Pemko Payakumbuh Perkuat Pelestarian Tradisi Manaiak An Siriah Lewat Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari 2026

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal melalui kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari 2026 yang digelar Kenagarian Koto Panjang, Ahad (19/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen menjaga kelestarian tradisi Manaiak An Siriah sebagai warisan budaya Minangkabau sekaligus media penanaman nilai-nilai adat, agama, dan karakter kepada generasi muda.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh Nofriwandi menghadiri kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat adat yang terus berperan aktif menjaga serta mewariskan tradisi kepada generasi penerus.

“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Nofriwandi.

Ia menegaskan, tradisi Manaiak An Siriah bukan sekadar rangkaian prosesi adat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, melainkan juga mengandung makna penghormatan kepada keluarga serta menjadi bagian dari syiar Islam yang diwariskan secara turun-temurun.

“Tradisi Manaiak An Siriah merupakan wujud pelestarian nilai-nilai adat dan syiar Islam yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau,” katanya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Meriahkan Road to Police Woman Run 2026 Dharmasraya, Semarak Hari Bhayangkara ke-80

Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian tradisi menjadi langkah penting untuk menjaga jati diri masyarakat agar tidak kehilangan identitas budaya.

Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga adat, seperti Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta Bundo Kanduang dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Nofriwandi menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Adat dan agama tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling menguatkan dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan adat sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya sekaligus menjaga identitas sebagai urang Minang.

“Jangan sampai perkembangan zaman mengikis jati diri kita sebagai urang Minang yang menjunjung tinggi adat, sopan santun, dan nilai-nilai keagamaan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Panjang AS Dt. Majolobiah Nan Kuniang menjelaskan bahwa tradisi Manaiak An Siriah merupakan simbol dimulainya perjalanan membangun rumah tangga yang tidak hanya menyatukan dua mempelai, tetapi juga mempererat hubungan dua kaum dan dua keluarga besar melalui musyawarah, penghormatan kepada niniak mamak, serta restu keluarga.

Baca Juga :  Pj,Walikota Suprayitno Inpektur Upacara Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-76 di halaman Balai Kota Payakumbuh

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna yang sangat dalam sebagai perekat hubungan sosial dalam masyarakat Minangkabau dan menjadi salah satu identitas budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Ia pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap pelaksanaan kegiatan adat yang dinilai menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan tradisi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari. Semoga tradisi ini tetap terpelihara dan terus diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian adat dan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat.

Pelestarian tradisi diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai identitas budaya Minangkabau yang berlandaskan nilai-nilai adat dan agama.(ws)

Berita Terkait

Warga Payakumbuh Barat Keluhkan Air PDAM Tidak Jernih dan Berwarna Hijau Lumut
Fraksi NasDem Soroti Kemandirian Fiskal dan Lonjakan Belanja Modal dalam Perubahan APBD Payakumbuh 2026
Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026
Festival Archery Merdeka 2026 Dukung Pembinaan Atlet dan Sport Tourism Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Perkuat PAUD sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun
Jumat Berkah Berbagi, 55 Anak Yatim di Koto Panjang Dalam Makan Bersama Warga
Pemko Payakumbuh Tertibkan Bangunan Melanggar Ketentuan di Batang Agam dan Jalan Imam Bonjol
Pemko Payakumbuh Dorong Ketahanan Pangan melalui Lomba Pengolahan Pangan Lokal B2SA 2026
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Warga Payakumbuh Barat Keluhkan Air PDAM Tidak Jernih dan Berwarna Hijau Lumut

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Fraksi NasDem Soroti Kemandirian Fiskal dan Lonjakan Belanja Modal dalam Perubahan APBD Payakumbuh 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Festival Archery Merdeka 2026 Dukung Pembinaan Atlet dan Sport Tourism Payakumbuh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Jumat Berkah Berbagi, 55 Anak Yatim di Koto Panjang Dalam Makan Bersama Warga

Berita Terbaru

Payakumbuh

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:20 WIB