Payakumbuh,liputansumbar.com
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang akan digelar di Pondok Gede Jakarta Timur pada 7–9 April mendatang.
Ketua DPD LDII Kota Payakumbuh, H. Muhammad Afdal, SE, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap mendukung agenda nasional tersebut sekaligus memperkuat kontribusi LDII dalam pembangunan daerah, khususnya di Kota Payakumbuh.
“LDII siap memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya Kota Payakumbuh, dengan semangat kejujuran, kontribusi nyata, dan konsistensi dalam setiap program yang dijalankan,” kata Afdal dalam keterangannya.
Menurutnya, Munas X LDII menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Harapan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia,periode 2021-2026 Ir.H.Chriswanto Santoso,M.Sc yang menyebut bahwa organisasi tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Munas X.
Chriswanto menjelaskan, Munas X merupakan momentum strategis bagi LDII untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa.
“Persiapan Munas terus kami lakukan secara intensif, baik dari sisi substansi materi maupun teknis pelaksanaan, agar Munas X berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Chriswanto mengimbau seluruh jajaran pengurus LDII, mulai dari tingkat DPW, DPD, hingga PC dan PAC, untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai sarana memperkuat silaturahmi dengan para pemangku kepentingan di daerah masing-masing.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen strategis lainnya guna menyerap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami meminta seluruh pengurus LDII untuk bersilaturahmi dengan pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dari situ kami dapat menyerap berbagai masukan yang nantinya menjadi bahan penting dalam Munas,” jelasnya.
Menurut Chriswanto, aspirasi yang dihimpun dari berbagai daerah tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dalam Munas X, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.
“LDII ingin hadir sebagai organisasi yang responsif dan solutif. Oleh karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat penting agar program kerja ke depan semakin tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga berharap momentum silaturahmi Idul Fitri dapat semakin memperkuat sinergi antara LDII dengan pemerintah, tokoh masyarakat, alim ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan dan mempercepat pembangunan.
“Munas X tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kontribusi LDII dalam membangun bangsa yang harmonis, maju, dan berdaya saing,” tutupnya.(ws)








