Tiga Program Prioritas Perumda Tirta Sago Payakumbuh Benahi Manajemen hingga Pasokan Air

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sago Kota Payakumbuh, Pretty Diawati, menetapkan tiga program prioritas jangka pendek untuk memperkuat kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Ketiga program tersebut meliputi pembenahan manajemen internal, penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), serta pengembangan sumber air baku untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan air bersih.

“Pembenahan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan agar lebih efektif, profesional, dan akuntabel,” ungkap Pretty dalam pembahasan mengenai pengelolaan Perumda Tirta Sago.

Menurut dia, perbaikan kinerja perusahaan tidak cukup dilakukan melalui perubahan kebijakan. Diperlukan evaluasi kinerja setiap bidang, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pembenahan sistem kerja yang berorientasi pada hasil dan kepentingan pelanggan.

“Setiap bagian harus memahami persoalan sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Penanganan masalah harus berdasarkan kondisi di lapangan, sehingga langkah yang diambil tepat sasaran,” ujarnya.

Program pertama difokuskan pada pembenahan manajemen internal dan penguatan koordinasi antarbagi­an. Langkah ini bertujuan memastikan setiap persoalan operasional ditangani secara terukur, dengan pembagian tanggung jawab dan evaluasi yang jelas.

Pretty menilai, peningkatan kompetensi pegawai juga menjadi faktor penting dalam memperbaiki kinerja perusahaan.

Setiap personel perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang tugasnya, mulai dari aspek teknis, pelayanan pelanggan, administrasi hingga pengelolaan perusahaan.

Selain itu, setiap keputusan harus didasarkan pada ketentuan yang berlaku,prosedur operasional standar (SOP),serta pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebagai perusahaan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, kita harus menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional, keberlanjutan usaha, dan kualitas pelayanan publik,” imbuhnya.

Baca Juga :  DPRD Setujui Pencabutan Perda RDTR 2018–2038, Pemko Payakumbuh Siapkan Regulasi Baru

Ia berharap pembenahan tersebut tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi menghasilkan perubahan nyata, terutama dalam kecepatan pelayanan, penyelesaian pengaduan, dan efektivitas kerja seluruh unit.

Program kedua menyasar penurunan tingkat kehilangan air atau NRW.
Persoalan ini menjadi salah satu tantangan perusahaan air minum karena dapat memengaruhi efisiensi produksi, pendapatan perusahaan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Kehilangan air dapat disebabkan kebocoran jaringan perpipaan, kerusakan sambungan, ketidakakuratan meter pelanggan, serta penggunaan air melalui sambungan tidak resmi.

Persoalan pencatatan dan administrasi juga perlu diperiksa untuk memastikan seluruh air yang didistribusikan tercatat secara akurat.

Karena itu, penanganan NRW membutuhkan pemetaan masalah secara menyeluruh dengan melibatkan bagian teknik, pelayanan pelanggan, dan unit administrasi.
Perbaikan jaringan yang belum memenuhi standar teknis juga perlu menjadi perhatian.

Melalui identifikasi titik rawan kebocoran dan evaluasi kondisi jaringan, perusahaan dapat menentukan prioritas pekerjaan berdasarkan tingkat urgensi, kebutuhan pelayanan, dan kemampuan anggaran.

Pretty menegaskan, upaya menekan NRW bukan semata-mata untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Langkah tersebut juga bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan air yang telah diproduksi agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.

Program ketiga adalah pengembangan sumber air baku guna mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan air bersih di Kota Payakumbuh.

Menurut Pretty, perencanaan pasokan air perlu mempertimbangkan kebutuhan saat ini sekaligus proyeksi kebutuhan pada masa mendatang.

Karena itu, potensi sumber air di luar lokasi yang selama ini menjadi fokus juga perlu dikaji sebagai alternatif untuk memperkuat kapasitas pasokan.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Perkuat Pelestarian Budaya Minangkabau Lewat Program Satu Nagori Satu Iven

Kajian tersebut dapat mencakup pemanfaatan air permukaan maupun air tanah, dengan memperhatikan ketersediaan debit, kualitas air, kelayakan teknis, kebutuhan infrastruktur, biaya investasi, serta perizinan.

Perencanaan yang matang diperlukan agar penambahan kapasitas sumber air benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Selain mengoptimalkan kemampuan internal perusahaan, peluang dukungan pendanaan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat dapat dijajaki sesuai ketentuan dan program yang tersedia.

Pengembangan sumber air baku juga perlu didukung kajian teknis yang memadai, termasuk melibatkan tenaga ahli atau konsultan perencanaan apabila dibutuhkan.

Untuk mendukung ketiga program tersebut, Perumda Tirta Sago juga perlu memperkuat sistem informasi dan integrasi data perusahaan.

Data pelanggan, jaringan distribusi, pekerjaan teknis, pencatatan meter, serta pengaduan masyarakat perlu dikelola secara terpadu agar mudah dipantau dan dievaluasi oleh manajemen.

Integrasi tersebut dapat membantu perusahaan mengidentifikasi persoalan secara lebih akurat, mempercepat tindak lanjut laporan, serta menentukan prioritas penanganan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Dengan dukungan data yang lebih baik, evaluasi kinerja dapat dilakukan secara objektif dan penggunaan sumber daya perusahaan diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak.

Pada akhirnya, keberhasilan program prioritas tersebut bergantung pada konsistensi pelaksanaan, koordinasi internal, perencanaan yang matang, serta evaluasi berkala terhadap hasil yang dicapai.

Di bawah kepemimpinan Pretty Diawati, pembenahan manajemen, penurunan kehilangan air, dan pengembangan sumber air baku diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kinerja Perumda Tirta Sago sekaligus meningkatkan keandalan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Payakumbuh.(ws)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh Jemput Aspirasi Warga Lewat Program Subuh Berjamaah
Intervensi Kerawanan Pangan, Pemko Payakumbuh Salurkan Sembako untuk 300 Keluarga Miskin
Wawako Elzadaswarman Sambut 100 Peserta Khatam Al-Quran SD Islam Raudhatul Jannah
Wako Zulmaeta Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemko Payakumbuh Salurkan Beasiswa Pendidikan
Tegas! Pemko Payakumbuh Segel Lima Bangunan yang Diduga Langgar Aturan Tata Ruang
Atlet Binaraga Payakumbuh Borong Empat Medali di Malaysia
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:27 WIB

Tiga Program Prioritas Perumda Tirta Sago Payakumbuh Benahi Manajemen hingga Pasokan Air

Selasa, 3 November 2026 - 10:46 WIB

Pemko Payakumbuh Jemput Aspirasi Warga Lewat Program Subuh Berjamaah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Intervensi Kerawanan Pangan, Pemko Payakumbuh Salurkan Sembako untuk 300 Keluarga Miskin

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Wawako Elzadaswarman Sambut 100 Peserta Khatam Al-Quran SD Islam Raudhatul Jannah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Wako Zulmaeta Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan

Berita Terbaru