Pembangunan Eks Pasar Blok Barat Payakumbuh Temui Titik Terang

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh ,liputansumbar.com

Perjuangan Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh untuk membangun kembali eks Pasar Blok Barat yang terbakar beberapa waktu lalu akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah melewati proses panjang yang melibatkan dialog intensif dengan kaum adat Koto Nan Ampek selaku pemilik tanah ulayat, persoalan yang selama ini menjadi simpul krusial perlahan mulai terurai.

Tanah lokasi eks Pasar Blok Barat diketahui merupakan tanah ulayat Koto Nan Ampek. Status kepemilikan inilah yang kemudian menjadi perhatian serius pemerintah pusat sebelum mengalokasikan anggaran pembangunan pasar tersebut. Kehati-hatian ini ditempuh untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai regulasi dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Sebagai bentuk ikhtiar mencari jalan keluar yang berkeadilan dan taat aturan, beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Payakumbuh bersama para pemangku adat Koto Nan Ampek dan Koto Nan Gadang melakukan konsultasi langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Jakarta. Pertemuan tersebut turut menghadirkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Staf Ahli Kepresidenan Bidang Infrastruktur, guna membahas secara komprehensif aspek regulasi, tata kelola lahan ulayat, serta mekanisme pembangunan pasar rakyat.22/12-2025 di KPK-RI Jakarta.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh dan Niniak Mamak Sepakat Bangun Gerbang Penyambutan di Kawasan Ngalau

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil konsultasi tersebut. Menurutnya, pertemuan itu menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan eks Pasar Blok Barat dapat dilaksanakan tanpa menyisakan masalah hukum di masa depan.sabtu 27/12-2025

“Dengan adanya konsultasi ini, tentu kita berharap tidak ada persoalan ke depan sehingga pembangunan bisa dilaksanakan. Kita akan terus berjuang karena ini untuk kepentingan orang banyak dan daerah,” ujar Zulmaeta.

Ia juga meyakini bahwa semangat pemerintah daerah sejalan dengan pandangan para ninik mamak Koto Nan Ampek dan Koto Nan Gadang.

“Saya berkeyakinan Ninik Mamak Koto Nan Ampek juga sependapat. Kita ingin membangun kembali pasar yang menjadi urat nadi perekonomian rakyat. Meski ada kendala sana-sini, intinya kita tidak ingin menyalahi aturan di kemudian hari,” tambahnya.

Zulmaeta juga mengajak masyarakat Payakumbuh untuk mendukung proses pembangunan tersebut dan tidak memperkeruh suasana.

“Mari kita berbuat yang terbaik,dan memajukan kota Payakumbuh yang kita cintai bersama,jangan memperkeruh suasana yang sudah terjalin begitu baik” imbaunya.

Dari sisi adat, salah satu ninik mamak yang hadir dalam pertemuan tersebut, Hendra Yani Dt Rajo Imbang, menegaskan bahwa konsultasi di Jakarta memberikan pencerahan bagi seluruh unsur yang terlibat.

Baca Juga :  Ketua LDII Payakumbuh Ucapkan Selamat, Harapkan Kepemimpinan Baru Perkuat Kontribusi untuk Bangsa

“Konsultasi ini tentu memberikan pencerahan, sehingga langkah kita ke depan menjadi jelas dan tidak saling merugikan. Pada prinsipnya, kita sama-sama ingin membangun kembali pasar yang menjadi hajat orang banyak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pasca pertemuan tersebut, langkah selanjutnya adalah membangun kesepahaman di tingkat daerah.

“Sekarang setelah mendapat pencerahan, mari kita duduk bersama di daerah untuk merumuskan regulasi dan kesepakatan bersama,” tuturnya.

Eks Pasar Blok Barat bukan sekadar bangunan fisik, melainkan denyut nadi ekonomi rakyat Payakumbuh. Kebakaran yang melanda pasar itu tidak hanya menghanguskan kios-kios pedagang, tetapi juga memukul roda perekonomian masyarakat kecil yang bergantung pada aktivitas jual beli harian.

Harapan kini menguat di tengah masyarakat Payakumbuh agar persoalan lahan dan regulasi benar-benar tuntas, sehingga pembangunan kembali pasar dapat segera direalisasikan. Lebih dari itu, publik berharap momentum ini menjadi titik awal penataan Kota Payakumbuh yang lebih tertib, adil, dan berkelanjutan, dengan tetap menghormati nilai adat serta kepastian hukum.(ws)

Berita Terkait

Pemko Payakumbuh Jajaki Kerja Sama Pengembangan SDM dengan Universitas Islam Riau
Pemko Payakumbuh Gelar Posyandu Serentak, Perkuat Integrasi Enam Bidang SPM
125 Personel Ikuti Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana di Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Tekankan Sinergi Pusat-Daerah pada Peringatan Hari Otonomi Daerah 2026
Ambisi Anak Muda di Panggung Organisasi, Heru Mufti Jadi Sorotan Publik Payakumbuh
Payakumbuh Dapat TKD Rp116 Miliar, Ini Prioritasnya
Bursa Ketua KONI Payakumbuh 2026–2030 Memanas, Empat Nama Muncul di Tengah Sorotan Minimnya Fasilitas Atlet
Kartini Masa Kini di Payakumbuh: Eni Muis Zulmaeta Dorong Ekonomi Perempuan dari Sampah dan UMKM
Berita ini 844 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:03 WIB

Pemko Payakumbuh Jajaki Kerja Sama Pengembangan SDM dengan Universitas Islam Riau

Rabu, 29 April 2026 - 13:29 WIB

Pemko Payakumbuh Gelar Posyandu Serentak, Perkuat Integrasi Enam Bidang SPM

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

125 Personel Ikuti Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana di Payakumbuh

Sabtu, 25 April 2026 - 20:09 WIB

Ambisi Anak Muda di Panggung Organisasi, Heru Mufti Jadi Sorotan Publik Payakumbuh

Kamis, 23 April 2026 - 09:22 WIB

Payakumbuh Dapat TKD Rp116 Miliar, Ini Prioritasnya

Berita Terbaru