Kartini Masa Kini di Payakumbuh: Eni Muis Zulmaeta Dorong Ekonomi Perempuan dari Sampah dan UMKM

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputan sumbar. com

“Sampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tapi peluang. Kalau dikelola dengan baik, ia bisa melahirkan nilai ekonomi.”

Kalimat itu terlontar lugas dari ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta saat memulai perbincangan di kediamannya, Selasa (21/04/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Di momen yang identik dengan refleksi perjuangan perempuan Indonesia, Eni memilih menghadirkan tafsir berbeda. Bukan sekadar wacana emansipasi, melainkan langkah kongkrit yang menyentuh ekonomi keluarga.

Di Payakumbuh, gagasan tentang pemberdayaan perempuan kini tumbuh dari hal yang kerap dianggap sepele: sampah.

Di tangan perempuan-perempuan kreatif, limbah yang sebelumnya menjadi beban berubah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.

Aktivitas ini tidak hanya membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi keluarga.

“Yang sudah ada harus kita maksimalkan. Produksi ditingkatkan, kualitas dijaga, dan jangkauan pemasaran diperluas,” katanya.

Langkah itu berkembang lebih jauh melalui inovasi pengolahan sampah organik menjadi budidaya maggot. Namun, Eni tidak berhenti pada praktik umum yang hanya menghasilkan kompos.

“Terdengar biasa, sampah organik jadi maggot lalu kompos. Tapi yang tidak biasa, kita jadikan juga sebagai pakan ternak unggas,” ujarnya.

Program tersebut mulai digagas di kawasan Mancang Labu, Kelurahan Payobasung, Payakumbuh Timur.

Larva dari pengolahan sampah organik dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ayam yang lebih murah, namun tetap memiliki kandungan gizi tinggi.

Menurut Eni, persoalan utama peternak skala kecil selama ini terletak pada biaya pakan yang mencapai 60 hingga 70 persen dari total operasional. Kenaikan harga pakan konvensional semakin memperberat kondisi tersebut.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersih Bersama KPK

“Di sinilah peluangnya. Sampah organik rumah tangga bisa kita olah menjadi pakan alternatif yang lebih ekonomis,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan ketersediaan pakan mandiri, keluarga didorong untuk mulai beternak ayam secara sederhana namun terkelola baik, baik untuk produksi telur maupun daging. Dari sinilah rantai ekonomi baru terbentuk.

“Dari satu kegiatan, bisa lahir banyak manfaat. Lingkungan bersih, ekonomi bergerak, dan masyarakat lebih mandiri,” ujarnya.

Tidak hanya berhenti pada sampah organik, Eni juga mengulas pengolahan sampah anorganik yang bisa dimanfaatkan menjadi paving blok.

Produk ini dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus: pengurangan limbah dan penciptaan peluang usaha.

“Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga membuka lapangan usaha baru,” kata Eni.

Selain itu, pemberdayaan perempuan juga diperkuat melalui sektor UMKM, khususnya kerajinan tangan merajut.

Melalui kelompok dasawisma, perempuan-perempuan di Payakumbuh dilatih menghasilkan produk tekstil seperti tas, dompet, hingga pakaian.

Hasilnya tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membangun kepercayaan diri.

Bahkan, pada 2025, TP PKK Kota Payakumbuh menjalin kerja sama dengan The Sak untuk memproduksi 1.000 pouch per bulan.

Diketahui, The Sak adalah brand tas dan aksesori fashion asal AS yang terinspirasi oleh kerajinan tangan tradisional Bali.

Baca Juga :  Sertifikat Merek Randang Payakumbuh Resmi Diterima

Produk rajutan tersebut memadukan sentuhan budaya lokal dengan gaya santai khas California.

“Alhamdulillah, beberapa pengrajin sudah meraup omzet hingga puluhan juta rupiah, dan produknya sudah merambah mancanegara,” ujarnya.

Bagi Eni, spirit Kartini hari ini menemukan bentuknya dalam tindakan nyata. Dari rumah-rumah sederhana, perempuan mulai membangun usaha mandiri dan berkontribusi pada ekonomi keluarga.

Rantai ekonomi yang terbentuk mulai dari pengolahan sampah, budidaya maggot, hingga sektor peternakan dan kerajinan, menciptakan efek berantai yang menggerakkan masyarakat.

Ia menilai, jika dikelola secara konsisten, Payakumbuh berpeluang menjadi salah satu daerah pemasok kebutuhan ayam bagi wilayah sekitarnya.

Namun lebih dari itu, yang ingin dibangun adalah kesadaran kolektif bahwa perubahan dapat dimulai dari hal kecil.

“Perempuan tidak boleh hanya jadi penonton perubahan. Kita harus jadi penggerak, mengubah yang sederhana menjadi bernilai, menghidupkan yang terabaikan menjadi kekuatan,” ujarnya.

Di Payakumbuh, makna itu jelas terlihat. Dari sampah yang diolah, dari benang yang dirajut, hingga dari langkah kecil di ruang domestik—semuanya bergerak menuju satu tujuan: kemandirian.

Dan seperti cahaya yang dahulu diperjuangkan Kartini, kekuatan itu kini hidup dalam karya dan tindakan perempuan-perempuan yang memilih untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga bergerak.

“Dari hal yang sering diabaikan, kita belajar memberi makna dan dari tangan yang tulus bekerja, perubahan perlahan menemukan jalannya,” pungkasnya.(ws)

Berita Terkait

Wako Zulmaeta Optimistis Target 40 Emas Payakumbuh di Porprov 2026 Tercapai
Wako Zulmaeta Tinjau Pembangunan Jalan di Batang Agam, Ditargetkan Rampung November
HUT ke-81 TNI, Zulmaeta Perkuat Sinergi Pemko Payakumbuh dengan TNI
500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026
Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen
Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial
Payakumbuh Bidik Lebih dari 40 Medali Emas di Porprov Sumbar XVI
Pemko Payakumbuh dan Kementerian PU Bekali serta Uji Kompetensi 115 Tenaga Kerja Konstruksi
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Wako Zulmaeta Optimistis Target 40 Emas Payakumbuh di Porprov 2026 Tercapai

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:28 WIB

HUT ke-81 TNI, Zulmaeta Perkuat Sinergi Pemko Payakumbuh dengan TNI

Rabu, 30 September 2026 - 07:04 WIB

500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026

Senin, 28 September 2026 - 07:20 WIB

Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen

Senin, 28 September 2026 - 07:11 WIB

Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial

Berita Terbaru

Pasaman Barat

Lima Calon Wali Nagari Ophir Adu Gagasan untuk Kemajuan Nagari

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:58 WIB

Olahraga

Balap Sepeda Payakumbuh Tambah Emas dan Dua Perak

Senin, 5 Okt 2026 - 10:42 WIB