif, tetapi semakin mengedepankan upaya pencegahan dan promosi kesehatan atau preventif-promotif.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka Gerakan Posyandu Bidang Kesehatan Wujudkan RT/RW Sehat di Aula Gedung Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatra Barat, Selasa (22/9/2026).

“Pembangunan kesehatan merupakan investasi paling mendasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, produktif, dan berdaya saing. Posyandu harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat untuk deteksi dini penyakit, edukasi kesehatan, dan membangun kesadaran hidup sehat,” kata Elzadaswarman.

Elzadaswarman menjelaskan penguatan pelayanan kesehatan primer tersebut berjalan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Integrasi Layanan Primer (ILP).

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Tampilkan Dua Inovasi Pelayanan Publik di Panggung Nasional PKN Tingkat II LAN

Upaya tersebut juga diperkuat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang mendorong penerapan perilaku hidup sehat sejak lingkungan keluarga.

“GERMAS bukan sekadar program pemerintah, tetapi gerakan bersama. Jangan jadikan pertemuan ini sekadar agenda rutin, melainkan harus melahirkan komitmen dan aksi nyata yang terukur agar setiap keluarga dan kelurahan menjadi sehat,” tegasnya.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran untuk melakukan pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, mengatakan transformasi pelayanan primer merupakan salah satu dari enam pilar transformasi kesehatan nasional.

Di Payakumbuh, transformasi tersebut tidak hanya menyasar Posyandu. Sebanyak 47 Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Kelurahan juga telah bertransformasi menjadi Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK).

“Pada era transformasi ini, Posyandu memberikan layanan komprehensif yang menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, anak prasekolah, usia sekolah, remaja, dewasa, sampai lansia,” jelas Yanti.

Dengan pendekatan tersebut, Posyandu diharapkan tidak lagi dipandang semata sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Perannya diperluas menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan primer yang dapat membantu masyarakat melakukan deteksi dini, memperoleh edukasi kesehatan,
serta meningkatkan perilaku hidup sehat.

Baca Juga :  Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh

Kader Jadi Penggerak di Tengah Masyarakat
Pemko Payakumbuh juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas kader Posyandu. Kader dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan di tingkat kelurahan.

Penguatan kapasitas kader sekaligus sarana dan prasarana pendukung diwujudkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya Lomba Kader dan Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Kota Payakumbuh 2026.

Dalam ajang tersebut, Posyandu Tapak Dara, Kelurahan Koto Tuo Limo Kampung, Kecamatan Payakumbuh Selatan, meraih peringkat pertama bersama kader Afridawati.
Peringkat kedua diraih Posyandu Delima 1, Kelurahan Koto Baru Payobasung, bersama kader Putri Retno Intan. Sementara peringkat ketiga diraih Posyandu Manggis 3, Kelurahan Talang, bersama kader Rahmi Yulianty.

Posyandu Tapak Dara selanjutnya akan mewakili Kota Payakumbuh dalam perlombaan Posyandu tingkat Provinsi Sumatra Barat.

“Harapan kita, Posyandu yang berprestasi ini dapat menginspirasi Posyandu lainnya untuk berbuat lebih baik dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” pungkas Yanti.(ws)

Berita Terkait

Wako Zulmaeta Tegaskan Masukan Fraksi DPRD Jadi Bahan Penyempurnaan RAPBD Payakumbuh 2027
PUPR Payakumbuh Segel Tiga Bangunan Tak Berizin, Penertiban Digelar di Tiga Kecamatannya
Pemko Payakumbuh Jadikan Kinerja sebagai Dasar Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu
Petani Berdasi Jadi Gerakan ASN Payakumbuh Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan
Zulmaeta: Kompetensi ASN Tak Diukur dari Banyaknya Sertifikat
Payakumbuh Siapkan Pembenahan Tata Kelola Sampah Usai Pemeriksaan BPK
Payakumbuh Perketat Tata Kelola Pupuk Bersubsidi
Pemko Payakumbuh Perkuat Tata Kelola Anggaran Pendidikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:30 WIB

171 Posyandu di Payakumbuh Bertransformasi, Layani Kesehatan dari Ibu Hamil hingga Lansia

Senin, 21 September 2026 - 08:37 WIB

Wako Zulmaeta Tegaskan Masukan Fraksi DPRD Jadi Bahan Penyempurnaan RAPBD Payakumbuh 2027

Senin, 21 September 2026 - 08:12 WIB

PUPR Payakumbuh Segel Tiga Bangunan Tak Berizin, Penertiban Digelar di Tiga Kecamatannya

Jumat, 18 September 2026 - 08:04 WIB

Pemko Payakumbuh Jadikan Kinerja sebagai Dasar Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu

Jumat, 18 September 2026 - 07:53 WIB

Petani Berdasi Jadi Gerakan ASN Payakumbuh Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru