Pemko Payakumbuh dan Warga Limbukan Gelar “Satu Nagari Satu Event” Bertema Bamamak: Wujud Harmoni Adat dan Sosial

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh bersama masyarakat Nagari Limbukan kembali menggelar kegiatan “Satu Nagari Satu Event” untuk tahun kedua, yang dipusatkan di halaman Balai Adat KAN Limbukan, Minggu (03/08/2025).

Kegiatan budaya ini mengangkat tema “Bamamak” atau “Manyanda” dan “Malakok”, yang mencerminkan filosofi adat Minangkabau terkait penerimaan warga pendatang dalam struktur sosial Nagari. Tradisi ini menjadi simbol keterbukaan dan penguatan tali silaturrahim antara penduduk asli dengan warga baru yang ingin menetap di Nagari Limbukan.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman atau yang akrab disapa Om Zet, menyebut bahwa kegiatan ini adalah bentuk konkret pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat jalinan sosial masyarakat.

“Tema ‘Bamamak’ memiliki makna mendalam dalam menggambarkan kearifan adat dan budaya kita. Ini adalah cerminan luhur tatanan sosial yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujar Wawako.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Minangkabau, Mamak (paman dari pihak ibu) memegang peran penting dalam membimbing kemenakan, termasuk dalam kehidupan adat.

“Sebagaimana pepatah: anak dipangku, kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan. Ini adalah landasan sosial yang memperkuat identitas kolektif kita sebagai masyarakat Minangkabau,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Bersama BPOM Gelar Monev Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan

Om Zet juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan warga Nagari Limbukan yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda dalam merawat adat dan budaya lokal.

Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra Dt. Rajo Mantiko Alam, turut memberikan dukungan dan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, “Satu Nagari Satu Event” menjadi ajang aktualisasi potensi budaya dan ekonomi kreatif masyarakat nagari.

“Ini bukan sekadar hiburan, tapi sarana memperkenalkan budaya, kuliner, dan kerajinan khas nagari. Khusus Limbukan, potensinya luar biasa dan perlu terus dikembangkan,” ungkapnya.

Sebagai sumando dari Nagari Limbukan, ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Ketua LKAAM Kota Payakumbuh, YB. Dt. Parmato Alam, juga menyambut positif kegiatan ini yang dinilainya mampu membangkitkan kembali adat istiadat di tengah masyarakat modern.

“Kita ingin menghidupkan kembali adat salingka nagari yang berdasarkan falsafah ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’,” katanya.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Masjid Arruhama, Wali Kota Payakumbuh Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perangi Narkoba

Penjelasan mendalam mengenai prosesi Bamamak disampaikan oleh Ketua KAN Limbukan, PB Dt. Mogek Bosa Nan Hitam. Ia menyebut bahwa prosesi ini adalah cara bagi warga pendatang untuk bergabung dengan salah satu kaum atau suku melalui seorang mamak, agar tercipta kedekatan sosial dan hukum adat.

Prosesi ini terdiri dari dua tahap, yakni Manyanda dan Malakok. Pada tahap Manyanda, warga pendatang cukup mencari mamak yang bersedia menerimanya, lalu mengadakan jamuan sederhana sebagai tanda diterima sebagai kemenakan.


“Keuntungan besar bagi pendatang adalah jika terjadi persoalan, maka mamak yang menerima sudah bisa turun tangan tanpa harus memanggil mamak dari kampung asal,” jelas Dt. Mogek.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, AP Dt. Mangkuto Bosa, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Pemko Payakumbuh atas dukungan yang menjadikan acara ini kembali terlaksana di tahun kedua.

“Tahun ini kami mengangkat tema Bamamak atau Galeh Basandaran Dagang Batopatan, sebagai simbol kolaborasi nilai adat dalam dunia sosial dan ekonomi,” tutupnya.(rel)

Berita Terkait

RAPBD 2027 Payakumbuh Diproyeksikan Rp789,21 Miliar
Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh
Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan
HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia
Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn dan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan
Wako Zulmaeta: Madrasah Harus Jadi Benteng Karakter di Tengah Derasnya Arus Digital
Pemko Payakumbuh Mulai Terapkan Manajemen Talenta
Berita ini 240 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 07:09 WIB

RAPBD 2027 Payakumbuh Diproyeksikan Rp789,21 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 21:31 WIB

Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh

Jumat, 11 September 2026 - 21:24 WIB

Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh

Rabu, 9 September 2026 - 09:47 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 09:38 WIB

HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia

Berita Terbaru

Payakumbuh

RAPBD 2027 Payakumbuh Diproyeksikan Rp789,21 Miliar

Senin, 14 Sep 2026 - 07:09 WIB