Wali Kota Payakumbuh: PKN Tingkat II Harus Lahirkan Pemimpin Birokrasi yang Mampu Kelola Perubahan

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menegaskan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II harus mampu melahirkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memiliki kapasitas mengelola perubahan secara nyata demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda, saat meluncurkan sekaligus menandatangani komitmen bersama pelaksanaan proyek perubahan peserta PKN Tingkat II di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (9/7/2026).

Dalam sambutannya, Rida Ananda mengatakan pelatihan kepemimpinan merupakan instrumen strategis dalam membentuk aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kemampuan manajerial, mampu mendiagnosis persoalan, menyusun strategi, menggerakkan tim, membangun kolaborasi lintas sektor, serta memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebagai Pembina Kepegawaian, Bapak Wali Kota ingin menekankan bahwa pelatihan kepemimpinan ini bukan hanya menghasilkan gagasan inovatif, tetapi juga melatih kapasitas manajerial para pejabat kita. Mereka harus mampu mendiagnosis masalah, merancang strategi, menggerakkan tim, membangun kolaborasi lintas sektor, dan memastikan perubahan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Rida.

Ia menilai proyek perubahan yang dipresentasikan para peserta PKN Tingkat II menunjukkan bahwa inovasi birokrasi harus berangkat dari persoalan strategis daerah dan diwujudkan dalam program yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  130 Warga Payakumbuh Ikuti Pelatihan Mitigasi Bencana: Tingkatkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini

Salah satu proyek perubahan yang dipaparkan berasal dari Kepala Dinas Pendidikan melalui inovasi BERNALAR, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar dengan memanfaatkan teknologi, pendekatan deep learning, serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Program tersebut didukung melalui penyusunan modul pembelajaran, pembentukan tim efektif, penerbitan regulasi, pelatihan guru, hingga implementasi di sekolah-sekolah.

Menurut Rida, inovasi tersebut menjadi contoh kepemimpinan yang mampu mengelola perubahan secara sistematis, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup menghadirkan proyek perubahan mengenai pengelolaan persampahan berbasis ekonomi sirkular dan kemandirian lingkungan sebagai solusi atas persoalan timbunan sampah serta transformasi sistem pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Program tersebut mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta peningkatan kolaborasi aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Rida menilai pendekatan tersebut menunjukkan kepemimpinan yang mampu mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  HUT ke-55 Kota Payakumbuh Jadi Momentum Perkuat Sinergi dan Arah Pembangunan Daerah

“Inilah kepemimpinan yang mampu menggerakkan masyarakat, mengubah cara pandang, dan menjadikan setiap warga sebagai agen perubahan,” katanya.

Ia menambahkan, kedua proyek perubahan tersebut menjadi laboratorium kepemimpinan yang menguji kemampuan peserta dalam menganalisis persoalan strategis, merancang solusi inovatif, serta memastikan perubahan dapat diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi, menjelaskan Pemerintah Kota Payakumbuh mengikutsertakan dua ASN dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Menurutnya, salah satu tahapan penting dalam pelatihan tersebut adalah Seminar Aksi Perubahan, sebagai forum bagi peserta untuk mempresentasikan sekaligus menunjukkan kesiapan dalam mengimplementasikan proyek perubahan di instansi masing-masing.

Melalui PKN Tingkat II, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap lahir pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan mampu mengelola perubahan secara berkelanjutan sehingga kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik terus meningkat.(ws)

Berita Terkait

Wawako Elzadaswarman Sambut 100 Peserta Khatam Al-Quran SD Islam Raudhatul Jannah
Wako Zulmaeta Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemko Payakumbuh Salurkan Beasiswa Pendidikan
Atlet Binaraga Payakumbuh Borong Empat Medali di Malaysia
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026
Wako Zulmaeta Lantik 114 Pejabat Pemko Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Berduka,ASN Pengabdi Aset Daerah dan Pramuka Tutup Usia
Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di Payakumbuh Baru 18,9 Persen
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Wawako Elzadaswarman Sambut 100 Peserta Khatam Al-Quran SD Islam Raudhatul Jannah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Wako Zulmaeta Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemko Payakumbuh Salurkan Beasiswa Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Wako Zulmaeta Lantik 114 Pejabat Pemko Payakumbuh

Berita Terbaru

Payakumbuh

Wako Zulmaeta Dorong Pemuda Jadi Pelaku Pembangunan

Rabu, 28 Okt 2026 - 18:27 WIB

Pasaman Barat

Polres Pasaman Barat Gelar Operasi Patuh Singgalang 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 18:50 WIB