BPBD Payakumbuh Gelar Simulasi Mitigasi Bencana bagi Siswa SLB Aua Kuning

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh meningkatkan kesiapsiagaan bencana bagi kelompok rentan dengan menggelar sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi bagi guru serta siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Aua Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) itu merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam mewujudkan mitigasi bencana yang inklusif. Program tersebut bertujuan memastikan upaya pengurangan risiko bencana dilakukan secara adil dan setara dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, dan perempuan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, mengatakan kegiatan tersebut penting karena siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki kebutuhan khusus dalam penanganan kebencanaan.

“Kegiatan ini sangat penting dan spesifik karena siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik yang membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana,” kata Devitra, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, penyandang disabilitas sering menghadapi hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungan, terutama dalam kondisi darurat.

“Dalam situasi bencana mereka berpotensi mengalami kesulitan untuk merespons dengan cepat. Karena itu, kami hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar penyelamatan diri,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemko dan Polres Payakumbuh Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan Nasional

Menurut Devitra, edukasi mitigasi bencana tidak cukup hanya melalui penyampaian materi, tetapi perlu disertai dengan praktik langsung.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat menghadapi kondisi darurat,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun kemandirian serta meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah.

“Tujuan akhirnya adalah membangun kemandirian dan kesiapsiagaan warga sekolah sehingga mereka dapat bertindak cepat dan tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi dan simulasi tersebut diikuti sebanyak 50 siswa dan 12 guru dengan durasi pelaksanaan sekitar tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

Narasumber dari Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Payakumbuh, Meri Handayani, mengatakan materi yang diberikan disusun secara sederhana agar mudah dipahami peserta.

“Materi yang kami berikan meliputi pengenalan kelompok disabilitas dalam penanggulangan bencana, penanganan kelompok berisiko tinggi, serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah disabilitas,” ujarnya.

Menurutnya, simulasi menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut karena memberikan gambaran nyata kepada peserta tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

“Kami melatih evakuasi mandiri dan evakuasi internal di lingkungan sekolah, sehingga peserta memiliki gambaran nyata tentang langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” katanya.

Baca Juga :  Wawako Elzadaswarman Salurkan Banpres kepada 30 Warga Terdampak Bencana dan Gagal Panen

Sementara itu, Kepala SLB B Aua Kuning Payakumbuh, Silvia Witvita, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat bagi warga sekolah.

“Kami sangat terkesan karena kegiatan ini tergolong baru bagi warga sekolah kami, namun memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pemahaman kebencanaan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga meningkatkan kesiapan guru dalam mendampingi mereka saat kondisi darurat.

“Siswa menjadi lebih paham, sementara guru juga semakin siap dalam mendampingi dan mengarahkan mereka saat kondisi darurat,” katanya.

Ia menambahkan, pihak sekolah berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin agar kesiapsiagaan tetap terjaga.

“Kami akan mengusulkan agar kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali agar kesiapsiagaan tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga berencana menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan menyusun jalur evakuasi sesuai standar keselamatan di lingkungan sekolah.

“Kami berencana menyusun jalur evakuasi sesuai standar, mengingat sebagian siswa tinggal di asrama sehingga aspek keselamatan menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(ws)

Berita Terkait

Intervensi Kerawanan Pangan, Pemko Payakumbuh Salurkan Sembako untuk 300 Keluarga Miskin
Wawako Elzadaswarman Sambut 100 Peserta Khatam Al-Quran SD Islam Raudhatul Jannah
Wako Zulmaeta Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemko Payakumbuh Salurkan Beasiswa Pendidikan
Tegas! Pemko Payakumbuh Segel Lima Bangunan yang Diduga Langgar Aturan Tata Ruang
Atlet Binaraga Payakumbuh Borong Empat Medali di Malaysia
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026
Wako Zulmaeta Lantik 114 Pejabat Pemko Payakumbuh
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Intervensi Kerawanan Pangan, Pemko Payakumbuh Salurkan Sembako untuk 300 Keluarga Miskin

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Wawako Elzadaswarman Sambut 100 Peserta Khatam Al-Quran SD Islam Raudhatul Jannah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Wako Zulmaeta Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemko Payakumbuh Salurkan Beasiswa Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Atlet Binaraga Payakumbuh Borong Empat Medali di Malaysia

Berita Terbaru

Payakumbuh

Wako Zulmaeta Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan

Rabu, 28 Okt 2026 - 18:27 WIB