Lima Puluh Kota,liputansumbar.com
Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi memulai pembangunan rumah contoh hunian tetap (huntap) mandiri melalui peletakan batu pertama di Jorong Lubuak Aua, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026).
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang bersama Sekretaris Utama BNPB, Rustian. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pejabat daerah, mulai dari Asisten I Bidang Pemerintahan, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, kepala OPD terkait, camat, hingga perwakilan perbankan dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Safni Sikumbang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan semangat gotong royong dalam menyukseskan pembangunan huntap mandiri bagi masyarakat terdampak bencana.
“Dengan koordinasi yang solid dan semangat gotong royong, maka apa yang kita rencanakan In Sya Allah akan terwujud. Kami juga mengapresiasi semua pihak yang telah berpartisipasi sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Ia berharap program huntap mandiri dari BNPB dapat berjalan lancar dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
“Kami berharap masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan hunian yang layak dan aman untuk ditempati,” tambahnya.
Sementara itu, Sestama BNPB, Rustian, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung kebutuhan daerah dalam penanganan pascabencana.
“Kami memastikan bahwa semua yang diperlukan oleh pemerintah daerah akan dibantu, tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya percepatan penyampaian laporan teknis oleh pemerintah daerah sebagai dasar penyaluran bantuan agar tepat waktu dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Rustian menjelaskan bahwa program huntap mandiri merupakan konsep pembangunan berbasis partisipasi masyarakat dengan standar yang telah teruji.
“Hunian tetap mandiri ini merupakan prototype pembangunan rumah yang telah melalui uji kelayakan, sehingga aman dan layak huni bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam laporan kegiatan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, menyampaikan bahwa terdapat 47 unit rumah kategori rusak berat yang akan dibangun melalui program ini.
“Total terdapat 47 unit, dengan rincian 34 unit di Kecamatan Bukit Barisan, 12 unit di Kecamatan Gunuang Omeh, dan 1 unit di Kecamatan Suliki,” ungkapnya.
Rumah contoh huntap mandiri ini dibangun di atas lahan milik warga terdampak, Epi Diar (53), yang dihuni oleh enam anggota keluarga. Pembangunan didukung melalui anggaran BNPB dengan melibatkan pihak Semen Padang sebagai mitra pelaksana.
Kegiatan ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Lima Puluh Kota, sekaligus wujud kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan hunian yang aman, layak, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.(ws)








