SAKU TABA Jadi Motor Penggerak Ekonomi Berbasis Budaya di Payakumbuh

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh terus mengoptimalkan pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya sebagai salah satu strategi menggerakkan perekonomian masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sawah Padang Aua Kuniang Tujuan Wisata Budaya dan Adat (SAKU TABA) yang digelar di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Minggu (31/5/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda rutin bulanan tersebut resmi dibuka dengan tradisi pacu itik yang ditandai pelepasan seekor itik oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, Elzadaswarman menegaskan bahwa pengembangan budaya dan pariwisata merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi berbagai daerah.

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak selalu harus bertumpu pada sektor formal. Potensi budaya, pariwisata, dan produk lokal yang dimiliki daerah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru jika dikelola secara optimal.

“Ekonomi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Karena itu kita harus mampu memanfaatkan potensi yang kita miliki. Salah satunya dengan memberdayakan masyarakat melalui UMKM, pariwisata, dan budaya lokal yang ada di daerah,” ujar Elzadaswarman.

Ia menjelaskan, kegiatan seperti SAKU TABA bukan hanya menjadi wadah pelestarian tradisi dan adat istiadat, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Elzadaswarman juga mengajak generasi muda untuk melihat budaya sebagai peluang ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha kreatif dan sumber kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Kelurahan Sapaku memiliki identitas budaya yang kuat melalui tradisi pacu itik serta kuliner khas gulai itik lado hijau yang selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Payakumbuh.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Relokasi Puskesmas Parit Rantang, Pemko Payakumbuh Komit Tingkatkan Layanan Kesehatan

Selain itu, kawasan tersebut juga didukung sejumlah destinasi wisata yang telah dikenal masyarakat, seperti Gadih Angik, Panorama Ampangan, dan Puncak Batu Barigi.

“Harapan kita SAKU TABA mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat. Ketika orang datang berkunjung, pelaku UMKM memperoleh manfaat dan roda perekonomian masyarakat ikut bergerak,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus mendorong lahirnya berbagai kegiatan berbasis budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Ini adalah budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Jika dikelola dengan baik dan dikembangkan secara kreatif, budaya dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Sawah Padang Aua Kuniang, Deop Darius, mengatakan SAKU TABA lahir dari keinginan masyarakat untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki wilayah tersebut kepada khalayak yang lebih luas.

“Kelurahan Sapaku berada di jalur wisata Batu Barigi, Gadih Angik, dan Ampangan. Kami memiliki budaya lokal yang perlu terus dilestarikan dan dipublikasikan kepada masyarakat umum,” ujarnya.

Menurut Deop, tradisi pacu itik merupakan salah satu warisan budaya paling otentik yang layak dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan Kota Payakumbuh.

Melalui SAKU TABA, masyarakat menampilkan berbagai atraksi budaya seperti pacu itik, tari tradisional, silek, randai, hadrah, seni bela diri, hingga berbagai pertunjukan kesenian lainnya.

Baca Juga :  Pelaku KDRT Viral di Payakumbuh Akhirnya Ditangkap, Istri Jadi Korban Penganiayaan Brutal dengan Palu

Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM, kelompok UPPKA, sentra kerajinan bambu, serta promosi kuliner khas gulai itik yang dikelola masyarakat setempat.

“Event ini kami selenggarakan sebagai wadah pelestarian adat dan budaya, sarana menyalurkan bakat masyarakat, sekaligus media promosi bagi sanggar seni, pelaku UMKM, sentra bambu, dan berbagai potensi lokal lainnya,” jelasnya.

Deop menuturkan, SAKU TABA dirancang menjadi agenda rutin yang digelar setiap Minggu terakhir setiap bulan sehingga dapat menjadi kalender wisata bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Payakumbuh.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, perguruan tinggi, hingga mitra pembangunan lainnya guna mendukung pengembangan kawasan wisata budaya di daerah tersebut.

“Harapan kami Sawah Padang Aua Kuniang dapat berkembang menjadi destinasi wisata baru di Kota Payakumbuh dan kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya berbagai kolaborasi untuk kemajuan masyarakat,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo. Ia menilai SAKU TABA mampu menjaga keberlangsungan adat dan budaya sekaligus memperkenalkan berbagai potensi masyarakat kepada publik.

“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat, baik dari sisi pelestarian budaya maupun peningkatan kesejahteraan ekonomi,” pungkasnya.(ws)

Berita Terkait

Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh
Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan
HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia
Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn dan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan
Wako Zulmaeta: Madrasah Harus Jadi Benteng Karakter di Tengah Derasnya Arus Digital
Pemko Payakumbuh Mulai Terapkan Manajemen Talenta
Pemko Payakumbuh Tegaskan Pasar Blok Barat Aset Daerah, Pedagang Berstatus Penyewa
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:31 WIB

Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh

Jumat, 11 September 2026 - 21:24 WIB

Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh

Rabu, 9 September 2026 - 09:47 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 09:38 WIB

HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia

Rabu, 9 September 2026 - 09:32 WIB

Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn dan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan

Berita Terbaru