Serentak se-Sumbar, Payakumbuh Resmi Terapkan Pidana Alternatif Berbasis Restoratif

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan pidana kerja sosial sebagai alternatif hukuman bagi pelaku tindak pidana. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Payakumbuh, Ulil Azmi, pada Senin (1/12/2025) di Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Penandatanganan ini merupakan bagian dari kegiatan serentak se-Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, serta diikuti oleh seluruh kabupaten/kota secara virtual.

Kerjasama tersebut dituangkan dalam dokumen bernomor 130/11/FKS-PYK/XII/2025 (Pemko) dan B-02/L.3.12/E-2/12/2025 (Kejari), menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan restorative justice serta penerapan pidana kerja sosial di Kota Payakumbuh. Kebijakan ini sejalan dengan upaya nasional untuk mewujudkan peradilan yang lebih humanis, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Wali Kota Zulmaeta: Kesempatan Memperbaiki Kesalahan

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan program ini. Ia menyebut bahwa pihaknya siap merancang kegiatan yang dapat menjadi ruang kontribusi bagi pelaku tindak pidana, mulai dari penataan lingkungan, penghijauan, hingga program-program sosial lainnya.

Baca Juga :  Dendam Berujung Petaka, Satreskrim Polres Payakumbuh Tetapkan Pembakar Beranda Cafe Jadi Tersangka

“Program ini bukan sekadar pemberian hukuman, tetapi memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan kembali berkontribusi positif. Prinsipnya, keadilan dapat dirasakan negara, korban, dan masyarakat,” ujar Zulmaeta.

Ia menambahkan bahwa pidana kerja sosial membuka ruang pemulihan, bukan hanya pembalasan, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Gubernur Mahyeldi Tekankan Nilai Edukatif

Dalam sambutan virtual, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa pidana kerja sosial memiliki nilai edukatif yang kuat. Menurutnya, program ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi beban lembaga pemasyarakatan sekaligus mendorong pelaku untuk memperbaiki diri.

Kepala Kejati Sumbar, Muhibuddin, juga menekankan pentingnya payung hukum yang jelas dalam pelaksanaan pidana alternatif tersebut. Ia memastikan bahwa model hukuman ini akan diterapkan secara terukur dan tetap diawasi sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Payakumbuh Layak Jadi Kota Event, Perayaan HUT RI Buktikan Multi Efek Ekonomi

Implementasi Mulai di Payakumbuh dan Seluruh Sumbar

Dengan adanya perjanjian kerjasama ini, Kota Payakumbuh bersama daerah lain di Sumatera Barat mulai mengimplementasikan pidana alternatif yang fokus pada pemulihan dan kontribusi sosial. Penerapan sistem ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju peradilan yang lebih humanis, efisien, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Program pidana kerja sosial juga membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk berinovasi dalam menciptakan kegiatan yang produktif dan bermanfaat, sehingga pelaku tindak pidana dapat menjalani hukuman yang mendidik tanpa mengabaikan kepentingan korban dan masyarakat.

Payakumbuh kini menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong sistem peradilan berbasis pemulihan, sejalan dengan kebijakan Kejaksaan dan pemerintah provinsi dalam mewujudkan keadilan yang lebih inklusif dan bermartabat.(ws)

Berita Terkait

Wako Zulmaeta Optimistis Target 40 Emas Payakumbuh di Porprov 2026 Tercapai
Wako Zulmaeta Tinjau Pembangunan Jalan di Batang Agam, Ditargetkan Rampung November
HUT ke-81 TNI, Zulmaeta Perkuat Sinergi Pemko Payakumbuh dengan TNI
500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026
Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen
Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial
Payakumbuh Bidik Lebih dari 40 Medali Emas di Porprov Sumbar XVI
Pemko Payakumbuh dan Kementerian PU Bekali serta Uji Kompetensi 115 Tenaga Kerja Konstruksi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Wako Zulmaeta Optimistis Target 40 Emas Payakumbuh di Porprov 2026 Tercapai

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:28 WIB

HUT ke-81 TNI, Zulmaeta Perkuat Sinergi Pemko Payakumbuh dengan TNI

Rabu, 30 September 2026 - 07:04 WIB

500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026

Senin, 28 September 2026 - 07:20 WIB

Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen

Senin, 28 September 2026 - 07:11 WIB

Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial

Berita Terbaru

Pasaman Barat

Lima Calon Wali Nagari Ophir Adu Gagasan untuk Kemajuan Nagari

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:58 WIB

Olahraga

Balap Sepeda Payakumbuh Tambah Emas dan Dua Perak

Senin, 5 Okt 2026 - 10:42 WIB