Pemko Payakumbuh: UKW Jadi Benteng Jurnalisme di Tengah Maraknya Media Abal-abal

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota ,liputansumbar.com

Di tengah derasnya kemunculan media baru dan masifnya penyebaran informasi tanpa verifikasi, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menilai Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi benteng utama untuk menjaga kualitas dan marwah jurnalisme di daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kurniawan Syah Putra, saat membuka pelaksanaan UKW yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Payakumbuh di Hotel Kondang, Jumat (12/12/2025).

Kurniawan menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi dunia pers saat ini, yakni menjamurnya akun media sosial dan media daring yang memproduksi konten tanpa berlandaskan kode etik jurnalistik. Di sisi lain, wartawan profesional justru harus bekerja di tengah tekanan kecepatan informasi dan persaingan yang tidak seimbang.

“Di era informasi yang serba cepat ini, hoaks dan disinformasi sering kali menyebar lebih cepat daripada kebenaran itu sendiri. Di sinilah wartawan yang kompeten menjadi garda terdepan. Tanpa kompetensi, kita akan kalah oleh arus informasi liar yang merugikan masyarakat,” tegas Kurniawan.

Menurutnya, maraknya pelaku media baru yang mengabaikan etika jurnalistik telah menciptakan kerancuan di tengah publik. Masyarakat kerap kesulitan membedakan mana wartawan profesional dan mana pembuat konten yang tidak memiliki standar kerja jurnalistik yang jelas.

“UKW ini bukan sekadar soal kemampuan menulis atau meliput berita, tetapi menyangkut integritas dan tanggung jawab moral. Di tengah persaingan media yang semakin padat, kompetensi adalah identitas yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawako Gowes Bareng Ribuan Peserta di Payakumbuh, Promosikan Pariwisata Lewat Sepeda Ontel

Lebih lanjut, Kurniawan menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan wartawan sejatinya bukan hubungan yang saling berhadapan, melainkan saling menguatkan. Meski demikian, ia mengakui ketegangan kerap muncul ketika wartawan membutuhkan informasi cepat, sementara pemerintah memerlukan waktu untuk melakukan verifikasi data.

“Konflik informasi itu nyata. Wartawan butuh kepastian data, pemerintah butuh kehati-hatian. Kompetensi akan membantu wartawan menyikapi situasi seperti itu secara profesional dan berimbang,” katanya.

Ia menambahkan, Pemko Payakumbuh membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan media yang kredibel dan profesional, namun tetap waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan pers tanpa memiliki kompetensi.

“Media yang sehat akan menjadi mitra strategis pembangunan. Sebaliknya, media tanpa kompetensi justru berpotensi menciptakan konflik baru di ruang publik,” tegasnya.

Kurniawan berharap seluruh peserta UKW dapat lulus dan semakin memperkuat kualitas jurnalisme di Payakumbuh. Menurutnya, UKW adalah salah satu cara memastikan wartawan siap menghadapi “perang informasi” yang kian kompleks.

“Kompetensi adalah benteng utama kita. Wartawan harus menjadi agen perubahan yang membangun, bukan bagian dari masalah,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Nafies, mengakui bahwa pertumbuhan perusahaan pers di daerah turut meningkatkan jumlah wartawan di lapangan. Namun, peningkatan kuantitas tersebut sering kali tidak diiringi dengan standar kompetensi yang sama.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Payakumbuh Ajak Siswa MTsN 1 Perkuat Iman, Cegah Bullying, dan Peduli Lingkungan

“Dengan bertambahnya perusahaan pers, persaingan semakin ketat. Wartawan yang tidak kompeten akan tersisih, sementara wartawan kompeten justru semakin dibutuhkan. UKW memastikan wartawan memiliki kualitas itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyebaran hoaks dan praktik media tidak profesional telah menimbulkan berbagai konflik di masyarakat, mulai dari isu politik hingga kebencanaan. Dalam kondisi tersebut, wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi diharapkan mampu menjadi penengah dengan menyajikan informasi yang terverifikasi dan bertanggung jawab.

“Mudah-mudahan seluruh peserta UKW kali ini dinyatakan kompeten, karena tantangan di lapangan semakin berat,” ujarnya.

UKW tersebut diikuti 22 wartawan dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Lima Puluh Kota Safni, Anggota DPRD Muhammad Fajar Rillah Vesky, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Aspon Dedi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD Lima Puluh Kota yang telah menganggarkan pelaksanaan UKW, serta Pemko Payakumbuh yang secara konsisten mendukung peningkatan kompetensi wartawan dalam beberapa tahun terakhir.

“Sinergi ini sangat berarti, terutama di saat dunia pers sedang menghadapi tekanan dari berbagai sisi,” pungkasnya.(ws)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh Tegaskan Pasar Blok Barat Aset Daerah, Pedagang Berstatus Penyewa
Payakumbuh Siagakan 350 Personel dan Ratusan Peralatan Hadapi Bencana dan Gangguan Kamtibmas
PPPK Payakumbuh Diminta Pegang Empat Pilar: Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela
Pemko Payakumbuh Matangkan Rencana Pembangunan Pasar Ibuh Blok Barat
Wali Kota Payakumbuh Salurkan Bantuan CPP
Pemko dan DPRD Payakumbuh Sepakati Perubahan APBD 2026
Wako Zulmaeta Tegaskan PPPK Jangan Sekadar Bekerja
Wako Zulmaeta Apresiasi Dedikasi Kader PKK Payakumbuh
Berita ini 236 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:37 WIB

Pemko Payakumbuh Tegaskan Pasar Blok Barat Aset Daerah, Pedagang Berstatus Penyewa

Senin, 7 September 2026 - 15:24 WIB

Payakumbuh Siagakan 350 Personel dan Ratusan Peralatan Hadapi Bencana dan Gangguan Kamtibmas

Senin, 7 September 2026 - 15:13 WIB

PPPK Payakumbuh Diminta Pegang Empat Pilar: Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela

Jumat, 4 September 2026 - 15:06 WIB

Pemko Payakumbuh Matangkan Rencana Pembangunan Pasar Ibuh Blok Barat

Kamis, 3 September 2026 - 14:47 WIB

Pemko dan DPRD Payakumbuh Sepakati Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru

Redaksi

Galugua dan Misteri Pemodal di Balik Ekskavator

Rabu, 9 Sep 2026 - 11:53 WIB