Isu Video 30 Detik Gegerkan Limapuluh Kota, Bupati Safni : Video Dibuat Pelaku dengan Tujuh Kamera

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh kota,liputansumbar.com— Safni Sikumbang menggelar pertemuan bersama sejumlah tokoh masyarakat Limapuluh Kota dan insan pers di kediaman pribadinya di Sariak Laweh, Akabiluru, Minggu (1/3/2026). Pertemuan tersebut sebelumnya disebut-sebut akan menjadi agenda jumpa pers terkait isu yang berkembang belakangan ini.

Isu dimaksud adalah beredarnya video berdurasi sekitar 30 detik yang menampilkan adegan tidak senonoh dan diduga mirip dengan Bupati Safni. Video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Safni hadir didampingi Wakil Bupati beserta pasangan masing-masing. Di hadapan para undangan, Safni menegaskan bahwa agenda tersebut pada dasarnya merupakan ajang silaturahmi biasa.

“Pertemuan ini hanya silaturahmi. Kami ingin tetap menjaga komunikasi dan meminta dukungan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Limapuluh Kota ke depan, jadi bukan jumpa Pers terkait isu VCS ,biar proses hukum yang menjawab nantinya” ujar Safni.

Baca Juga :  Dilantik Ny.Harneli Mahyeldi, Ny.Asra Yanti Safni Resmi Pimpin Ketua TP PKK Lima Puluh Kota

Namun di penghujung acara yang cukup santai, ia turut menyinggung isu video yang beredar. Safni menyatakan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa dan dirinya adalah korban dalam kasus tersebut.

“Video yang beredar itu adalah rekayasa. Bahkan dalam proses pembuatannya disebut menggunakan tujuh kamera dan sudah disetting,Saya ini korban,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak yang diduga merekayasa video tersebut telah ditangani oleh Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Meski demikian, saat ditanya apakah video tersebut telah melalui uji forensik digital, Safni memilih menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Akses Terputus, Tim Medis Payakumbuh Tetap Masuk ke Lokasi

“Untuk hasil forensik dan proses hukum, biar pihak APH yang menjelaskan nanti,” katanya singkat.

Di sisi lain, seorang tokoh masyarakat Limapuluh Kota yang mengaku telah menonton video tersebut memberikan pandangan berbeda. Ia meminta namanya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, klarifikasi yang berlebihan justru berpotensi memperpanjang polemik di ruang publik.

“Harusnya tidak perlu banyak klarifikasi. Secara awam, video itu terlihat direkam secara amatiran. Jangan sampai persoalan ini justru menjadi gorengan pihak-pihak yang memanfaatkan situasi,” ujarnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik di Limapuluh Kota. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.(ws)

Berita Terkait

DPRD Limapuluh Kota Perdalam Ranperda Pesantren dan Pendidikan Diniyah, TPQ hingga Rumah Tahfidz Diusulkan Masuk Secara Spesifik
Sengketa Tanah Ulayat Kampuang Pitapang Ikua Tanjuang Memanas, Dugaan Pemalsuan Dokumen Adat Muncul Jelang Eksekusi
Ponpes dan MDT di Limapuluh Kota Berpeluang Dapat Pendanaan APBD, DPRD Godok Ranperda Pesantren
Bencana Meluas, DPRD Kritik Keras Respons Pemkab Limapuluh Kota
Padi Siap Panen Ludes, Jeritan Petani Pecah di Situjuh Tungkar
Wako Zulmaeta Apresiasi Pengabdian Letkol Ucok Namara, Sambut Dandim Baru 0306/50 Kota
2.000 Warga Situjuah Ladang Laweh Limapuluh Kota Terisolasi
Dugaan Perundungan di Asrama ICBS Harau Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 538 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:04 WIB

DPRD Limapuluh Kota Perdalam Ranperda Pesantren dan Pendidikan Diniyah, TPQ hingga Rumah Tahfidz Diusulkan Masuk Secara Spesifik

Senin, 1 Juni 2026 - 14:37 WIB

Sengketa Tanah Ulayat Kampuang Pitapang Ikua Tanjuang Memanas, Dugaan Pemalsuan Dokumen Adat Muncul Jelang Eksekusi

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:58 WIB

Ponpes dan MDT di Limapuluh Kota Berpeluang Dapat Pendanaan APBD, DPRD Godok Ranperda Pesantren

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:04 WIB

Bencana Meluas, DPRD Kritik Keras Respons Pemkab Limapuluh Kota

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:29 WIB

Padi Siap Panen Ludes, Jeritan Petani Pecah di Situjuh Tungkar

Berita Terbaru