Payakumbuh,liputansumbar.com
Nama Heru Mufti kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kota Payakumbuh. Sosok anak muda ini dinilai memiliki semangat tinggi dalam berorganisasi dan berkontribusi di berbagai bidang, yang terlihat dari keterlibatannya dalam Bursa di sejumlah kontestasi kepemimpinan.
Dalam beberapa waktu terakhir, Heru Mufti aktif mengikuti berbagai pemilihan posisi strategis, mulai dari Ketua Alumni Ikafla, Ketua HIPMI, jajaran direksi PDAM, hingga kini maju dalam bursa calon Ketua KONI Kota Payakumbuh untuk periode 2026–2031 dan terpilih sebagai ketua. Sabtu 25/4-2026
Langkah tersebut memunculkan beragam respons dari publik. Sebagian menilai keberanian dan konsistensinya sebagai bentuk keseriusan anak muda dalam mengambil peran pembangunan daerah. Namun, tak sedikit pula yang menganggap fenomena ini sebagai bentuk pencarian eksistensi.
Pengamat publik, H. Tasrif, turut memberikan pandangannya terkait fenomena tersebut. Ia menilai semangat Heru Mufti patut diapresiasi, namun harus diiringi dengan pembuktian kapasitas diri.
“Bersemangat untuk berkontribusi di bidang apa pun itu sangat bagus. Tetapi jangan sampai hanya mencari validasi semata. Ini adalah ujian untuk membuktikan diri, menggali kemampuan, dan menunjukkan kapasitas dalam memimpin,” ujar Tasrif.
Menurutnya, momentum Ketua KONI Kota Payakumbuh menjadi titik krusial bagi Heru Mufti untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya. Mengingat KONI merupakan organisasi strategis dalam pembinaan dan pengembangan olahraga di daerah.
“Kalau menakhodai KONI Kota Payakumbuh periode 2026–2031, tentu harus siap dengan konsep, pengalaman, dan komitmen yang kuat. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar,” tambahnya.
Fenomena munculnya figur muda dalam berbagai kontestasi organisasi dinilai sebagai dinamika positif dalam demokrasi lokal. Namun, publik tetap menunggu sejauh mana langkah-langkah tersebut mampu menghasilkan kontribusi nyata, bukan sekadar pencitraan.
Dengan sorotan yang semakin tajam, perjalanan Heru Mufti ke depan akan menjadi perhatian publik, apakah mampu membuktikan diri sebagai pemimpin muda potensial atau justru terjebak dalam euforia ambisi tanpa arah yang jelas.(ws)








