Payakumbuh,liputansumbar.com
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Mudarma Surau Palito Jannah, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Payakumbuh Timur, kembali menggelar kegiatan Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Iqra IV setelah sempat vakum selama beberapa tahun akibat pandemi COVID-19.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (15/6/2026) tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, dan diikuti sebanyak 68 santri yang terdiri dari 46 peserta khatam Al-Qur’an, 14 peserta wisuda Iqra, serta delapan peserta lomba hafalan Surah Al-Fatihah.
Mengusung tema “Membangun Generasi Emas yang Cinta Masjid dan Gemar Membaca Al-Qur’an”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali pendidikan Al-Qur’an berbasis surau sekaligus memperkuat pembentukan karakter generasi muda sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Elzadaswarman menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta terus berkomitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan TPQ, peningkatan kapasitas guru mengaji, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan pendidikan Al-Qur’an yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Payakumbuh 2025–2029, yakni “Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif”, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari kualitas moral, akhlak, dan karakter generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah,” kata Elzadaswarman.
Ia menambahkan, keberadaan TPQ memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
Saat melepas peserta pawai khatam Al-Qur’an, Elzadaswarman berpesan kepada para santri agar tidak berhenti belajar setelah prosesi khatam dan wisuda selesai dilaksanakan.
“Anak-anakku yang hari ini khatam Al-Qur’an dan wisuda Iqra jangan berhenti belajar setelah prosesi ini. Al-Qur’an harus terus dibaca, dipahami, diamalkan, dan menjadi penuntun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi generasi muda. Karena itu, pendidikan agama dan pembentukan karakter yang kuat harus ditanamkan sejak dini.
“Gawai dan pengaruh lingkungan dapat menjadi tantangan bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, membiasakan anak dekat dengan masjid dan Al-Qur’an merupakan investasi terbaik untuk masa depan mereka,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Sementara itu, Pengelola TPQ Mudarma, Refdinel, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali kegiatan khatam Al-Qur’an setelah beberapa tahun terhenti akibat pandemi.
Ia menjelaskan bahwa TPQ Mudarma yang berdiri sejak tahun 2014 pertama kali melaksanakan khatam Al-Qur’an pada 2016. Namun, pandemi COVID-19 menyebabkan kegiatan tersebut tidak dapat digelar selama beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah, setelah melalui masa yang cukup panjang, tahun ini kami kembali dapat melaksanakan khatam Al-Qur’an dan wisuda Iqra. Ini menjadi kebahagiaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus membina anak-anak dalam belajar Al-Qur’an,” ungkap Refdinel.
Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah, ninik mamak, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat terus mengalir guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran di Surau Palito Jannah.
Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an agar mampu menjangkau lebih banyak anak-anak di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol bangkitnya kembali aktivitas pendidikan Al-Qur’an pascapandemi di TPQ Mudarma, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan karakter dan pembinaan akhlak generasi muda.
Melalui pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan, TPQ diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang beriman, berakhlak mulia, cinta masjid, serta memiliki ketahanan moral dan sosial dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman.(ws)








