Payakumbuh,liputansumbar.com
Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal melalui kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari 2026 yang digelar Kenagarian Koto Panjang, Ahad (19/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen menjaga kelestarian tradisi Manaiak An Siriah sebagai warisan budaya Minangkabau sekaligus media penanaman nilai-nilai adat, agama, dan karakter kepada generasi muda.
Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh Nofriwandi menghadiri kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat adat yang terus berperan aktif menjaga serta mewariskan tradisi kepada generasi penerus.
“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Nofriwandi.
Ia menegaskan, tradisi Manaiak An Siriah bukan sekadar rangkaian prosesi adat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, melainkan juga mengandung makna penghormatan kepada keluarga serta menjadi bagian dari syiar Islam yang diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi Manaiak An Siriah merupakan wujud pelestarian nilai-nilai adat dan syiar Islam yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau,” katanya.
Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian tradisi menjadi langkah penting untuk menjaga jati diri masyarakat agar tidak kehilangan identitas budaya.
Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga adat, seperti Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta Bundo Kanduang dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Nofriwandi menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Minangkabau.
“Adat dan agama tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling menguatkan dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan adat sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya sekaligus menjaga identitas sebagai urang Minang.
“Jangan sampai perkembangan zaman mengikis jati diri kita sebagai urang Minang yang menjunjung tinggi adat, sopan santun, dan nilai-nilai keagamaan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Panjang AS Dt. Majolobiah Nan Kuniang menjelaskan bahwa tradisi Manaiak An Siriah merupakan simbol dimulainya perjalanan membangun rumah tangga yang tidak hanya menyatukan dua mempelai, tetapi juga mempererat hubungan dua kaum dan dua keluarga besar melalui musyawarah, penghormatan kepada niniak mamak, serta restu keluarga.
Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna yang sangat dalam sebagai perekat hubungan sosial dalam masyarakat Minangkabau dan menjadi salah satu identitas budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
Ia pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap pelaksanaan kegiatan adat yang dinilai menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan tradisi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari. Semoga tradisi ini tetap terpelihara dan terus diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian adat dan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat.
Pelestarian tradisi diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai identitas budaya Minangkabau yang berlandaskan nilai-nilai adat dan agama.(ws)








