Payakumbuh,liputansumbar.com
Aksi solidaritas ditunjukkan Balai Wartawan (BW) Luak Limopuluah, Sumatera Barat, dengan menyalurkan bantuan donasi kepada ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Payakumbuh, Senin (15/9) siang.
Bantuan berupa paket sembako itu diserahkan langsung oleh para insan pers BW Luak Limopuluah kepada pedagang yang diwakili pengurus Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) serta belasan pedagang lainnya.
Koordinator Aksi Solidaritas BW Luak Limopuluah, Aking Romi Yunanda, mengatakan bahwa donasi tersebut berasal dari masyarakat, donatur, hingga berbagai lembaga yang peduli terhadap musibah kebakaran di Pasar Payakumbuh.
“Pengumpulan donasi ini bermula dari niat tulus semua wartawan Luak Limopuluah yang tergabung di BW. Mereka memiliki kepedulian sosial terhadap nasib para pedagang yang menjadi korban musibah kebakaran,” ujar Aking.
Sejak Senin (8/9) lalu, BW membuka posko penggalangan dana di pertigaan Tugu Adipura, pusat Kota Payakumbuh, sekaligus menampung bantuan melalui rekening penanggung jawab aksi. Selama hampir sepekan, posko ini menerima donasi dari berbagai pihak mulai masyarakat umum, pengendara, pihak swasta, hingga instansi pemerintah.

Aking menambahkan, bantuan berupa 240 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan mi instan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban para pedagang korban kebakaran. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa menjadi paubek tangih bagi saudara-saudara kita yang terdampak,” harapnya.
Sementara itu, mewakili pengurus IP3 dan para pedagang, Dyan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota BW Luak Limopuluah atas aksi solidaritas yang dilakukan.
“Kami sangat bersyukur masih banyak orang-orang baik, termasuk para wartawan di Payakumbuh, yang memiliki kepedulian tinggi. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban hidup kami pascakebakaran,” kata Dyan didampingi Ketua IP3, Haji Esa Murdani.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis sebelum akhirnya didistribusikan langsung kepada para pedagang menggunakan sistem kupon. Suasana haru mewarnai proses penyaluran, bahkan tidak sedikit pedagang yang menitikkan air mata saat menerima bantuan.(ws)








