Krisis Sampah & Aset Tak Jelas,Fraksi PKB : Payakumbuh Butuh Tindakan Nyata Pemerintah

- Jurnalis

Rabu, 11 Juni 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar

Di tengah semangat membangun dan memajukan Kota Payakumbuh, sejumlah permasalahan mendasar masih menjadi perhatian Fraksi PKB kota Payakumbuh. Selain komitmen untuk menjadikan kota ini lebih baik ke depan, beberapa persoalan penting masih menanti penyelesaian nyata dari pemerintah daerah.

Salah satu isu yang paling krusial saat ini adalah masalah pengelolaan sampah. Masyarakat Kota Payakumbuh dinilai masih bergelut dengan produksi sampah harian yang terus meningkat, sementara ketersediaan sarana dan prasarana pembuangan yang memadai belum juga terpenuhi.

“Kita sangat berharap pemerintah mempercepat pencarian solusi terkait permasalahan sampah ini. Karena hanya dengan lingkungan yang bersih, kita bisa mewujudkan Payakumbuh yang indah dan nyaman bagi semua,” demikian disampaikan oleh fraksi PKB dalam Pemandangan Fraksi DPRD Rabu, 5/6-2025 baru-baru ini.

Tak hanya persoalan lingkungan, permasalahan aset daerah juga mengemuka. Beberapa aset strategis milik kota saat ini masih berada dalam status sengketa atau belum jelas kepemilikannya. Contohnya, tanah mushalla eks Kantor Wali Kota di Bukik Sibaluik , Ngalau Indah dan Tugu Kesehatan Bhakti Husada yang terletak di simpang by pass, hingga kini belum memiliki kejelasan hukum yang pasti.

Baca Juga :  Kabar Baik dari Pusat, Menteri PUPR Dukung Penuh Usulan Infrastruktur Lima Puluh Kota

Selain itu, terdapat pula sejumlah aset milik Kabupaten Lima Puluh Kota yang masih berada di wilayah administratif Kota Payakumbuh. Warga meminta agar pemerintah kota dan kabupaten duduk bersama serta mengambil langkah konkret dalam rangka memperjelas status aset-aset tersebut.

Di sisi lain, keberadaan Terminal Kota Nan Empat juga menjadi sorotan Fraksi PKB/Gerindra. Terminal yang dulunya sempat aktif kini tampak tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan cenderung ‘mati suri’. Fraksi PKB mempertanyakan langkah-langkah strategis yang akan diambil pemerintah untuk menghidupkan kembali terminal tersebut agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi aktivitas transportasi dan perekonomian lokal.

Di tengah sorotan Fraksi PKB, kondisi Terminal Koto Nan Ampek turut menjadi bahan pertanyaan. Terminal yang dulu aktif kini dinilai tidak berfungsi maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Hadiatul Rahmat, Plt Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh, memberikan penjelasan. Ia menerangkan bahwa sejak terbitnya kebijakan mengenai Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) ,Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) kewenangan Pusat, yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, ruang gerak Dinas Perhubungan Kota menjadi terbatas.

Baca Juga :  Polres Payakumbuh Evaluasi Dapur MBG, Pastikan Distribusi Aman untuk Siswa

“Dishub Kota Payakumbuh hanya bisa melakukan rekayasa lalu lintas menuju area terminal. Karena kewenangan AKDP berada di Provinsi sementara AKAP Kewenangan Pusat maka revitalisasi terminal secara menyeluruh menjadi minim,” jelasnya.

Berbeda dengan angkutan kota yang masih di bawah kewenangan pemerintah kota, pengelolaan terminal AKDP memerlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah kota dan provinsi.

Meski demikian, warga berharap agar ada terobosan dan koordinasi lebih lanjut agar Terminal Koto Nan Ampek bisa kembali berfungsi optimal dan mendukung mobilitas masyarakat.

Dengan berbagai persoalan yang mengemuka ini, masyarakat menegaskan pentingnya langkah cepat, sinergis, dan strategis dari seluruh pihak terkait demi kemajuan dan kenyamanan Kota Payakumbuh ke depan.

Fraksi PKB/Gerindra berharap agar pemerintah Kota Payakumbuh lebih tanggap dan progresif dalam menyelesaikan berbagai tantangan tersebut demi terwujudnya kota yang maju, bersih, dan tertata dengan baik. (ws)

Berita Terkait

RAPBD 2027 Payakumbuh Diproyeksikan Rp789,21 Miliar
Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh
Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan
HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia
Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn dan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan
Wako Zulmaeta: Madrasah Harus Jadi Benteng Karakter di Tengah Derasnya Arus Digital
Pemko Payakumbuh Mulai Terapkan Manajemen Talenta
Berita ini 519 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 07:09 WIB

RAPBD 2027 Payakumbuh Diproyeksikan Rp789,21 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 21:31 WIB

Pedagang Desak Percepatan Pembangunan Pasar Blok Barat Payakumbuh

Jumat, 11 September 2026 - 21:24 WIB

Kendalikan Inflasi dari Lingkungan ASN, Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI di Payakumbuh

Rabu, 9 September 2026 - 09:47 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Data Geospasial untuk Ketepatan Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 09:38 WIB

HAORNAS ke-43, Pemko Payakumbuh Tegaskan Olahraga sebagai Investasi Pembangunan Manusia

Berita Terbaru

Payakumbuh

RAPBD 2027 Payakumbuh Diproyeksikan Rp789,21 Miliar

Senin, 14 Sep 2026 - 07:09 WIB