Nagari Aie Tabik Bangkitkan Tradisi Mauluan Konji, Warisan Budaya Minangkabau Kembali Dihidupkan

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Kenagarian Aie Tabik mencatat sejarah sebagai nagari pertama di Kota Payakumbuh yang menggelar kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari Tahun 2026 melalui tradisi Mauluan Konji di Bulan Baiak/Ramadan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan kembali warisan budaya Minangkabau yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Adat Nagari Aie Tabik, Ahad (7/6/2026), mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Payakumbuh. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta.

Dalam sambutannya, Elzadaswarman menegaskan bahwa kebangkitan tradisi adat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya dan memperkuat identitas masyarakat di tengah arus perkembangan zaman yang semakin cepat.

“Atas nama Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini. Tradisi Mauluan Konji bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, mempererat hubungan antargenerasi, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Elzadaswarman.

Tradisi Mauluan Konji merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini diwujudkan melalui kegiatan memasak dan menyajikan konji atau bubur khas secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, serta kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat nagari.

Baca Juga :  PDAM Tanggapi Masukan Masyarakat Terkait Menara Air, Dirut: Akan Direhab Jadi Ikon PDAM

Menurut Elzadaswarman, pelestarian tradisi lokal memiliki dampak positif yang nyata bagi kehidupan masyarakat. Selain memperkuat kohesi sosial, tradisi tersebut juga mampu menjaga semangat gotong royong dan menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak nagari dapat mengenal kembali akar budayanya, memahami nilai sopan santun, tanggung jawab sosial, dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pelestarian adat dan budaya merupakan salah satu perhatian utama Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan peran lembaga adat seperti LKAAM, Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan Bundo Kanduang, serta dukungan terhadap berbagai program kebudayaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di tingkat nagari.

Lebih lanjut, Elzadaswarman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga identitas budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

“Kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Ketika adat, agama, dan kebersamaan tetap terjaga, maka masyarakat akan memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, Dorong Masyarakat Siaga Hadapi Situasi Gawat Darurat

Ia juga menilai kegiatan tersebut selaras dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang menempatkan adat dan agama sebagai dua unsur yang saling menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, Elzadaswarman mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang hingga generasi muda untuk terus bersinergi menjaga dan mewariskan tradisi yang menjadi identitas daerah.

“Jangan sampai perkembangan zaman mengikis jati diri kita sebagai urang Minang. Tradisi yang diwariskan para pendahulu harus tetap hidup, dikenal, dan diteruskan oleh generasi berikutnya,” tegasnya.

Pemerintah Kota Payakumbuh berharap kebangkitan tradisi Mauluan Konji di Nagari Aie Tabik dapat menjadi inspirasi bagi nagari-nagari lainnya untuk kembali menghidupkan berbagai tradisi adat yang mulai jarang dilaksanakan. Dengan demikian, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi kehidupan sosial masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh, Camat Payakumbuh Timur, Lurah Balai Jariang, KAN 10 Nagori, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat dan tamu undangan lainnya.(ws

Berita Terkait

Warga Payakumbuh Barat Keluhkan Air PDAM Tidak Jernih dan Berwarna Hijau Lumut
Fraksi NasDem Soroti Kemandirian Fiskal dan Lonjakan Belanja Modal dalam Perubahan APBD Payakumbuh 2026
Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026
Festival Archery Merdeka 2026 Dukung Pembinaan Atlet dan Sport Tourism Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Perkuat PAUD sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun
Jumat Berkah Berbagi, 55 Anak Yatim di Koto Panjang Dalam Makan Bersama Warga
Pemko Payakumbuh Tertibkan Bangunan Melanggar Ketentuan di Batang Agam dan Jalan Imam Bonjol
Pemko Payakumbuh Dorong Ketahanan Pangan melalui Lomba Pengolahan Pangan Lokal B2SA 2026
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Warga Payakumbuh Barat Keluhkan Air PDAM Tidak Jernih dan Berwarna Hijau Lumut

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Fraksi NasDem Soroti Kemandirian Fiskal dan Lonjakan Belanja Modal dalam Perubahan APBD Payakumbuh 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Festival Archery Merdeka 2026 Dukung Pembinaan Atlet dan Sport Tourism Payakumbuh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Jumat Berkah Berbagi, 55 Anak Yatim di Koto Panjang Dalam Makan Bersama Warga

Berita Terbaru

Payakumbuh

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:20 WIB