Harapan Pupus: Limapuluh Kota Gagal Masuk Daftar Penerima Program Sekolah Rakyat

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh kota, liputansumbar. com

Kedatangan Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, bersama rombongan ke Kementerian Sosial RI (Kemensos) pada Kamis sore (12/9/2025) diwarnai pengalaman unik. Di kantor Kemensos di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, mereka mendapat jamuan istimewa berupa roti gandum bakar dari Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul.

Rombongan Bupati Safni membawa beberapa konsep dan program terkait upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang bersentuhan dengan Kemensos RI. Salah satu yang paling diharapkan adalah masuknya Limapuluh Kota dalam daftar penerima Program Sekolah Rakyat (SR) sebuah inisiatif nasional untuk pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Baca Juga :  Wali Kota Zulmaeta Hadiri Pembukaan Pengabdian Masyarakat UNP di Payakumbuh

Namun, harapan masyarakat Limapuluh Kota pupus setelah diketahui Kabupaten Limapuluh kota tidak termasuk dalam daftar penerima program. Padahal, dukungan dari masyarakat adat, ketersediaan lahan, hingga kebutuhan pendidikan di daerah ini sudah sangat jelas.

Persoalan tanah yang sempat memicu penolakan warga dan anggaran sosialisasi yang sudah habis justru berujung pada hasil nol besar. Sekolah Rakyat, yang diharapkan menjadi simbol keadilan sosial bagi generasi miskin di Limapuluh Kota, sementara ini hanya tinggal cita-cita.

Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota dari Fraksi PKS,Muhammad Fadhil Abrar, yang ikut dalam pertemuan di Kemensos, menyampaikan bahwa seluruh persyaratan administratif sebenarnya sudah tuntas.
“Kemarin Pak Menteri menjamin akan merealisasikan. Semua syarat sudah diselesaikan dan tidak ada kendala. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke Dinas Sosial. Bisa jadi sepulang dari Jakarta kemarin sudah ada jawaban dari Kementerian,” ungkap Fadhil.

Baca Juga :  Bupati dan DPRD Lima Puluh Kota Sepakati Ranwal RPJMD 2025–2029

Saat Kepala Dinas Sosial Limapuluh kota Indra Suryani di konfirmasi melalui telpon menjawab akan menghubungi lagi sampai berita ditayangkan belum merespon Kondisi terkait SR begitu juga dengan Bupati Safni belum merespon melalui chat Wathsapp

Kini, masyarakat Limapuluh Kota hanya bisa menanti jawaban pasti dari pemerintah pusat, apakah harapan untuk menghadirkan Sekolah Rakyat di daerah mereka akan kembali diperjuangkan atau tidak.(ws)

Berita Terkait

Isu Video 30 Detik Gegerkan Limapuluh Kota, Bupati Safni : Video Dibuat Pelaku dengan Tujuh Kamera
Dari Rival Jadi Pendukung: Sikap Politik Ferizal–Deni Asra Usai Video Viral mirip Bupati Safni
Isu Video 30 Detik Mirip Kepala Daerah Hebohkan Payakumbuh dan Limapuluh Kota
Dilantik, Pengurus KONI Limapuluh Kota 2026–2029 Langsung Bidik Sukses di Porprov
Pelantikan ASN Malam Hari Jadi Polemik, BKPSDM Payakumbuh Buka Suara
Pemko Payakumbuh Perkuat Birokrasi, Lantik Pejabat Strategis untuk Akselerasi Pelayanan Publik
Irfendi Arbi Antar Jenazah H. Luzon Landjumin ke Peristirahatan Terakhir
CUF 2026 Jadi Momentum Dorong Pelajar Payakumbuh Siap Bersaing Global
Berita ini 1,916 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 12:23 WIB

Isu Video 30 Detik Gegerkan Limapuluh Kota, Bupati Safni : Video Dibuat Pelaku dengan Tujuh Kamera

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:55 WIB

Dari Rival Jadi Pendukung: Sikap Politik Ferizal–Deni Asra Usai Video Viral mirip Bupati Safni

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:42 WIB

Isu Video 30 Detik Mirip Kepala Daerah Hebohkan Payakumbuh dan Limapuluh Kota

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:31 WIB

Dilantik, Pengurus KONI Limapuluh Kota 2026–2029 Langsung Bidik Sukses di Porprov

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:03 WIB

Pelantikan ASN Malam Hari Jadi Polemik, BKPSDM Payakumbuh Buka Suara

Berita Terbaru