Rakor Pemprov Sumbar dan Pemko Payakumbuh, Bahas Bencana, Infrastruktur, hingga Hilirisasi Ekonomi

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah Kota Payakumbuh di Aula Josrizal Zain, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu (25/02/2026). Rakor tersebut dimanfaatkan Pemko Payakumbuh untuk menyampaikan berbagai persoalan strategis daerah sekaligus menyelaraskan program pembangunan tahun 2026–2027.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyampaikan bahwa daerahnya masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan bencana, khususnya banjir akibat luapan Sungai Batang Agam, Batang Lampasi, dan Batang Pulau.

“Kami masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan bencana, terutama banjir akibat luapan sungai. Data dashboard kebencanaan per 25 Desember 2025 menunjukkan perlunya penanganan pascabencana (Jitupasna) yang komprehensif,” kata Zulmaeta.

Rakor yang bertepatan dengan kunjungan Safari Ramadan Pemprov Sumbar itu turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, serta jajaran kepala OPD provinsi dan kota.

Zulmaeta menjelaskan, bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 menyebabkan kerusakan rumah warga dan lahan pertanian di sejumlah wilayah. Pemko Payakumbuh terus memperbarui data dampak bencana dan menyiapkan langkah rehabilitasi.

“Kami berharap ada dukungan percepatan melalui pergeseran anggaran pasca alokasi TKD agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional juga menjadi perhatian. Tumpukan sampah yang belum tertutup tanah serta pengelolaan air lindi yang belum optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Baca Juga :  113 Kontingen Meriahkan Pawai HUT ke-81 RI di Payakumbuh

“Kami mohon dukungan provinsi untuk pemakaian kembali TPA regional pada 2026 serta perbaikan akses jalan menuju TPST selama masa konstruksi,” tambahnya.

Di sektor infrastruktur, Pemko Payakumbuh mengusulkan pemeliharaan jalan provinsi yang rusak akibat cuaca ekstrem dan kendaraan over dimension over load (ODOL). Selain itu, pelebaran Jalan Lingkar Selatan juga didorong untuk mendukung kawasan pergudangan dan distribusi barang.

Sementara itu, kapasitas produksi air minum Perumda Tirta Sago dinilai belum mampu mengimbangi pertumbuhan perumahan. Sebagian besar jaringan pipa yang dibangun sejak era 1980-an kini mengalami tingkat kebocoran tinggi.

“Kami terpaksa menunda rekomendasi bagi 11 pengembang perumahan karena suplai air belum mencukupi. Kami mengusulkan rehabilitasi jaringan, pembangunan instalasi pengolahan air di Limbukan, serta pembangunan reservoir baru,” jelas Zulmaeta.

Pada sektor ekonomi, Pemko Payakumbuh mengungkap peluang kerja sama dengan perusahaan The Sak Bali yang siap menyerap produk dari 1.000 pengrajin rajut dan anyaman. Saat ini, kapasitas pengrajin di Payakumbuh baru sekitar 400 orang.

“Ini peluang emas bagi UMKM kita. Kami membuka kerja sama dengan pengrajin dari daerah sekitar dan berharap provinsi memfasilitasi hilirisasi produk handycraft agar mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Zulmaeta Paparkan Visi Pembangunan Payakumbuh dalam Talkshow Opini

Selain itu, Pemko Payakumbuh juga meminta dukungan peningkatan kualitas lulusan SLTA, fasilitasi penuntasan tapal batas, serta peralihan aset antara Pemko Payakumbuh dan Pemkab Lima Puluh Kota.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi Sumbar.

“Tantangan 2025 adalah wake up call bagi kita semua. Tahun 2026 harus menjadi langkah awal transisi menuju industri olahan, digital, dan berwawasan lingkungan. Target pertumbuhan 5,7 persen bukan mustahil jika transformasi dimulai sekarang,” tegasnya.

Mahyeldi memaparkan empat strategi utama, yakni hilirisasi agroindustri, transformasi pariwisata dan ekonomi hijau, akselerasi digitalisasi UMKM, serta penguatan mitigasi bencana sebagai investasi ekonomi.

Ia menyebut potensi devisa ekspor hingga Rp20 triliun dapat mendorong dampak ekonomi Rp80 triliun dan menyerap 240 ribu tenaga kerja hingga 2029.

“Kita juga harus memandang mitigasi bencana sebagai investasi ekonomi. Percepatan perbaikan jalur vital dan pembangunan pengendali banjir di sentra produksi menjadi kunci ketahanan daerah,” pungkasnya.(ws)

Berita Terkait

Wako Zulmaeta Optimistis Target 40 Emas Payakumbuh di Porprov 2026 Tercapai
Wako Zulmaeta Tinjau Pembangunan Jalan di Batang Agam, Ditargetkan Rampung November
HUT ke-81 TNI, Zulmaeta Perkuat Sinergi Pemko Payakumbuh dengan TNI
500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026
Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen
Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial
Payakumbuh Bidik Lebih dari 40 Medali Emas di Porprov Sumbar XVI
Pemko Payakumbuh dan Kementerian PU Bekali serta Uji Kompetensi 115 Tenaga Kerja Konstruksi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Wako Zulmaeta Optimistis Target 40 Emas Payakumbuh di Porprov 2026 Tercapai

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:28 WIB

HUT ke-81 TNI, Zulmaeta Perkuat Sinergi Pemko Payakumbuh dengan TNI

Rabu, 30 September 2026 - 07:04 WIB

500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026

Senin, 28 September 2026 - 07:20 WIB

Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen

Senin, 28 September 2026 - 07:11 WIB

Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial

Berita Terbaru

Pasaman Barat

Lima Calon Wali Nagari Ophir Adu Gagasan untuk Kemajuan Nagari

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:58 WIB

Olahraga

Balap Sepeda Payakumbuh Tambah Emas dan Dua Perak

Senin, 5 Okt 2026 - 10:42 WIB