“Sudahlah Jangan Berdrama Lagi” — KAHMI Kritik Keras Polemik Video Sex 30 Detik Bupati 50 Kota

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota,liputansumbar.com– Polemik video Sex berdurasi sekitar 30 detik yang menyeret nama Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Syafni, terus memantik reaksi dari berbagai pihak. Kali ini sorotan tajam datang dari Ketua Presidium KAHMI Kabupaten Lima Puluh Kota, Adi Surya Purnomo, yang menyayangkan sikap sejumlah tokoh daerah yang dinilai memilih diam di tengah kegaduhan publik.

Dalam pernyataannya, Adi Surya menilai peristiwa yang menghebohkan masyarakat tersebut tidak boleh dianggap sebagai isu biasa, terlebih karena menyangkut figur kepala daerah yang menjadi simbol pemerintahan.

“Sebagai bagian dari masyarakat dan juga mantan Ketua Tim Sukses yang mengantarkan pasangan Syafni–Badrito (SAKATO) ke pucuk pimpinan di Lima Puluh Kota, saya sangat kecewa dengan peristiwa murahan yang melibatkan Bupati Syafni,” kata Adi Surya Purnomo, Selasa 24/3-2026

Ia menegaskan bahwa harapan besar masyarakat ketika memilih pemimpin daerah adalah menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan, bukan justru menghadapi polemik yang dinilai mencoreng citra pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Bupati Lima Puluh Kota: Pancasila Harus Hadir dalam Keadilan Sosial yang Nyata

Menurutnya, perhatian pemerintah seharusnya difokuskan pada percepatan pembangunan daerah serta penyelarasan program dengan pemerintah pusat.

“Harapan saya bagaimana Lima Puluh Kota bisa maju dan mensejahterakan masyarakat sesuai visi misi SAKATO. Dengan kondisi daerah saat ini, seharusnya kita fokus menyinkronkan pembangunan dengan pusat agar percepatan pembangunan bisa terjadi,” ujarnya.

Adi juga menyinggung kondisi indikator pembangunan daerah yang menurutnya justru mengalami penurunan.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lima Puluh Kota bahkan turun sekitar 1 persen. Kita harus menjemput program dan anggaran pusat, bukan justru sibuk menghabiskan energi dengan persoalan dibawah pusat, ini memalukan,” katanya.

Selain menyentil elit daerah, Adi juga meminta DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota untuk tidak bersikap pasif terhadap polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menilai lembaga legislatif memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memberikan sikap yang jelas.

Baca Juga :  Janji Politik atau Pemaksaan Program 100 Hari? Pembangunan Tugu Batas Kota Payakumbuh/Limapuluh Kota Picu Penolakan Warga

“Saya meminta DPRD limapuluh kota jangan hanya diam dan bermain aman dalam menyikapi persoalan yang berkembang saat ini. Kalau DPRD masih memilih diam, KAHMI tidak menutup kemungkinan akan turun ke jalan,” tegasnya.

Meski demikian, Adi mengakui bahwa kasus yang berkaitan dengan dugaan pemerasan melalui media elektronik tersebut masih dalam penanganan aparat penegak hukum di Polda Sumatera Barat.

Namun ia menilai masyarakat saat ini cukup kritis untuk menilai berbagai informasi yang beredar.

“Walaupun kasus ini masih ditangani Polda Sumbar, masyarakat bisa menganalisis. Masyarakat tidak bodoh. Sudahlah, jangan berdrama lagi. Kita semua malu,” ujarnya menutup pernyataan.

Sementara itu, hingga kini pihak Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota belum memberikan keterangan resmi tambahan terkait polemik video yang sempat beredar luas di tengah masyarakat tersebut.(ws)

Berita Terkait

Wawako Payakumbuh Lepas Pawai Ta’aruf SDIT IPHI, 131 Siswa Ikuti Wisuda Tahfiz dan Khatam Al-Qur’an
Ratusan Aparat Amankan Aksi Pemuda Nagari di Sungai Kamuyang
Pemkab Lima Puluh Kota dan BNPB Mulai Bangun Huntap Mandiri, 47 Rumah Terdampak Segera Direalisasikan
*Asal Usul Nama Limapuluh Kota Terlupakan, Angggota DPRD Usulkan Museum Kebudayaan atau Kembalikan Tanah Ulayat Nagari*
Wawako Payakumbuh Hadiri Paripurna HUT ke-185 Lima Puluh Kota
Bupati Safni Sikumbang Tegaskan Lompatan Besar Sektor Pertanian Lima Puluh Kota
Golkar Kuliti LKPJ Safni: Target Ekonomi Jatuh, Pengangguran Justru Meledak
Baru Masuk Gerindra, Bupati Safni Diuji Isu Skandal VCS
Berita ini 536 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:03 WIB

Wawako Payakumbuh Lepas Pawai Ta’aruf SDIT IPHI, 131 Siswa Ikuti Wisuda Tahfiz dan Khatam Al-Qur’an

Rabu, 15 April 2026 - 15:31 WIB

Ratusan Aparat Amankan Aksi Pemuda Nagari di Sungai Kamuyang

Rabu, 15 April 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Lima Puluh Kota dan BNPB Mulai Bangun Huntap Mandiri, 47 Rumah Terdampak Segera Direalisasikan

Senin, 13 April 2026 - 16:45 WIB

*Asal Usul Nama Limapuluh Kota Terlupakan, Angggota DPRD Usulkan Museum Kebudayaan atau Kembalikan Tanah Ulayat Nagari*

Senin, 13 April 2026 - 16:31 WIB

Wawako Payakumbuh Hadiri Paripurna HUT ke-185 Lima Puluh Kota

Berita Terbaru