Payakumbuh Jadi Salah Satu dari Tiga Daerah Pelaksana Kriyasi Nasional

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat langkah untuk meningkatkan daya saing produk kriya lokal. Payakumbuh menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang dipercaya menjadi lokasi program nasional Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi), dengan fokus pengembangan produk sulam dan anyam.

Program tersebut diarahkan untuk mendorong kriya tradisional Payakumbuh naik kelas, tidak hanya sebagai produk kerajinan, tetapi menjadi komoditas kreatif yang memiliki nilai budaya, estetika dan ekonomi sekaligus berpeluang masuk pasar nasional hingga global.

Program Kriyasi Sesi 2 yang melibatkan 50 pelaku ekonomi kreatif ditutup secara resmi Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, mewakili Wali Kota Zulmaeta, di Ballroom Hotel Mangkuto Syariah, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut difasilitasi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh dengan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI.

Elzadaswarman mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat yang membuat Payakumbuh dipercaya menjadi bagian dari pelaksanaan program Kriyasi secara nasional.

Menurut dia, kepercayaan tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem industri kreatif daerah.

“Sesuai visi misi, Wali Kota Zulmaeta bersama kami ingin produk sulam dan anyam Payakumbuh tidak hanya berhenti sebagai kerajinan tradisional, tetapi bertransformasi menjadi produk bernilai budaya, estetika, dan ekonomi tinggi. Pelatihan ini adalah landasan agar kriya lokal kita inovatif dan mampu menjawab selera pasar yang lebih luas,” ujar Elzadaswarman.

Baca Juga :  Prety Diawati Resmi Jadi Direktur Tirta Sago, Teka-Teki Penundaan Terjawab

Elzadaswarman mengingatkan para peserta agar penutupan program tidak menjadi akhir dari proses pembelajaran.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh selama pendampingan perlu segera diterapkan dalam proses produksi. Mulai dari inovasi desain, peningkatan kualitas, standar kemasan hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan produk.

“Penutupan kegiatan bukan berarti proses berhenti. Apa yang sudah dipelajari harus diterapkan dan dikembangkan sehingga menghasilkan produk yang semakin berkualitas dan memiliki nilai jual,” pesannya.

Ia berharap para pelaku kriya mampu membaca perubahan selera konsumen tanpa kehilangan karakter lokal yang menjadi identitas produk Payakumbuh.

Penutupan Kriyasi Sesi 2 turut dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Direktorat Kriya Kemenekraf/Bekraf RI, Yuke Sri Rahayu.

Yuke memberikan apresiasi terhadap antusiasme para perajin serta dukungan Pemko Payakumbuh dalam menjalankan program pengembangan kriya.

Ia mengatakan pemerintah pusat berkomitmen mengawal pengembangan ekosistem kriya di daerah agar mampu meningkatkan daya saing produk, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Payakumbuh Selatan Luncurkan “Seribu Asa Bebas Stunting”, Sekaligus Canangkan Zona Integritas WBK-WBBM

Yuke juga mendorong perajin Payakumbuh untuk terus bereksperimen dan mengembangkan desain sesuai perkembangan zaman, tanpa meninggalkan identitas budaya.

“Melalui pendampingan Sesi 2 ini, kami berpesan agar perajin Payakumbuh tidak ragu mengeksplorasi ide-ide baru, namun tetap mempertahankan identitas kearifan lokalnya. Itulah kekuatan utama kriya kita untuk menghadapi tantangan tren pasar global,” papar Yuke.

Kriyasi Sesi 2 yang berlangsung sejak 22 September 2026 merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang dilaksanakan pada Agustus 2026.

Program tersebut dirancang tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga mendorong peserta memahami kebutuhan pasar dan mengembangkan produk agar lebih kompetitif.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan hasil karya inovasi peserta pendampingan dan sesi foto bersama.

Dengan masuknya Payakumbuh dalam program Kriyasi nasional, pengembangan sulam dan anyam lokal diarahkan untuk bergerak dari sekadar produk kerajinan menuju bagian dari industri kreatif yang memiliki identitas kuat sekaligus nilai tambah ekonomi.

Pemerintah daerah berharap pendampingan berkelanjutan dan inovasi para perajin dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan kriya lokal Payakumbuh.(ws)

Berita Terkait

Kebakaran Los Batiah Pasar Blok Timur Payakumbuh Hanguskan 24 Petak Dagangan
Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar
Dramatis! Payakumbuh Taklukkan Sawahlunto 2-1 Lewat Extra Time
Wako Zulmaeta Optimistis Target 40 Emas Payakumbuh di Porprov 2026 Tercapai
Wako Zulmaeta Tinjau Pembangunan Jalan di Batang Agam, Ditargetkan Rampung November
HUT ke-81 TNI, Zulmaeta Perkuat Sinergi Pemko Payakumbuh dengan TNI
500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026
Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Kebakaran Los Batiah Pasar Blok Timur Payakumbuh Hanguskan 24 Petak Dagangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Dramatis! Payakumbuh Taklukkan Sawahlunto 2-1 Lewat Extra Time

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Wako Zulmaeta Optimistis Target 40 Emas Payakumbuh di Porprov 2026 Tercapai

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Wako Zulmaeta Tinjau Pembangunan Jalan di Batang Agam, Ditargetkan Rampung November

Berita Terbaru

Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar

Rabu, 14 Okt 2026 - 18:18 WIB

Payakumbuh

Dramatis! Payakumbuh Taklukkan Sawahlunto 2-1 Lewat Extra Time

Rabu, 14 Okt 2026 - 18:01 WIB