Payakumbuh,liputansumbar.com
Turnamen sepak bola Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 yang diikuti belasan klub terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Barat sukses digelar di Lapangan Sepak Bola Kapten Tantawi, Selasa (4/8/2026).
Turnamen yang berlangsung selama beberapa pekan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena dinilai mampu membangkitkan gairah sepak bola di Kota Payakumbuh sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarklub. Partai final mempertemukan Tigo Kayo FC dan Bimbel Galatama FC, dengan Tigo Kayo FC keluar sebagai juara usai menang melalui drama adu penalti.
Sejak babak penyisihan hingga pertandingan puncak, ribuan pecinta sepak bola memadati Lapangan Kapten Tantawi untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka. Antusiasme penonton menjadi bukti bahwa olahraga sepak bola masih menjadi hiburan sekaligus pemersatu masyarakat di Payakumbuh.
Berbagai kalangan memberikan pujian atas penyelenggaraan turnamen tersebut. Selain menghadirkan pertandingan yang kompetitif, ajang ini juga dinilai menjadi wadah pembinaan bagi para pesepak bola muda daerah agar memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik.
Namun demikian, di balik kesuksesan pelaksanaan turnamen, masyarakat berharap Pemerintah Kota Payakumbuh terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang, terutama dengan melengkapi sarana dan prasarana olahraga di Lapangan Kapten Tantawi.
Salah seorang penonton, Syarizal, warga Koto Nan Ampek, mengaku hampir setiap sore datang menyaksikan pertandingan sejak awal turnamen bergulir hingga partai final.
“Turnamen ini sangat bagus dan layak dipertahankan setiap tahun. Penontonnya ramai, pertandingan juga menarik. Ke depan kami berharap pemerintah dapat membangun tribun penonton yang representatif agar masyarakat lebih nyaman menyaksikan pertandingan. Selain itu fasilitas pendukung lainnya juga perlu ditingkatkan sehingga Lapangan Kapten Tantawi semakin layak menjadi tuan rumah event sepak bola bergengsi,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat selama turnamen menjadi bukti bahwa Payakumbuh memiliki basis pecinta sepak bola yang kuat. Dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai, bukan tidak mungkin turnamen ini akan berkembang menjadi salah satu agenda olahraga bergengsi di Sumatera Barat.
Harapan serupa juga datang dari para pecinta sepak bola yang menginginkan pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet usia muda melalui kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan kualitas pemain lokal, kompetisi seperti Piala Wali Kota dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan penonton setiap pertandingan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor jasa di sekitar lokasi pertandingan.
Keberhasilan penyelenggaraan Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus membangun ekosistem sepak bola yang sehat melalui pembinaan usia dini, peningkatan kualitas kompetisi, serta pembangunan infrastruktur olahraga yang memadai sehingga Payakumbuh semakin dikenal sebagai salah satu daerah dengan tradisi sepak bola yang kuat di Sumatera Barat.(ws)








