Padang,liputansumbar.com
Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui kerja sama pengampuan dengan RSUP dr. M. Djamil Padang sekaligus mengajukan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Kementerian Kesehatan.
Langkah strategis tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di RSUP dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Direktur RSUP dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas tentang Penguatan Pengampuan Tata Kelola Rumah Sakit sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan, kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola rumah sakit sehingga kualitas pelayanan, keselamatan pasien, dan kinerja organisasi dapat terus ditingkatkan.
“Kesepakatan bersama ini menjadi fondasi bagi kita untuk memperkuat tata kelola rumah sakit sehingga mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan kinerja organisasi terus meningkat,” ujar Zulmaeta.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Payakumbuh dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan tata kelola organisasi, pelayanan klinis, pengelolaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, manajemen risiko, mutu dan keselamatan pasien, hingga pengembangan sistem informasi rumah sakit.
Kerja sama itu juga mencakup pendampingan, konsultasi, pembinaan, monitoring, dan evaluasi untuk meningkatkan kapasitas RSUD dr. Adnaan WD serta mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.
“Tujuan kami adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin berkualitas,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Zulmaeta menyerahkan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai upaya memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
Proposal tersebut mencakup pembangunan Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) senilai Rp26 miliar, pembangunan gedung poliklinik sebesar Rp82 miliar, serta pembangunan ruang rawat inap dengan nilai investasi Rp92 miliar.
Menurut Zulmaeta, keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi tantangan dalam mewujudkan pengembangan fasilitas kesehatan secara mandiri. Karena itu, dukungan pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Lima Puluh Kota,” katanya.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus menjalankan program pembangunan dan pengembangan rumah sakit umum daerah di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.
Ia meminta Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD dr. Adnaan WD untuk mengawal seluruh tahapan pengajuan proposal agar seluruh persyaratan administrasi maupun teknis dapat dipenuhi dengan baik.
“Proposal ini harus dikawal oleh Kepala Dinas dan Direktur Rumah Sakit agar prosesnya berjalan baik dan dapat direalisasikan,” tegas Menteri Kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Payakumbuh didampingi Asisten I Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Kepala Bagian Pemerintahan Danil Defo, Kepala Bagian Protokol Diki Engla Mardianto, serta Direktur RSUD dr. Adnaan WD Efriza Naldi.
Zulmaeta menegaskan, Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan nasional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas RSUD dr. Adnaan WD.
Menurutnya, penguatan kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih modern, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat, sekaligus memperkuat peran RSUD dr. Adnaan WD sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Sinergi dengan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan nasional akan terus kami perkuat agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin maju dan berkualitas,” pungkas Zulmaeta.(ws)








