Padang,liputansumbar.com
Tanggal 1 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi kebangkitan organisasi Muaythai di Sumatera Barat. Setelah sebelumnya mengalami pembekuan oleh Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), kepengurusan baru resmi dibentuk melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Muaythai Indonesia Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Hotel The Axana, Padang.
Dalam forum Musprovlub tersebut, Arif Rahman Nasir terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Muaythai Indonesia Provinsi Sumatera Barat periode mendatang. Arif menjadi satu-satunya kandidat yang memperoleh rekomendasi langsung dari Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Kegiatan Musprovlub dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PB Muaythai Indonesia, Fahrul Razi. Dalam sambutannya, Fahrul menegaskan pentingnya menjaga marwah organisasi serta membangun solidaritas internal demi kemajuan Muaythai di Sumatera Barat.
“Organisasi harus dijaga bersama. Jangan sampai ada pihak yang menjadi duri dalam daging bagi Muaythai Indonesia di Sumatera Barat. Yang dibutuhkan saat ini adalah persatuan, loyalitas, dan komitmen untuk membesarkan organisasi,” ujarnya di hadapan peserta Musprovlub.
Fahrul juga menekankan bahwa Muaythai Indonesia merupakan cabang olahraga yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi, musyawarah, dan mufakat dalam setiap proses pengambilan keputusan organisasi.
Sementara itu, pesan Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, turut disampaikan dalam forum tersebut. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa Muaythai Sumatera Barat menjadi organisasi yang solid, profesional, dan berjalan dalam satu komando dengan PB Muaythai Indonesia.
“Ketua Umum berpesan agar Muaythai Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Saudara Arif Rahman Nasir dapat terus menjaga kebersamaan, soliditas organisasi, serta membangun prestasi yang membanggakan,” kata Fahrul.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Arif Rahman Nasir menyatakan komitmennya untuk melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota, sekaligus memperkuat pembinaan atlet sebagai fondasi utama peningkatan prestasi.
Menurutnya, Musprovlub bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi titik awal penyatuan seluruh elemen Muaythai Sumatera Barat untuk menghadapi berbagai agenda olahraga di masa mendatang.
“Kita ingin membuka lembaran baru. Semua pihak harus bersatu, mengedepankan kepentingan organisasi, serta fokus pada pembinaan atlet agar Muaythai Sumatera Barat kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di tingkat nasional,” ujarnya.
Musprovlub kali ini mengusung tema “Bersuara dengan Logika, Bertindak dengan Etika, dan Muaythai Sumbar Berjaya”. Tema tersebut mencerminkan semangat kepengurusan baru dalam membangun organisasi yang mengedepankan rasionalitas, etika, dan prestasi olahraga.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru secara aklamasi, Musprovlub diharapkan menjadi tonggak awal kebangkitan Muaythai Sumatera Barat setelah masa pembekuan, sekaligus memperkuat sinergi antara pengurus daerah dan PB Muaythai Indonesia dalam mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Ranah Minang.(ws)








