600 KK di Situjuah Ladang Laweh Tak Lagi Terisolasi, DPRD Kritisi Kinerja BPBD

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota,liputansumbar.com

Sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.053 jiwa di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, akhirnya tidak lagi terisolasi setelah akses jalan kabupaten ruas Ladang Laweh–Batas Batusangkar berhasil dibuka kembali, Kamis siang (14/5/2026).

Jalan yang sebelumnya tertutup material longsor dibersihkan secara manual oleh ratusan warga melalui gotong royong, dibantu mobil penggelontor air milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) serta personel BPBD.

“Jalan sudah bisa dilalui, setelah ratusan masyarakat kami secara manual membersihkan material longsor. Alat berat pemda yang ditunggu baru datang sore hari, selepas warga kami goro,” kata Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi Dt Sinaro Paneh, didampingi Ketua Bamus Ustad Yulius, Kepala Jorong Atas Riswan, dan Kepala Jorong Bawah Rijola Andiko.

Meski akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan, Mawardi menyebut kondisi di lokasi longsor masih membutuhkan penanganan serius menggunakan alat berat. Lereng tebing di sekitar titik longsor masih dipenuhi material tanah berlumpur dan batang kayu tumbang yang berpotensi kembali longsor.

Selain itu, bahu jalan yang terban ke jurang juga memerlukan pembangunan penahan atau turap agar akses jalan lebih aman bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Dorong Karang Taruna Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

“Sekitar seratus meter dari lokasi longsor, badan jalan kabupaten juga berlubang mirip sinkhole Situjuah. Lubang ini belum ditimbun sama sekali. Untuk sementara warga yang keluar-masuk nagari masih harus lewat jalan lama yang sebelumnya sudah tidak dipakai karena bekas longsor,” ujar Mawardi bersama Riswan.

Di sisi lain, Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, menilai penanganan bencana oleh BPBD Limapuluh Kota berjalan lambat dan kehilangan momentum dalam menetapkan status tanggap darurat bencana.

Menurutnya, kondisi yang terjadi sudah memenuhi syarat penetapan tanggap darurat karena warga sempat terisolasi, tiga sekolah diliburkan, dan aktivitas ekonomi masyarakat terganggu akibat pedagang tidak dapat menuju pasar nagari yang digelar setiap Rabu.

“Contoh kelambanan penetapan status tanggap darurat ini, petugas yang datang tak dibekali logistik memadai. Bahkan untuk alat berat saja sempat kesulitan memikirkan BBM-nya,” kata Fajar Vesky.

Ia menegaskan, penetapan status tanggap darurat penting dilakukan agar penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar dalam APBD 2026 dapat segera dimanfaatkan untuk penanganan bencana.

“Kalau dana operasional terbatas, tetapkan status tanggap darurat untuk melegalisasi penggunaan dana BTT. Kita punya Rp2,5 miliar untuk kondisi seperti ini. Jangan ditahan-tahan,” tegasnya.

Baca Juga :  Dinas Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh Kenalkan Bahaya Kebakaran kepada Siswa TK, Masyarakat Soroti Aspek Keamanan

Fajar juga mengingatkan agar performa BPBD Limapuluh Kota yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu BPBD terbaik tingkat nasional tidak mengalami penurunan.

“Manajerial di BPBD harus komunikatif, berjiwa lapangan, memahami aturan, dan tidak takut mengambil kebijakan agar masyarakat tidak menderita saat bencana terjadi,” ujarnya.

Menurut Fajar, bencana dalam beberapa hari terakhir tidak hanya terjadi di Situjuah Ladang Laweh, tetapi juga melanda sejumlah wilayah lain di Kabupaten Limapuluh Kota seperti Nagari Tungkar, Situjuah Batua, Situjuah Banda Dalam, hingga longsor di ruas jalan provinsi Payakumbuh–Lintau di Lareh Sago Halaban dan Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru.

Ia mendesak pemerintah daerah segera menangani badan jalan berlubang yang menyerupai sinkhole di ruas Ladang Laweh–Batas Batusangkar karena dinilai masih membahayakan masyarakat.

“Khusus jalan kabupaten yang berlubang mirip sinkhole itu harus segera ditimbun. Akses sementara saat ini belum aman karena titik tersebut pernah longsor sebelumnya,” katanya.

Selain itu, Fajar juga meminta perhatian terhadap bencana di Nagari Tungkar dan Situjuah Batua, termasuk longsor yang merusak halaman rumah warga, jalan, irigasi, sawah, hingga kebutuhan normalisasi Sungai Batang Sandir.(ws)

Berita Terkait

500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026
Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen
Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial
Payakumbuh Bidik Lebih dari 40 Medali Emas di Porprov Sumbar XVI
Pemko Payakumbuh dan Kementerian PU Bekali serta Uji Kompetensi 115 Tenaga Kerja Konstruksi
Wali Kota Zulmaeta Dorong PWI Paliko Perkuat Profesionalisme dan Etika Jurnalistik
Hari Pramuka ke-65, Pemko Payakumbuh Dorong Generasi Muda Kreatif
Payakumbuh Jadi Salah Satu dari Tiga Daerah Pelaksana Kriyasi Nasional
Berita ini 280 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:04 WIB

500 Kontingen Payakumbuh Resmi Dilepas, Siap Berlaga di Porprov Sumbar XVI 2026

Senin, 28 September 2026 - 07:20 WIB

Pemko Payakumbuh Siapkan Pengendalian Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen

Senin, 28 September 2026 - 07:11 WIB

Pemko Payakumbuh Gandeng Karang Taruna Kembangkan Ekonomi Produktif dan Atasi Persoalan Sosial

Senin, 28 September 2026 - 07:03 WIB

Payakumbuh Bidik Lebih dari 40 Medali Emas di Porprov Sumbar XVI

Senin, 28 September 2026 - 06:47 WIB

Pemko Payakumbuh dan Kementerian PU Bekali serta Uji Kompetensi 115 Tenaga Kerja Konstruksi

Berita Terbaru

Olahraga

Panahan Buka Keran Medali Payakumbuh di Porprov Sumbar 2026

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:26 WIB

Olahraga

Delapan Tahun Vakum, Porprov Sumbar XVI Kembali Digelar

Jumat, 2 Okt 2026 - 07:16 WIB