Payakumbuh,liputansumbar.com
Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat sinergi dengan organisasi kepemudaan dalam mengatasi berbagai persoalan sosial sekaligus membuka ruang pengembangan ekonomi produktif bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka saat Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menerima audiensi pengurus Karang Taruna (KT) Kota Payakumbuh di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Ketua Karang Taruna Kota Payakumbuh Yonaldi atau yang akrab disapa Ayong hadir bersama Sekretaris Novanto Yudhistira serta sejumlah jajaran pengurus.
Audiensi tersebut menjadi momentum konsolidasi bagi Karang Taruna, terutama menjelang berakhirnya masa kepengurusan pada 2027. Pertemuan ini juga menjadi diskusi tatap muka perdana antara jajaran pengurus Karang Taruna dengan Zulmaeta sejak dirinya menjabat sebagai Wali Kota Payakumbuh.
Beragam program kepemudaan dan pemberdayaan masyarakat dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah rencana pengolahan sampah yang akan dikembangkan secara serentak di delapan kelurahan.
Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi kegiatan ekonomi produktif bagi Karang Taruna dan masyarakat.
Zulmaeta menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Bahkan, ia menyatakan kesiapan untuk membeli maggot yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik yang dilakukan Karang Taruna.
Maggot tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber pakan untuk usaha peternakan yang tengah dikembangkan Wali Kota.
Dukungan tersebut membuka peluang bagi Karang Taruna untuk mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis lingkungan secara berkelanjutan. Pengelolaan sampah organik dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi sektor peternakan.
“Kalau Karang Taruna memproduksi maggot, kita siap membeli untuk dimanfaatkan sebagai pakan peternakan,” ujar Zulmaeta dalam audiensi tersebut.
Selain pengembangan ekonomi berbasis lingkungan, Zulmaeta juga meminta Karang Taruna ikut mengambil bagian dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tengah didorong Pemerintah Kota Payakumbuh.
Karang Taruna diminta membantu mengusulkan serta menghimpun data warga yang membutuhkan bantuan perbaikan atau bedah rumah.
Pendataan tersebut, khususnya terhadap anggota maupun keluarga binaan Karang Taruna, diharapkan dapat membantu pemerintah mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat.
Menurut Zulmaeta, organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan hingga tingkat kelurahan mempunyai posisi strategis dalam membantu pemerintah melakukan validasi data.
Dengan keterlibatan Karang Taruna, pemerintah diharapkan dapat memastikan intervensi program sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ketua Karang Taruna Kota Payakumbuh Yonaldi mengapresiasi dukungan yang diberikan Wali Kota.
Menurut dia, respons tersebut menjadi dorongan bagi pengurus untuk menyusun program yang lebih konkret menjelang berakhirnya masa kepengurusan pada 2027.
“Kami sangat apresiasi atas dukungan Wali Kota terhadap kegiatan Karang Taruna. Dengan begini sudah nampak titik terang program yang akan kami gagas untuk akhir masa jabatan di 2027,” kata Yonaldi.
Ia berharap komunikasi dan kolaborasi antara Karang Taruna dan Pemerintah Kota Payakumbuh dapat terus diperkuat.
Menurutnya, jaringan organisasi yang berada hingga tingkat kelurahan dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Karang Taruna bukan hanya organisasi kepemudaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut membantu masyarakat. Karena itu kami berharap dukungan dan kolaborasi ini bisa terus berjalan,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada audiensi, tetapi berlanjut dalam bentuk program yang terukur, mulai dari pengelolaan sampah, pemberdayaan ekonomi, hingga pendataan dan penanganan rumah tidak layak huni.
Dengan demikian, Karang Taruna dapat semakin berperan sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan potensi pemuda sekaligus membantu menyelesaikan persoalan sosial di tingkat masyarakat.(ws)








