Wali Kota Zulmaeta: Pemerintah Daerah Kunci Transformasi SDM Kesehatan Nasional

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran kunci dalam mendukung transformasi sumber daya manusia (SDM) kesehatan nasional. Menurutnya, transformasi sistem kesehatan tidak akan berjalan optimal tanpa SDM kesehatan yang memahami kebijakan publik secara utuh.

“Transformasi sistem kesehatan tidak akan berjalan tanpa SDM kesehatan yang memahami kebijakan publik secara utuh,” kata Zulmaeta saat menghadiri kegiatan di Kampus V Universitas Negeri Padang (UNP) Bukittinggi, Senin (19/01/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Zulmaeta dalam rangkaian kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Kedokteran UNP dengan sejumlah rumah sakit jejaring. Kegiatan itu juga dirangkai dengan kuliah umum yang menghadirkan Zulmaeta sebagai narasumber dengan tema “Dokter Membangun Sistem Kesehatan dengan Kebijakan”.

Dalam kuliah umum tersebut, Zulmaeta menekankan bahwa dokter masa kini dan masa depan tidak hanya dituntut unggul secara klinis, tetapi juga harus memahami proses perumusan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan kesehatan.

“Dokter hari ini dan ke depan tidak hanya dituntut mahir secara klinis, tetapi juga harus memahami bagaimana kebijakan kesehatan dirumuskan, dilaksanakan, dan dievaluasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Payakumbuh Lantik 10 Pejabat Fungsional Sektor Pendidikan, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Sekolah

Ia menegaskan, pemerintah daerah berada di garis depan dalam menerjemahkan kebijakan kesehatan nasional agar benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Pemerintah daerah berada di garis depan untuk menerjemahkan kebijakan nasional agar benar-benar berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Zulmaeta menjelaskan, penguatan SDM kesehatan merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional yang implementasinya harus terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah, penganggaran, serta kolaborasi lintas sektor.

“Kalau dokter memahami kebijakan, maka perencanaan layanan akan lebih tepat, pelaksanaannya terukur, dan hasilnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, dokter yang memiliki wawasan kebijakan akan berperan strategis dalam penguatan layanan kesehatan primer serta peningkatan mutu rumah sakit daerah.

“Dokter yang memahami kebijakan akan membantu memperkuat layanan dasar dan menjaga kualitas rumah sakit daerah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Zulmaeta juga memaparkan pengalaman Pemerintah Kota Payakumbuh dalam memperkuat sistem kesehatan daerah, mulai dari penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan mutu rumah sakit daerah, hingga integrasi program kesehatan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“Kami memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan mutu rumah sakit daerah, dan mengintegrasikan program kesehatan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Enam Pelajar Terbaik Wakili Payakumbuh dalam Seleksi Paskibraka Sumbar 2025

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Payakumbuh membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan dalam rangka mencetak SDM kesehatan yang unggul.

“Kami siap berkolaborasi untuk mencetak dokter yang tidak hanya siap praktik, tetapi juga memiliki integritas, kompetensi, dan pemahaman kebijakan yang kuat,” katanya.

Zulmaeta menyambut baik penandatanganan PKS antara Fakultas Kedokteran UNP dan rumah sakit jejaring sebagai langkah konkret dalam mendukung penguatan SDM kesehatan nasional.

“Kerja sama ini penting untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata sistem kesehatan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UNP Ir. Krismadinata, PhD, Ketua PDGI Provinsi Sumatera Barat Dr. drg. Citra Lestari, jajaran pimpinan fakultas dan rumah sakit jejaring, Kepala RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh, serta Kepala Bappeda Kota Payakumbuh.

Menutup pemaparannya, Zulmaeta berharap penguatan SDM kesehatan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga Kota Payakumbuh.

“Harapan kita ini bisa berjalan beriringan dan masyarakat bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya.(ws)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh Dukung Program IDAMAN BPOM, Perkuat Keamanan Jamu dan Daya Saing UMKM Lokal
Nagari Aie Tabik Bangkitkan Tradisi Mauluan Konji, Warisan Budaya Minangkabau Kembali Dihidupkan
Ribuan Pesepeda Padati Payakumbuh, GSA 2026 Jadi Momentum Sport Tourism dan Penggerak Ekonomi Daerah
Terbongkar.!! Jejak Dana MBG Rp 593 Juta di Payakumbuh
Wali Kota Zulmaeta Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik, Dorong Aksi Nyata Kurangi Sampah dan Kendalikan Perubahan Iklim
Dua Inovasi Pelajar Payakumbuh Melaju ke Final TTG Sumbar 2026
PORSENI TK 2026 Resmi Dibuka, Pemko Payakumbuh Perkuat Karakter dan Potensi Anak Usia Dini
Pemko Payakumbuh Usulkan Perubahan Perda Perumda Tirta Sago, Perkuat Pelayanan Air Bersih dan Tata Kelola Perusahaan
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:20 WIB

Pemko Payakumbuh Dukung Program IDAMAN BPOM, Perkuat Keamanan Jamu dan Daya Saing UMKM Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:13 WIB

Nagari Aie Tabik Bangkitkan Tradisi Mauluan Konji, Warisan Budaya Minangkabau Kembali Dihidupkan

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:45 WIB

Ribuan Pesepeda Padati Payakumbuh, GSA 2026 Jadi Momentum Sport Tourism dan Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:44 WIB

Terbongkar.!! Jejak Dana MBG Rp 593 Juta di Payakumbuh

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:53 WIB

Wali Kota Zulmaeta Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik, Dorong Aksi Nyata Kurangi Sampah dan Kendalikan Perubahan Iklim

Berita Terbaru