Payakumbuh, liputansumbar.com
Pemerintah Kota Payakumbuh menyalurkan bantuan sektor pertanian dengan total nilai mencapai Rp12,9 miliar untuk mendukung peningkatan produksi, modernisasi sarana pertanian, serta kesejahteraan petani.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Tani Nasional, Hari Ayam dan Telur, Hari Ikan Nasional, serta Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) di Terminal Agribisnis Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Rabu (14/10/2026).
Rida Ananda mengatakan, bantuan yang bersumber dari berbagai program pemerintah pusat dan daerah itu merupakan bentuk dukungan nyata untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Menurutnya, intervensi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memperbaiki kualitas serta nilai tambah hasil usaha masyarakat di sektor agrikultur.
“Pemerintah Kota Payakumbuh mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan dari APBN tersebut. Kita berharap kesejahteraan petani kita juga meningkat,” ujar Rida.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan rincian yang disampaikan pemerintah daerah, bantuan senilai Rp12,9 miliar tersebut berasal dari sejumlah sumber pendanaan lintas sektoral, baik APBN maupun APBD.
Alokasi pertama berasal dari Satuan Kerja (Satker) 013 Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP), yang menyasar 81 kelompok tani. Bantuan tersebut mencakup pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT),
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), optimalisasi lahan nonrawa, irigasi perpompaan (Irpom), IRPA, serta pembangunan dam parit.
Selanjutnya, bantuan dari Satker 08 Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) disalurkan kepada 12 kelompok tani, satu gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta empat Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengadaan mesin perontok padi (power thresher), traktor roda empat, traktor roda dua, dan pompa air berkapasitas tiga inci.
Bantuan sarana dan prasarana itu diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani, mempercepat proses pengolahan lahan, serta mendukung ketersediaan air untuk kegiatan budidaya.
Dukungan lainnya berasal dari BLIP Medan yang menyasar 110 kelompok untuk pengembangan komoditas jagung, pisang, dan bawang, inovasi granula jarwo, penanggulangan bencana HM, serta pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar).
Sementara itu, melalui APBD Kota Payakumbuh, pemerintah daerah menyalurkan hibah kepada empat kelompok tani untuk mendukung pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, dan pengadaan alat mesin pertanian.
Adapun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan berupa cultivator dan traktor roda dua yang diserahkan kepada empat kelompok tani.
Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai peringatan lintas sektor itu menjadi momentum penting untuk memperkuat pembangunan daerah.
Menurut Wirman, pembangunan pertanian harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan, pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, serta penciptaan lingkungan yang sehat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga harus berdampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.
“Pembangunan sektor pertanian tidak hanya soal produksi, tapi juga soal kesejahteraan petani, regenerasi dan penggunaan teknologi. Diperlukan juga kemitraan antara pemerintah, pengusaha dan petani dalam perkembangan ekonomi pertanian,” kata Wirman.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan kelompok tani terus diperkuat agar bantuan yang disalurkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi pertanian dan regenerasi petani juga dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian di tengah tantangan perubahan ekonomi dan kebutuhan pangan masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna menjelaskan, rangkaian puncak peringatan Hari Tani Nasional, Hari Ayam dan Telur, Hari Ikan Nasional, serta World Rabies Day berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2026.
Menurut Nila, kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor agrikultur sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan, konsumsi pangan bergizi, serta pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular.
Kegiatan itu melibatkan petani, peternak, pembudidaya ikan, penyuluh pertanian, petugas kesehatan hewan, dan pelaku usaha.
Sejumlah agenda turut memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari dialog pertanian, bazar hasil tani, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan rabies, lomba senam gemar ikan, hingga berbagai kegiatan edukasi lainnya.
“Kegiatan ini diikuti para petani, peternak, pembudidaya ikan, penyuluh, petugas kesehatan hewan, dan pelaku usaha.
Rangkaiannya diisi dengan acara dialog pertanian, bazar hasil tani, cek kesehatan gratis, cek rabies, lomba senam gemar ikan, dan kegiatan lainnya,” pungkas Nila.
Melalui penyaluran bantuan dan rangkaian kegiatan tersebut, Pemko Payakumbuh berharap sektor pertanian, peternakan, dan perikanan semakin berkembang, produktivitas meningkat, serta manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(ws)








