Payakumbuh Selatan Luncurkan “Seribu Asa Bebas Stunting”, Sekaligus Canangkan Zona Integritas WBK-WBBM

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Kecamatan Payakumbuh Selatan resmi meluncurkan inovasi “Seribu Asa Bebas Stunting” bersamaan dengan pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), di Kantor Camat Payakumbuh Selatan, Padang Karambia, Senin (04/05/2026).

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Asisten I Nofriwandi menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjawab isu strategis nasional terkait stunting.

“Ini langkah kita menjawab isu strategis nasional terkait stunting yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi berkaitan erat dengan kualitas gizi, kesehatan, hingga pola asuh yang menentukan masa depan generasi.

“Kita mengapresiasi langkah konkret Kecamatan Payakumbuh Selatan melalui inovasi ‘Seribu Asa Bebas Stunting’. Ini bukan hanya program, tetapi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.

Menurutnya, anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif lebih rendah, produktivitas menurun, serta lebih rentan terhadap penyakit di masa depan. Oleh sebab itu, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Perkuat Pengendalian Program, Monev OPD Triwulan I 2026 Digelar Tiga Hari

Ia juga menekankan pentingnya peran ibu dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal, melalui edukasi gizi seimbang, pemenuhan kebutuhan pada 1.000 hari pertama kehidupan, serta pola asuh yang tepat.

“Kolaborasi berbagai pihak, termasuk TP-PKK, Bunda PAUD, dan kader posyandu sangat penting dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen penuh mendukung percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor.

“Dengan kolaborasi yang baik, kita yakin Payakumbuh Selatan dapat menjadi contoh kecamatan yang mampu menekan angka stunting secara signifikan,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Payakumbuh Selatan Dewi Mulia mengatakan, program “Seribu Asa Bebas Stunting” merupakan inovasi berbasis partisipasi masyarakat untuk memperkuat intervensi gizi dan kesehatan anak.

“Program ini kita rancang sebagai langkah kolaboratif untuk mempercepat penurunan stunting, sekaligus melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari program DAHSYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang sebelumnya digagas bersama DP3AP2KB dan Dinas Kesehatan. Seiring perkembangan kebijakan, intervensi kini diselaraskan dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran.

“Ke depan, kita fokus pada pemberian susu dan makanan tinggi protein yang dapat membantu memicu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal,” katanya.

Baca Juga :  Wako Zulmaeta Tinjau Pembangunan Jalan di Batang Agam, Ditargetkan Rampung November

Selain intervensi gizi, program ini juga dilengkapi dengan layanan pemijatan bayi oleh terapis dari Puskesmas Padang Karambia guna mendukung stimulasi tumbuh kembang anak sejak dini.

“Melalui pendekatan ini, kita ingin memastikan intervensi yang diberikan tidak hanya dari sisi gizi, tetapi juga stimulasi tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Payakumbuh Selatan menyatakan komitmen mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM melalui penandatanganan pakta integritas.

“Kami berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimca, BNN, Puskesmas Padang Karambia, Ketua KAN, Bundo Kanduang, serta berbagai lembaga kemasyarakatan.

“Jika hari ini kita abai, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan generasi kita. Tapi jika kita bergerak bersama sekarang, kita sedang menyiapkan Payakumbuh yang lebih kuat, lebih cerdas, dan bebas stunting. Ini bukan pilihan, ini keharusan,” pungkasnya.(ws)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh Bidik Predikat Informatif dalam Monev KI Sumbar 2026
Cabai Merah Rp50 Ribu per Kilogram Jadi Buruan Warga di Gerakan Pangan Murah Payakumbuh
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Pakan Selasa Payakumbuh
49 Warga PPKS Payakumbuh Terima Bantuan ATENSI Kemensos
Kebakaran Los Batiah Pasar Blok Timur Payakumbuh Hanguskan 24 Petak Dagangan
Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar
Dramatis! Payakumbuh Taklukkan Sawahlunto 2-1 Lewat Extra Time
Wako Zulmaeta Optimistis Target 40 Emas Payakumbuh di Porprov 2026 Tercapai
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Pemko Payakumbuh Bidik Predikat Informatif dalam Monev KI Sumbar 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Cabai Merah Rp50 Ribu per Kilogram Jadi Buruan Warga di Gerakan Pangan Murah Payakumbuh

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:07 WIB

49 Warga PPKS Payakumbuh Terima Bantuan ATENSI Kemensos

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Kebakaran Los Batiah Pasar Blok Timur Payakumbuh Hanguskan 24 Petak Dagangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar

Berita Terbaru