Pemko Payakumbuh Perkuat PAUD sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun dengan mendorong setiap anak mendapatkan layanan pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Gebyar PAUD se-Kota Payakumbuh yang digelar di halaman Balai Kota Payakumbuh, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu diikuti hampir 9.000 peserta.
Peserta terdiri atas 3.280 murid PAUD, 173 tenaga pendidik, serta orang tua dan unsur masyarakat lainnya.

Penguatan layanan PAUD ini sejalan dengan arah kebijakan nasional Wajib Belajar 13 Tahun yang menempatkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai fondasi sebelum anak memasuki sekolah dasar.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan masa usia dini merupakan periode yang sangat penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kemampuan sosial, dan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar.

“Anak-anak harus mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pemenuhan hak, serta dukungan penuh untuk mengembangkan potensinya. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, dan keluarga,” kata Rida.

Menurutnya, penguatan PAUD tidak hanya berkaitan dengan upaya memperluas akses pendidikan bagi anak usia dini, tetapi juga memastikan terciptanya lingkungan tumbuh kembang yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan anak secara optimal.

Baca Juga :  Pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan di Payakumbuh: Perkuat Tanggapan Cepat terhadap Bencana

Dalam kesempatan tersebut, Rida juga mengingatkan para orang tua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko anak terpapar konten negatif dan perundungan siber, sekaligus mengurangi kesempatan mereka untuk bermain dan berinteraksi secara langsung.

“Anak-anak perlu diberikan ruang yang cukup untuk bermain, belajar, dan berinteraksi secara langsung agar tumbuh kembang mereka berlangsung secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Payakumbuh, Ny. Eni Zulmaeta, mengatakan layanan pendidikan prasekolah merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak anak sekaligus fondasi menuju pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun.

Ia mengajak seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan PAUD, mulai dari HIMPAUDI, IGTKI-PGRI, PKG PAUD, hingga Gugus PAUD, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dan inklusif.

“Kita ingin memastikan tidak ada anak di Payakumbuh yang kehilangan kesempatan mengenyam PAUD sebelum masuk SD. Pemenuhan hak anak, termasuk kesehatan, gizi seimbang, dan pencegahan stunting, merupakan langkah awal kita menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” kata Eni.

Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini. Karena itu, pendidikan tidak dapat dipisahkan dari perhatian terhadap kesehatan, kecukupan gizi, perlindungan anak, serta pencegahan stunting.
Ketua Pelaksana Gebyar PAUD, Elfriza Zaharman, mengatakan kegiatan tersebut dikemas melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif yang melibatkan anak, tenaga pendidik, dan orang tua.

Baca Juga :  Wawako Payakumbuh Pimpin Upacara Hardiknas 2025: "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu"

Berbagai kegiatan digelar untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, di antaranya jalan santai, senam bersama, unjuk bakat siswa, serta lomba tarik tambang yang mempertemukan guru dan orang tua.

“Melalui suasana yang menyenangkan ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta nilai-nilai nasionalisme sejak dini. Keterlibatan aktif orang tua dalam acara ini sekaligus memperkuat kemitraan antara keluarga dan satuan pendidikan,” kata perempuan yang akrab disapa Chece itu.

Gebyar PAUD se-Kota Payakumbuh menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, pendidik, keluarga, dan masyarakat dalam memenuhi hak pendidikan anak usia dini.

Dengan semakin kuatnya layanan PAUD, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap setiap anak memperoleh fondasi yang cukup sebelum memasuki pendidikan dasar. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan membangun generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(ws)

Berita Terkait

500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026
Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen
Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial
Payakumbuh Bidik Lebih dari 40 Medali Emas di Porprov Sumbar XVI
Pemko Payakumbuh dan Kementerian PU Bekali serta Uji Kompetensi 115 Tenaga Kerja Konstruksi
Wali Kota Zulmaeta Dorong PWI Paliko Perkuat Profesionalisme dan Etika Jurnalistik
Hari Pramuka ke-65, Pemko Payakumbuh Dorong Generasi Muda Kreatif
Payakumbuh Jadi Salah Satu dari Tiga Daerah Pelaksana Kriyasi Nasional
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:04 WIB

500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026

Senin, 28 September 2026 - 07:20 WIB

Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen

Senin, 28 September 2026 - 07:11 WIB

Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial

Senin, 28 September 2026 - 07:03 WIB

Payakumbuh Bidik Lebih dari 40 Medali Emas di Porprov Sumbar XVI

Minggu, 27 September 2026 - 05:49 WIB

Wali Kota Zulmaeta Dorong PWI Paliko Perkuat Profesionalisme dan Etika Jurnalistik

Berita Terbaru

Payakumbuh

Payakumbuh Bidik Lebih dari 40 Medali Emas di Porprov Sumbar XVI

Senin, 28 Sep 2026 - 07:03 WIB