Bupati Limapuluh Kota Gaet Investor Malaysia untuk Dorong Ekspor Tembakau dan Nira Aren

- Jurnalis

Kamis, 29 Mei 2025 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota,liputansumbar

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan membuka akses pasar internasional. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menghadirkan langsung investor asing untuk meninjau potensi pertanian di lapangan.

Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, bersama jajaran dinas teknis, pada Rabu (28/5), mengunjungi sentra pertanian di Nagari Baruah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, serta Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Kunjungan ini bertujuan memperlihatkan potensi unggulan daerah kepada investor dari Malaysia, khususnya komoditas tembakau dan nira aren.

Investor yang hadir antara lain Dato’ Tahir Jalaluddin bin Hussain (Direktur Pensonic Holding Berhad), Tuan Shamsuddin bin Sultan Mohd, Tuan Mohd Akram Poshni dari Key Traders Sdn. Bhd., serta Mr. Lim Kean Luen. Turut serta dalam rombongan, Direktur Politeknik Ganesa Medan, Didimg Kusnasi.

Baca Juga :  Sekretaris Utama BNPB Tinjau Pembangunan Huntara di Gunuang Omeh Limapuluh Kota

“Kita tunjukkan bahwa Limapuluh Kota punya produk pertanian berkualitas. Bukan sekadar hasil panen, tapi juga tradisi pengolahan yang bisa dikembangkan untuk pasar global. Kami berharap mereka tak hanya mencarikan pasar, tetapi juga berinvestasi langsung di sini demi kesejahteraan petani,” ujar Bupati Safni.

Para investor disuguhi proses langsung pengolahan tembakau dan produksi gula aren dari pohon nira yang tumbuh subur di wilayah perbukitan. Bahkan, Bupati turun tangan mempraktikkan pengolahan bersama para petani sebagai bentuk komitmen mendalam pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  Pj. Walikota Suprayitno: Musrenbang Adalah Kunci Penyusunan Prioritas Pembangunan Payakumbuh

Langkah ini juga menjadi jawaban atas janji Bupati kepada warga Nagari Baruah Gunuang, yang sebelumnya meminta solusi pemasaran hasil tembakau dan pengembangan potensi aren.

Kepala Dinas Pertanian Limapuluh Kota, Witra Porsepwandi, menegaskan bahwa kehadiran investor membuka peluang hilirisasi produk pertanian. “Kita belum bicara investasi besar, tapi ini adalah permulaan yang menjanjikan. Jika berlanjut, bisa terwujud pabrik atau unit pengolahan yang meningkatkan nilai tambah produk petani,” jelasnya.

Selain tembakau dan nira, Limapuluh Kota juga memiliki potensi besar lainnya di bidang kopi, jeruk, dan hortikultura yang siap dikembangkan bersama mitra asing. (rel)

Berita Terkait

DPRD Limapuluh Kota Perdalam Ranperda Pesantren dan Pendidikan Diniyah, TPQ hingga Rumah Tahfidz Diusulkan Masuk Secara Spesifik
Sengketa Tanah Ulayat Kampuang Pitapang Ikua Tanjuang Memanas, Dugaan Pemalsuan Dokumen Adat Muncul Jelang Eksekusi
Ponpes dan MDT di Limapuluh Kota Berpeluang Dapat Pendanaan APBD, DPRD Godok Ranperda Pesantren
Bencana Meluas, DPRD Kritik Keras Respons Pemkab Limapuluh Kota
Padi Siap Panen Ludes, Jeritan Petani Pecah di Situjuh Tungkar
Wako Zulmaeta Apresiasi Pengabdian Letkol Ucok Namara, Sambut Dandim Baru 0306/50 Kota
2.000 Warga Situjuah Ladang Laweh Limapuluh Kota Terisolasi
Dugaan Perundungan di Asrama ICBS Harau Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 571 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:04 WIB

DPRD Limapuluh Kota Perdalam Ranperda Pesantren dan Pendidikan Diniyah, TPQ hingga Rumah Tahfidz Diusulkan Masuk Secara Spesifik

Senin, 1 Juni 2026 - 14:37 WIB

Sengketa Tanah Ulayat Kampuang Pitapang Ikua Tanjuang Memanas, Dugaan Pemalsuan Dokumen Adat Muncul Jelang Eksekusi

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:58 WIB

Ponpes dan MDT di Limapuluh Kota Berpeluang Dapat Pendanaan APBD, DPRD Godok Ranperda Pesantren

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:04 WIB

Bencana Meluas, DPRD Kritik Keras Respons Pemkab Limapuluh Kota

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:29 WIB

Padi Siap Panen Ludes, Jeritan Petani Pecah di Situjuh Tungkar

Berita Terbaru