Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Pemko Payakumbuh Bekali Pelajar Literasi Digital Sehat dan Aman

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sekolah ramah anak, tidak hanya melalui pembinaan di lingkungan pendidikan, tetapi juga dengan membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di kalangan pelajar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh yang memberikan pembekalan literasi digital kepada ratusan peserta didik baru di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Payakumbuh dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra, mengatakan penguatan literasi digital merupakan bagian penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, beretika, serta mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap berbagai peluang sekaligus risiko di ruang digital. Dengan begitu, para pelajar diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi diri.

“Media sosial harus menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan tempat melakukan perundungan. Saring sebelum sharing,” ujar Kurniawan.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi digital telah membuka akses yang luas terhadap ilmu pengetahuan, informasi, beasiswa, peluang usaha, pengembangan kreativitas, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran.

Baca Juga :  Sidang Kasus KDRT Diduga Percobaan Pembunuhan di Payakumbuh: Korban Hadir dengan Kursi Roda, Terdakwa Menangis

Namun, di balik kemudahan tersebut, ruang digital juga menyimpan berbagai ancaman seperti hoaks, cyberbullying, penipuan daring, pencurian data pribadi, judi online, hingga berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.
Karena itu, para pelajar didorong menjadi pengguna internet yang cerdas dengan memanfaatkan teknologi untuk aktivitas yang positif sekaligus menghindari berbagai konten dan perilaku digital yang dapat merugikan masa depan mereka.

“Teknologi adalah alat untuk berkembang. Yang menentukan manfaat atau mudaratnya adalah cara kita menggunakannya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kurniawan juga mengingatkan pentingnya menjaga jejak digital. Menurutnya, setiap unggahan, komentar, foto, maupun aktivitas di internet akan meninggalkan rekam jejak yang dapat memengaruhi reputasi, tingkat kepercayaan, bahkan peluang melanjutkan pendidikan maupun karier di masa depan.

Ia mengimbau para siswa untuk membiasakan diri berpikir matang sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu di media sosial.
“Jejak digital tidak mudah hilang. Apa yang kita unggah hari ini bisa saja muncul kembali bertahun-tahun mendatang. Karena itu, pikirkan dampaknya sebelum memposting sesuatu,” tegasnya.

Selain membangun etika bermedia digital, Diskominfo juga mengajak peserta didik menerapkan pola hidup digital yang sehat dengan membatasi waktu penggunaan gawai (screen time), mematikan notifikasi saat belajar, tidak menggunakan telepon genggam selama proses pembelajaran berlangsung, serta menjaga keseimbangan melalui olahraga, istirahat yang cukup, dan memperbanyak interaksi langsung bersama keluarga maupun teman.

Baca Juga :  Percepatan Pembangunan Eks Pasar Blok Barat, Pemko Payakumbuh Gandeng Kementerian Perdagangan dan PUPR RI

Menurut Kurniawan, kebiasaan tersebut penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar di tengah tingginya intensitas penggunaan perangkat digital oleh kalangan remaja.

“Kita boleh menggunakan teknologi, tetapi jangan sampai teknologi mengendalikan kita. Pola hidup digital yang sehat akan melahirkan pikiran yang cerdas, tubuh yang sehat, dan pribadi yang lebih produktif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang terus berkembang, mulai dari hoaks, deepfake, penipuan daring, pencurian data pribadi, cyberbullying, judi online, hingga sextortion.

Para siswa diimbau selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta tidak mudah tergiur berbagai tawaran mencurigakan di internet.
“Jempolmu adalah tanggung jawabmu. Gunakan media sosial untuk membangun prestasi, menyebarkan kebaikan, dan menjadi generasi digital yang cerdas, beretika, serta bertanggung jawab,” pungkasnya.(ws)

Berita Terkait

RAPBD 2027 Payakumbuh Diproyeksikan Rp789,21 Miliar
Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh
Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan
HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia
Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn dan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan
Wako Zulmaeta: Madrasah Harus Jadi Benteng Karakter di Tengah Derasnya Arus Digital
Pemko Payakumbuh Mulai Terapkan Manajemen Talenta
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 07:09 WIB

RAPBD 2027 Payakumbuh Diproyeksikan Rp789,21 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 21:31 WIB

Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh

Jumat, 11 September 2026 - 21:24 WIB

Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh

Rabu, 9 September 2026 - 09:47 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 09:38 WIB

HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia

Berita Terbaru

Payakumbuh

RAPBD 2027 Payakumbuh Diproyeksikan Rp789,21 Miliar

Senin, 14 Sep 2026 - 07:09 WIB