Payakumbuh,liputansumbar.com
Pemerintah Kota Payakumbuh terus mematangkan rencana pembangunan Pasar Ibuh Blok Barat dengan menyempurnakan dokumen perencanaan agar pengembangan pasar tersebut mampu menjawab kebutuhan pedagang, masyarakat, sekaligus mengikuti perkembangan Kota Payakumbuh.
Tahap akhir perencanaan dibahas melalui Ekspose Laporan Akhir Pekerjaan Perencanaan Pasar Ibuh Blok Barat yang digelar di Ruang Pertemuan Riza Falepi, Jumat (4/9/2026).
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Payakumbuh, Nofriwandi, yang memimpin pertemuan tersebut mengatakan, pengembangan Pasar Ibuh harus dirancang secara menyeluruh dan matang.
Menurutnya, Pasar Ibuh tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya transaksi jual beli, tetapi memiliki peran strategis dalam aktivitas ekonomi masyarakat Kota Payakumbuh.
“Pasar Ibuh bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang kehidupan bagi pedagang, pusat distribusi kebutuhan masyarakat, dan salah satu ikon aktivitas ekonomi rakyat Kota Payakumbuh. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara terencana, terukur, dan komprehensif,” kata Nofriwandi.
Ia menjelaskan, Pemko Payakumbuh bersama konsultan perencana dan perangkat daerah terkait terus melakukan penyempurnaan konsep pengembangan Pasar Ibuh Blok Barat.
Perencanaan tersebut mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari teknis bangunan, lingkungan, aksesibilitas, kenyamanan pengguna, sanitasi, drainase, pengelolaan limbah, hingga kebutuhan ruang perdagangan.
Konsep pengembangan diarahkan untuk menghadirkan pasar rakyat yang lebih modern dan representatif tanpa menghilangkan karakter Pasar Ibuh sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Penataan zonasi akan diperbaiki, fasilitas bagi pengguna ditingkatkan, sistem utilitas diperkuat, serta lingkungan pasar ditata agar menjadi lebih bersih, aman, tertib dan nyaman.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Faisal, mengatakan ekspose laporan akhir menjadi momentum penting untuk menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebelum dokumen perencanaan ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan tahapan pembangunan.
“Melalui forum ini, seluruh pihak dapat memberikan masukan sehingga dokumen perencanaan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan dapat menjadi dasar yang kuat dalam pelaksanaan pembangunan,” ujar Faisal.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya memperhatikan kondisi lapangan dalam menyusun rencana pengembangan pasar, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan pembiayaan daerah serta manfaat jangka panjang pembangunan bagi pedagang dan masyarakat.
Pemko Payakumbuh berharap pembangunan Pasar Ibuh Blok Barat nantinya tidak berhenti pada pembenahan fisik semata. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang usaha yang lebih layak bagi pedagang, meningkatkan kenyamanan masyarakat, sekaligus memperkuat aktivitas perdagangan sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
“Dengan perencanaan yang matang, pembangunan nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat,” demikian.
Ekspose tersebut turut dihadiri Staf Ahli Erizon, Inspektur Syahril, Kepala Dinas PUPR Muslim, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Lurah Ibuh, Tim Penyusun Dokumen AMDAL, serta Konsultan Perencana Pekerjaan Perencanaan Pasar Ibuh Blok Barat.(ws)








