Saat KAHMI Bicara VCS Bupati 50 Kota Berbeda: Dari Desak DPRD hingga Menarik Rem Tangan

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota,liputansumbar.com

Perbedaan pernyataan yang muncul dari sejumlah pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Lima Puluh Kota terkait polemik dugaan video call sex (VCS) yang menyeret nama Bupati Lima Puluh Kota, Syafni, memunculkan sorotan publik.

Sebelumnya, Adi Surya Purnomo yang disebut sebagai Ketua Presidium KAHMI Kabupaten Lima Puluh Kota dalam pemberitaan media sempat menyampaikan dorongan agar DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota mengambil sikap terhadap polemik yang berkembang di masyarakat.

Ia bahkan menyatakan pihaknya siap melakukan langkah lanjutan apabila DPRD tidak memberikan respons terhadap isu tersebut.

“Kami mendorong DPRD untuk bersikap. Jika tidak direspons oleh DPRD Lima Puluh Kota, KAHMI siap turun ke jalan,” kata Adi Surya dalam pernyataan yang dimuat sejumlah media sebelumnya.

Namun, pernyataan tersebut kemudian diluruskan oleh unsur Presidium KAHMI lainnya. Dalam keterangan tertulis yang diterima media, Presidium KAHMI Lima Puluh Kota menegaskan organisasi belum mengeluarkan sikap resmi terkait polemik tersebut.

Baca Juga :  Kodim 0306/50 Kota Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba dengan Barang Bukti Sabu

Presidium yang terdiri dari Chairil Chan, Alfhia Parma, dan Nuril Hidayati menyatakan bahwa KAHMI menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut perkara ini,” demikian isi pernyataan tertulis tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa setiap sikap organisasi harus melalui mekanisme musyawarah internal.

“Jika ada pihak yang menyampaikan pandangan dan mengatasnamakan KAHMI tanpa melalui mekanisme organisasi, maka hal tersebut bukan merupakan sikap resmi KAHMI,” tulis Presidium dalam pernyataan tersebut.

Perbedaan pernyataan tersebut memunculkan perhatian sejumlah kalangan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Seorang pengamat publik yang enggan disebutkan namanya menilai situasi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Ratusan Aparat Amankan Aksi Pemuda Nagari di Sungai Kamuyang

“Ketika ada pernyataan yang sebelumnya disampaikan atas nama organisasi, lalu kemudian diklarifikasi sebagai bukan sikap resmi, tentu publik akan bertanya mengenai dinamika yang terjadi di internal organisasi,” ujarnya.

Menurut dia, perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar. Namun komunikasi yang jelas kepada publik tetap diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Seperti diketahui, polemik dugaan video call sex (VCS) yang menyeret nama Bupati Lima Puluh Kota saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian di Polda Sumatera Barat. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman berdurasi sekitar 30 detik beredar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.(ws)

Berita Terkait

Wawako Payakumbuh Lepas Pawai Ta’aruf SDIT IPHI, 131 Siswa Ikuti Wisuda Tahfiz dan Khatam Al-Qur’an
Ratusan Aparat Amankan Aksi Pemuda Nagari di Sungai Kamuyang
Pemkab Lima Puluh Kota dan BNPB Mulai Bangun Huntap Mandiri, 47 Rumah Terdampak Segera Direalisasikan
*Asal Usul Nama Limapuluh Kota Terlupakan, Angggota DPRD Usulkan Museum Kebudayaan atau Kembalikan Tanah Ulayat Nagari*
Wawako Payakumbuh Hadiri Paripurna HUT ke-185 Lima Puluh Kota
Bupati Safni Sikumbang Tegaskan Lompatan Besar Sektor Pertanian Lima Puluh Kota
Golkar Kuliti LKPJ Safni: Target Ekonomi Jatuh, Pengangguran Justru Meledak
Baru Masuk Gerindra, Bupati Safni Diuji Isu Skandal VCS
Berita ini 394 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:03 WIB

Wawako Payakumbuh Lepas Pawai Ta’aruf SDIT IPHI, 131 Siswa Ikuti Wisuda Tahfiz dan Khatam Al-Qur’an

Rabu, 15 April 2026 - 15:31 WIB

Ratusan Aparat Amankan Aksi Pemuda Nagari di Sungai Kamuyang

Rabu, 15 April 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Lima Puluh Kota dan BNPB Mulai Bangun Huntap Mandiri, 47 Rumah Terdampak Segera Direalisasikan

Senin, 13 April 2026 - 16:45 WIB

*Asal Usul Nama Limapuluh Kota Terlupakan, Angggota DPRD Usulkan Museum Kebudayaan atau Kembalikan Tanah Ulayat Nagari*

Senin, 13 April 2026 - 16:31 WIB

Wawako Payakumbuh Hadiri Paripurna HUT ke-185 Lima Puluh Kota

Berita Terbaru