Payakumbuh,liputansumbar.com
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, memimpin langsung rapat pembahasan penggunaan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Ruang Pertemuan Riza Falepi, Lantai II Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu (22/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Zulmaeta mengungkapkan bahwa Kota Payakumbuh memperoleh tambahan anggaran TKD sebesar lebih dari Rp116 miliar. Anggaran ini akan difokuskan pada sejumlah sektor strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penggunaan anggaran diprioritaskan untuk mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, perbaikan kualitas lingkungan, pengendalian inflasi daerah, pemulihan ekonomi masyarakat, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, serta penyediaan bantuan relokasi dan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Zulmaeta.
Tambahan anggaran ini merupakan bagian dari kebijakan penyesuaian TKD oleh pemerintah pusat untuk daerah di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, termasuk Kota Payakumbuh.
Zulmaeta menegaskan bahwa pemanfaatan tambahan anggaran harus dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah dalam merancang hingga merealisasikan program prioritas.
“Tambahan anggaran ini bukan sekadar angka, tetapi amanah yang harus kita kelola dengan penuh tanggung jawab. Saya minta OPD benar-benar mempergunakan dana ini untuk program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung dan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zulmaeta menyebutkan bahwa mitigasi bencana dan perbaikan lingkungan harus menjadi prioritas utama, termasuk bentuk solidaritas antar daerah dalam membantu wilayah yang terdampak bencana.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengendalian inflasi dan percepatan pemulihan ekonomi daerah melalui program yang terukur dan tepat sasaran.
“Pengendalian inflasi harus kita jaga bersama, termasuk melalui intervensi yang tepat di sektor pangan dan distribusi. Di sisi lain, pemulihan ekonomi harus kita dorong lewat pemberdayaan UMKM, peningkatan infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja,” tambahnya.
Rapat ini sekaligus menjadi forum koordinasi lintas OPD untuk memastikan seluruh perangkat daerah memahami arah kebijakan serta mampu menyusun program kerja yang selaras dengan prioritas penggunaan anggaran.
Pemerintah Kota Payakumbuh berharap tambahan TKD ini mampu menjadi stimulus dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(ws)








