RPJMD Payakumbuh: Visi Besar, Realisasi Diragukan

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar

Penetapan lima misi utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 oleh Pemerintah Kota Payakumbuh menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat sipil. Meski digadang-gadang sebagai fondasi arah pembangunan lima tahun ke depan, sejumlah kalangan menilai misi tersebut terlalu normatif dan tidak menjawab persoalan nyata di lapangan.

Dalam Musrenbang yang digelar di Aula Ngalau Indah, Senin (5/5), Pemko memaparkan lima misi yang mencakup penguatan SDM, ekonomi kompetitif, pemerintahan profesional, nilai budaya dan keimanan, serta tata kota berkelanjutan. Namun, sejumlah aktivis mempertanyakan indikator keberhasilan dan keberanian pemerintah menyasar isu-isu kritis seperti pengangguran, konflik lahan, serta lemahnya pengawasan anggaran dan Internal.

“Visi itu bagus di atas kertas, tapi apa jaminannya itu tidak menjadi dokumen formalitas belaka? Kita sudah sering melihat RPJMD disusun megah tapi pelaksanaannya tidak menyentuh kebutuhan dasar ,” ujar Herman, tokoh masyarakat

Kritik juga datang dari kalangan Kalangan Pemerhati kebijakan Publik,Hendra yani menyebut bahwa misi pembangunan ekonomi belum menyentuh akar masalah stagnasi UMKM dan dominasi pasar oleh pemain luar kota.

“Saat kita bicara iklim ekonomi kompetitif, apa artinya jika pelaku UMKM lokal tidak diberikan akses permodalan dan perlindungan dari ekspansi investor besar yang hanya mengeruk keuntungan tanpa memberdayakan warga?” katanya.

Baca Juga :  Bantuan Terus Mengalir, Bukittinggi dan Lima Puluh Kota Bantu Penanganan Pasca Kebakaran Pasar Payakumbuh

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman dalam pidatonya menyatakan bahwa misi tersebut disusun dari kajian mendalam. Namun tidak sedikit yang menilai bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses tersebut masih bersifat simbolik, terutama mereka yang berada di lapisan bawah.

“Musrenbang tahunan lebih mirip seremoni daripada forum dialog. Aspirasi warga kerap tertahan di meja camat atau lurah. Lalu tiba-tiba RPJMD disusun tanpa transparansi dan riview dari internal serta rencana anggaran,” ungkap Hendra yani.

Sementara itu, DPRD menyatakan dukungan penuh terhadap RPJMD, namun kritik internal menyebut sebagian anggota dewan tidak diberikan ruang cukup untuk menggugat substansi atau efektivitas program. DPRD pun tak luput dari sorotan. Dukungan mereka terhadap RPJMD dianggap transaksional dan tidak kritis.

Baca Juga :  168 Warga Binaan Lapas Tanjung Pati Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI

“Ketika rakyat butuh pengawasan, DPRD malah jadi tukang ketuk palu eksekutif,” ujar Hendra. “Dokumen RPJMD seharusnya melewati uji publik yang ketat, bukan hanya dibahas di ruang rapat Anggota DPRD Saja.”

Pernyataan dari Kemendagri yang menuntut sinkronisasi rencana daerah dan nasional juga disorot sebagai bentuk tekanan pusat terhadap otonomi daerah. “Apa gunanya Musrenbang jika akhirnya arah pembangunan hanya mengikuti garis pusat?” kata Hendra yani .

Dengan RPJMD yang akan segera diajukan menjadi Perda, sejumlah pihak menuntut agar dokumen tersebut dibuka secara transparan kepada publik sebelum disahkan. Mereka juga menyerukan agar indikator keberhasilan tiap misi diumumkan sejak awal, disertai audit per periodik dipersingkat sehingga evaluasi berjalan transparansi.

“Jangan sampai lima misi ini hanya menjadi jargon politik menjelang Pilkada ,sementara untuk menjadikan RPJMD sebagai Perda menelan anggaran yang sangat luar biasa besar” tutup Hendra yani.(ws)

Berita Terkait

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026
Festival Archery Merdeka 2026 Dukung Pembinaan Atlet dan Sport Tourism Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Perkuat PAUD sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun
Jumat Berkah Berbagi, 55 Anak Yatim di Koto Panjang Dalam Makan Bersama Warga
Pemko Payakumbuh Tertibkan Bangunan Melanggar Ketentuan di Batang Agam dan Jalan Imam Bonjol
Pemko Payakumbuh Dorong Ketahanan Pangan melalui Lomba Pengolahan Pangan Lokal B2SA 2026
Lebih dari Seribu Peserta Meriahkan Gerak Jalan Santai Perdana MTsN 2 Kota Payakumbuh
Wawako Elzadaswarman Salurkan Banpres kepada 30 Warga Terdampak Bencana dan Gagal Panen
Berita ini 1,592 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Festival Archery Merdeka 2026 Dukung Pembinaan Atlet dan Sport Tourism Payakumbuh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat PAUD sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Jumat Berkah Berbagi, 55 Anak Yatim di Koto Panjang Dalam Makan Bersama Warga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Pemko Payakumbuh Tertibkan Bangunan Melanggar Ketentuan di Batang Agam dan Jalan Imam Bonjol

Berita Terbaru

Payakumbuh

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:20 WIB