Lima Puluh Kota,liputansumbar.com
Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0306/50 Kota di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki pertengahan pelaksanaan, sejumlah sasaran tambahan berhasil dituntaskan hingga mencapai 100 persen, sementara pengerjaan sasaran fisik utama terus dikebut.
Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota, Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata, mengatakan dua program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat telah selesai sepenuhnya, yakni pembukaan lahan ketahanan pangan seluas satu hektare dan penyaluran paket makanan bergizi bagi anak-anak penderita stunting.
“Dua program krusial yang menyentuh langsung aspek kesehatan dan ketahanan masyarakat telah selesai sepenuhnya, yaitu pembukaan lahan ketahanan pangan seluas satu hektar serta penyaluran paket makanan bagi penderita stunting di wilayah setempat,” ujar Dandim saat meninjau lokasi TMMD, Minggu (19/7/2026).
Selain itu, berbagai kegiatan sosial lainnya juga telah rampung 100 persen. Di antaranya pembagian paket sembako kepada masyarakat, pelayanan kesehatan gratis, penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, serta pelaksanaan bazar murah yang disambut antusias warga Nagari Sarilamak.
Di sektor pembangunan fisik, Satgas TMMD terus mengoptimalkan pekerjaan dengan melibatkan sinergi TNI, Polri, dan masyarakat. Sebanyak 46 personel gabungan, terdiri dari 35 prajurit TNI, lima anggota Polri, serta enam warga setempat, bekerja bersama memanfaatkan cuaca yang mendukung untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
Hingga saat ini, penyiapan badan jalan sepanjang 2.700 meter dengan lebar tujuh meter telah mencapai progres 52 persen. Pembangunan Tugu TMMD berada di angka 38 persen, pemasangan pasangan batu sepanjang 100 meter mencapai 35,5 persen, sementara program TNI Manunggal Air Bersih telah terealisasi sebesar 32 persen.
Sementara itu, pembangunan tujuh unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah mencapai progres 30 persen. Pekerjaan penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter telah selesai 27 persen, sedangkan pemasangan gorong-gorong di lima titik telah mencapai 20 persen.
Untuk tahap pengerasan jalan menggunakan material sertu sepanjang 2.550 meter masih berada pada tahap persiapan dan akan segera dimulai setelah seluruh proses penyiapan badan jalan serta penurunan elevasi selesai dilaksanakan.
Di sisi lain, sasaran nonfisik berupa 15 materi penyuluhan lintas sektoral masih belum dimulai dan tercatat pada progres nol persen. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), penyuluhan dari BKKBN, BNN, BNPB, Dinas Kesehatan, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Menurut Dandim, seluruh agenda penyuluhan telah disusun secara bertahap dan akan dilaksanakan seiring perkembangan pekerjaan fisik di lapangan.
“Sampai dengan saat ini, seluruh aktivitas TMMD di Buluh Kasok berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali tanpa ada hambatan menonjol di lapangan. Kemanunggalan antara TNI, Polri, dan rakyat terbukti nyata dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tegasnya.
Kepala Jorong Buluh Kasok, Edison, turut mengapresiasi percepatan penyelesaian berbagai sasaran tambahan TMMD. Menurutnya, program ketahanan pangan, bantuan bagi anak stunting, pelayanan kesehatan, hingga bazar murah telah memberikan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.
“Percepatan penuntasan sasaran tambahan ini memberikan dampak instan yang nyata bagi pemenuhan gizi anak-anak dan penguatan cadangan pangan di wilayah kami. Kehadiran program sosial dan kesehatan gratis juga sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat selama pembangunan infrastruktur berlangsung,” ujarnya.
Program TMMD ke-129 di Jorong Buluh Kasok menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Selain meningkatkan akses infrastruktur, program ini juga memperkuat ketahanan pangan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.(ws)








