Sentra IKM Randang Payakumbuh Resmi Jadi Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual 2025

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh ,liputansumbar.com

Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Randang Kota Payakumbuh kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kawasan ini resmi ditetapkan sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual (K-BKI) Tahun 2025 oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat, Alpius Sarumaha, kepada Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, dalam sebuah seremoni di Sentra IKM Randang Padang Kaduduak, Kamis (12/6/2025).

“Ini adalah bentuk penghargaan kepada Pemko Payakumbuh atas upaya konsisten dalam membangun ekonomi masyarakat melalui sentra produksi unggulan daerah. Pengakuan ini telah mendapat sorotan hingga level internasional,” ujar Alpius.

Ia menyampaikan bahwa kekayaan intelektual menjadi kunci dalam pengembangan ekonomi kreatif, dan Payakumbuh dinilai berhasil menjalankan strategi tersebut melalui inovasi dan pelestarian produk khas seperti Randang.

Baca Juga :  Payakumbuh Layak Jadi Kota Event, Perayaan HUT RI Buktikan Multi Efek Ekonomi

Kunjungan Kanwil Kemenkumham Sumbar juga diisi dengan eksplorasi kuliner lokal, salah satunya mencicipi “Pindik”, makanan khas yang dinilai memiliki potensi untuk dipatenkan sebagai kekayaan intelektual komunal.

Selain itu, rombongan turut memantau progres pengembangan Koperasi Merah Putih yang kini telah berjumlah tujuh unit aktif di Payakumbuh. Kanwil membuka ruang konsultasi bagi pelaku koperasi yang menghadapi hambatan di lapangan.

Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemko akan menjadikan momen ini sebagai pemicu untuk mendorong lahirnya produk-produk lokal berbasis kekayaan intelektual.

Baca Juga :  Kinerja Wali Kota Zulmaeta Disorot: Payakumbuh Dinilai Stagnan, Pemerintahan Terjebak Budaya Asal Bapak Senang

“Tidak hanya Randang, kami akan eksplorasi berbagai potensi lain dengan nilai budaya dan ekonomi tinggi. Harapannya, ini menjadi daya tarik wisata dan penggerak ekonomi kreatif,” katanya.

Elzadaswarman juga menyoroti pentingnya pengemasan produk Randang agar lebih variatif dan menarik. “Kita harus mampu menyesuaikan kemasan untuk semua segmen pasar, termasuk wisatawan yang menjadikan Randang sebagai oleh-oleh khas Payakumbuh,” pungkasnya.

Dengan penetapan ini, Payakumbuh selangkah lebih maju dalam menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi berbasis kekayaan intelektual, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.(rel)

Berita Terkait

BKMT Payakumbuh Gelar Seminar Ketahanan Keluarga dan Lomba Penyelenggaraan Jenazah Sambut 1 Muharram 1448 H
Pemko Payakumbuh Perkuat Budaya Literasi, Targetkan IPLM 72,25 pada 2026
Wali Kota Zulmaeta Luncurkan Enam Inovasi Digital
Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Agam
Masa Kepengurusan PWI Payakumbuh/Lima Puluh Kota Berakhir, Yusrizal Minta PWI Sumbar Segera Tunjuk Plt
Selatan Sunset Festival 2026 Angkat Potensi Wisata Gadih Angik
Kontingen Shorinji Kempo Payakumbuh Dilepas ke Kejurnaswil Sumatera 2026
Pemko Payakumbuh Sahkan Empat Perda Strategis
Berita ini 406 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:26 WIB

BKMT Payakumbuh Gelar Seminar Ketahanan Keluarga dan Lomba Penyelenggaraan Jenazah Sambut 1 Muharram 1448 H

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:19 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Budaya Literasi, Targetkan IPLM 72,25 pada 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:03 WIB

Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Agam

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:00 WIB

Masa Kepengurusan PWI Payakumbuh/Lima Puluh Kota Berakhir, Yusrizal Minta PWI Sumbar Segera Tunjuk Plt

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:57 WIB

Selatan Sunset Festival 2026 Angkat Potensi Wisata Gadih Angik

Berita Terbaru