Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn dan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh mengkaji penutupan sejumlah bukaan median atau U-turn serta penataan parkir sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan lalu lintas dan menekan risiko kecelakaan di sejumlah ruas jalan.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh yang digelar di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Sejumlah titik menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Di antaranya bukaan median di depan SPBU Parit Rantang, kawasan Lapas/Ramayana, Masjid Al-Ihsan, gerbang Masjid Gadang, kawasan wisata Batang Agam, Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, Simpang Kasda, serta kawasan depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh melalui Asisten II Yasrizal mengatakan penataan lalu lintas membutuhkan koordinasi lintas sektor agar berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani secara terpadu.

“Forum ini kita arahkan untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan dan pengawasan lalu lintas secara lintas sektoral,” katanya.

Belum Menjadi Keputusan Final
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Dishub Yulhendri menegaskan hasil pembahasan Forum LLAJ belum menjadi keputusan final.

Menurutnya, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi lapangan dan simulasi sebelum menentukan bentuk rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan.

“Kita ingin setiap keputusan benar-benar berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk dampaknya terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Gelar Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat ASN Berbasis CAT di Padang

Kabid Keselamatan dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Finto Handayana Putra mengatakan bukaan median di depan SPBU Parit Rantang dan kawasan Lapas/Ramayana masih berstatus usulan penutupan.

Manuver kendaraan untuk berputar balik di kedua lokasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan, terutama pada periode jam sibuk.

“Penutupan median menjadi salah satu opsi yang kita siapkan untuk diuji di lapangan,” katanya.

Sementara di depan Masjid Al-Ihsan, median saat ini telah ditutup sementara menggunakan water barrier. Namun, penutupan permanen masih menunggu hasil kajian dan keputusan Forum LLAJ.

Sejumlah Titik Jadi Sorotan
Bukaan median di depan gerbang Masjid Gadang juga menjadi perhatian. Forum LLAJ mengusulkan penutupan sebagian bukaan yang memiliki lebar sekitar 17 meter.

Lebarnya ruang tersebut dinilai memungkinkan kendaraan melakukan manuver berputar balik dengan cukup leluasa sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan mengganggu arus kendaraan.

Adapun di kawasan wisata Batang Agam, evaluasi tidak hanya menyangkut bukaan median. Pemerintah juga mengkaji sirkulasi kendaraan, penataan parkir, serta aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

Keluhan pedagang mengenai rambu larangan masuk atau perboden turut menjadi pertimbangan dalam mencari skema pengaturan lalu lintas yang lebih proporsional.

“Kita perlu mencari skema yang membuat arus tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Finto.

Baca Juga :  KPU Payakumbuh Gelar Rakor Akhir Persiapan Pemilihan Gubernur dan Wali Kota 2024

Persoalan lain ditemukan di Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD. Pada jam pulang sekolah, kendaraan orang tua siswa yang berhenti atau parkir di kedua sisi jalan kerap menyebabkan penyempitan ruang lalu lintas dan memicu kepadatan.

Simpang Kasda juga masuk dalam evaluasi, terutama berkaitan dengan operasional lampu lalu lintas yang beririsan dengan aktivitas pedagang kuliner mulai sekitar pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, kawasan depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota masih dikaji dengan sejumlah opsi, antara lain sterilisasi parkir reguler maupun pembatasan parkir bagi kendaraan pariwisata.

Rekayasa Lalu Lintas Akan Diuji di Lapangan
Finto mengatakan Forum LLAJ akan turun langsung ke sejumlah lokasi untuk melihat kondisi faktual sebelum menentukan bentuk rekayasa lalu lintas.

Langkah tersebut diperlukan agar kebijakan yang diambil tidak hanya menyelesaikan persoalan pada satu titik, tetapi juga tidak menimbulkan persoalan baru pada ruas jalan lainnya.

“Sesuai kesepakatan forum, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian dan simulasi agar rekayasa yang diterapkan benar-benar memperlancar arus lalu lintas di Kota Payakumbuh,” pungkasnya.

Dengan kajian tersebut, Pemko Payakumbuh berharap setiap perubahan pola lalu lintas dapat dilakukan secara terukur, mengutamakan keselamatan, sekaligus mempertimbangkan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di sepanjang ruas jalan yang terdampak.(ws)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan
HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia
Wako Zulmaeta: Madrasah Harus Jadi Benteng Karakter di Tengah Derasnya Arus Digital
Pemko Payakumbuh Mulai Terapkan Manajemen Talenta
Pemko Payakumbuh Tegaskan Pasar Blok Barat Aset Daerah, Pedagang Berstatus Penyewa
Payakumbuh Siagakan 350 Personel dan Ratusan Peralatan Hadapi Bencana dan Gangguan Kamtibmas
PPPK Payakumbuh Diminta Pegang Empat Pilar: Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela
Pemko Payakumbuh Matangkan Rencana Pembangunan Pasar Ibuh Blok Barat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:47 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 09:38 WIB

HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia

Rabu, 9 September 2026 - 09:32 WIB

Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn dan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan

Selasa, 8 September 2026 - 09:55 WIB

Pemko Payakumbuh Mulai Terapkan Manajemen Talenta

Senin, 7 September 2026 - 15:37 WIB

Pemko Payakumbuh Tegaskan Pasar Blok Barat Aset Daerah, Pedagang Berstatus Penyewa

Berita Terbaru

Redaksi

Galugua dan Misteri Pemodal di Balik Ekskavator

Rabu, 9 Sep 2026 - 11:53 WIB