Padang,liputansumbar.com
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 resmi dibuka di Kota Padang, Jumat (2/10/2026).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan tambua tasa oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bersama jajaran pimpinan daerah se-Sumatera Barat, dilanjutkan dengan penyalaan api obor.
Ajang olahraga multicabang tingkat provinsi ini kembali digelar setelah sempat vakum selama delapan tahun. Sebanyak 12 kabupaten/kota menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Porprov Sumbar XVI.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyambut positif kembali digelarnya Porprov. Menurut dia, momentum tersebut menjadi kesempatan strategis bagi Payakumbuh untuk memperkuat pembinaan olahraga sekaligus mengembangkan potensi atlet daerah.
“Porprov ini bukan hanya soal pertandingan dan medali. Ini menjadi momentum untuk menemukan bibit atlet potensial, meningkatkan pengalaman bertanding, dan memperkuat pembinaan olahraga di Payakumbuh,” ujar Elzadaswarman seusai acara pembukaan.
Ia mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Zulmaeta, keberhasilan kontingen Payakumbuh tidak semata-mata diukur dari hasil akhir pertandingan.
Menurutnya, Porprov merupakan ajang kompetitif yang memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membangun mental dan karakter sebagai atlet.
Karena itu, Elzadaswarman mendorong seluruh atlet dan ofisial Payakumbuh untuk tampil maksimal dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Porprov, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pengurus cabang olahraga untuk menyusun pola pembinaan yang lebih baik ke depan.
“Yang paling penting, para atlet memberikan kemampuan terbaik dan menjaga sportivitas. Dari sini kita bisa melihat apa yang perlu diperbaiki dalam pembinaan olahraga kita,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengapresiasi kembali terlaksananya Porprov setelah delapan tahun vakum.
Mahyeldi juga menyampaikan terima kasih kepada 12 kabupaten/kota yang bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan berbagai cabang olahraga dalam Porprov Sumbar XVI.
Menurutnya, penyelenggaraan Porprov tidak hanya berkaitan dengan prestasi olahraga, tetapi juga memiliki dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah.
“Usai dampak bencana banjir dan longsor, tekanan ekonomi kita cukup berat. Mudah-mudahan dengan adanya Porprov ini bisa menggerakkan ekonomi di daerah,” kata Mahyeldi.
Selain menggerakkan perekonomian, Mahyeldi menyebut Porprov 2026 menjadi pintu gerbang untuk menjaring atlet-atlet potensial Sumatera Barat yang diproyeksikan memperkuat daerah pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT mendatang.
Penjaringan atlet sejak tingkat provinsi dinilai penting agar atlet potensial memiliki waktu pembinaan yang lebih panjang dan terarah sebelum menghadapi kompetisi nasional.
Payakumbuh Fokus Regenerasi Atlet
Pada malam pembukaan Porprov tersebut, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman tampak didampingi Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Nofriwandi, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), serta Tim Satgas Porprov Kota Payakumbuh.
Pemerintah Kota Payakumbuh berharap keikutsertaan dalam Porprov Sumbar XVI tidak berhenti pada capaian prestasi di arena pertandingan.
Lebih jauh, ajang tersebut diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan olahraga di daerah, sekaligus membuka ruang bagi munculnya atlet-atlet muda potensial.
Dengan demikian, regenerasi atlet Payakumbuh dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan talenta yang tidak hanya berprestasi di tingkat Sumatera Barat, tetapi juga memiliki daya saing di pentas nasional.(ws)








