Payakumbuh,liputansumbar.com
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menegaskan pentingnya mempersiapkan kompetensi global anak sejak usia dini agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan dunia yang semakin dinamis.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Launching Kelas Bilingual sekaligus Tasyakuran Pelepasan Siswa Angkatan ke-7 SDS IT IPHI Kota Payakumbuh yang berlangsung di Ballroom Hotel UNP Payakumbuh, Rabu (17/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman menyampaikan bahwa dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat, terutama di era digital dan kemajuan teknologi. Menurutnya, sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan global.
“Perubahan semakin cepat sekarang. Kita dituntut untuk mampu mengimbangi kecepatan perkembangan teknologi ini demi masa depan anak-anak kita. Ini adalah tantangan nyata dalam menghadapi era digitalisasi,” ujarnya.
Di hadapan jajaran Dinas Pendidikan, pengurus Yayasan Jamiatul Hujjaj IPHI, tenaga pendidik, dan ratusan orang tua siswa, ia mengapresiasi langkah SDS IT IPHI Payakumbuh yang meluncurkan program Kelas Bilingual sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu strategi dalam mencetak generasi muda yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional, tanpa mengabaikan pembentukan karakter dan nilai-nilai budaya lokal.
Elzadaswarman menilai, peluncuran kelas bilingual juga sejalan dengan komitmen Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Ia pun berpesan kepada para siswa agar terus meningkatkan kemampuan berbahasa asing sebagai bekal menghadapi dunia yang semakin terbuka.
“Zaman sudah sangat maju dan berkembang. Saya berpesan kepada anak-anak kita, minimal kuasailah dua bahasa internasional, yaitu bahasa Inggris dan bahasa China. Penguasaan bahasa ini adalah kunci utama agar generasi muda kita kelak bisa ambil andil dan bersaing di dunia global, bukan sekadar menjadi penonton,” katanya.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing akan membuka akses yang lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, hingga peluang kerja di masa depan. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga masyarakat dan daerah melalui lahirnya sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan siap menghadapi perubahan zaman.
Lebih lanjut, Elzadaswarman menegaskan bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah investasi pada pendidikan dan pembentukan karakter anak. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga keluarga, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendampingi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
“Keseimbangan yang berkesinambungan sangat perlu kita tingkatkan agar anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang mengharumkan nama daerah kelak. Mulai dari sekarang, kita harus bergerak ekstra meningkatkan segala indeks indikator pencapaian menuju Indonesia Emas 2045. Siapkan mereka dari detik ini untuk menerima estafet pembangunan bangsa, khususnya di Kota Payakumbuh yang kita cintai ini,” tegasnya.
Selain menjadi momentum pelepasan siswa Angkatan ke-7, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya yang menampilkan kreativitas serta rasa percaya diri para peserta didik. Di antaranya Tari Pasambahan, pembacaan Wahyu Ilahi, pantomim, fashion show, pembacaan puisi, paduan suara, mendongeng, Tari Zapin Melayu, hingga Tari Cewang.
Suasana acara berlangsung meriah dan mendapat apresiasi dari para orang tua siswa yang hadir. Melalui implementasi program kelas bilingual dan penguatan pendidikan karakter, SDS IT IPHI Payakumbuh diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, berprestasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(ws)








