Pemko Payakumbuh Gelar Pelatihan Adat, Perkuat Karakter Generasi Muda Hadapi Era Digital

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Adat Tingkat Kota Payakumbuh bertajuk “Rang Mudo Mengawal Peradaban” yang diikuti rang mudo dan puti bungsu dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh itu dibuka oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nofriwandi, di Aula Gedung Serbaguna Sawah Padang Aua Kuniang, Selasa (7/7/2026).

Pelatihan tersebut menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai adat Minangkabau agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Nofriwandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian adat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai luhur Minangkabau terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi penerus,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan landasan utama kehidupan masyarakat Minangkabau yang tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga pedoman dalam membentuk karakter, etika, dan kepribadian generasi muda.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga kesenian maupun tradisi seremonial, tetapi juga memastikan nilai-nilai adat tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Program Subuh Berjamaah Wako Payakumbuh, Solusi Dekatkan Pemerintah dengan Rakyat

Nofriwandi menjelaskan masyarakat Minangkabau memiliki pedoman etika melalui konsep Kato Nan Ampek, yang mengajarkan tata krama berkomunikasi sesuai dengan posisi dan usia lawan bicara.

“Kita harus memahami kapan menggunakan Kato Mandaki kepada yang lebih tua, Kato Manurun kepada yang lebih muda, Kato Mandata kepada sesama, dan Kato Malereng kepada tokoh yang dihormati. Jika etika komunikasi ini runtuh, maka salah satu jembatan persatuan masyarakat juga akan ikut runtuh,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai Sumbang Duo Baleh sebagai pedoman etika dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara duduk, berdiri, berjalan hingga bertutur kata. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi benteng moral yang mampu membentuk generasi muda berkarakter di tengah perubahan zaman.

Di sisi lain, Nofriwandi menegaskan bahwa menjaga adat bukan berarti menolak kemajuan. Sebaliknya, masyarakat Minangkabau telah lama diajarkan untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan tanpa kehilangan identitas budayanya.

“Orang tua-tua kita telah mengingatkan melalui pepatah Sakali aia gadang, sakali tapian barubah. Hari ini, perubahan itu hadir dalam bentuk digitalisasi, kecerdasan buatan, dan globalisasi. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital dan ekonomi kreatif harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan adat, seni, dan budaya Minangkabau kepada masyarakat yang lebih luas, terutama generasi muda.

Menurutnya, pelestarian adat hanya dapat berhasil apabila pemerintah, lembaga adat, bundo kanduang, tokoh masyarakat, dan generasi muda berjalan bersama.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Uji Jaringan BTS Telkomsel di Sitinjau Lauik, Blank Spot Kini Teratasi

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, lembaga adat tidak bisa bergerak sendiri, dan generasi muda tidak boleh menjadi penonton di tanahnya sendiri. Kita harus memegang teguh prinsip Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Melalui semangat kebersamaan itulah kita dapat mengangkat kembali marwah adat Minangkabau,” tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi generasi yang tidak hanya cakap menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki etika, sopan santun, serta kebanggaan terhadap identitas budaya daerahnya.

Pelatihan adat tersebut berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli 2026. Para peserta memperoleh materi dari unsur Pemerintah Kota Payakumbuh, niniak mamak, budayawan Kota Payakumbuh, serta budayawan Provinsi Sumatera Barat mengenai falsafah adat Minangkabau, kepemimpinan, etika bermasyarakat, pelestarian budaya, hingga peran generasi muda dalam mengawal peradaban di era digital.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang dari 10 nagari, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap lahir generasi muda yang mampu menjaga nilai-nilai adat Minangkabau sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Penguatan adat diharapkan semakin memperkokoh karakter masyarakat, menjaga keharmonisan sosial, serta mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah.(ws)

Berita Terkait

Warga Payakumbuh Barat Keluhkan Air PDAM Tidak Jernih dan Berwarna Hijau Lumut
Fraksi NasDem Soroti Kemandirian Fiskal dan Lonjakan Belanja Modal dalam Perubahan APBD Payakumbuh 2026
Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026
Festival Archery Merdeka 2026 Dukung Pembinaan Atlet dan Sport Tourism Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Perkuat PAUD sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun
Jumat Berkah Berbagi, 55 Anak Yatim di Koto Panjang Dalam Makan Bersama Warga
Pemko Payakumbuh Tertibkan Bangunan Melanggar Ketentuan di Batang Agam dan Jalan Imam Bonjol
Pemko Payakumbuh Dorong Ketahanan Pangan melalui Lomba Pengolahan Pangan Lokal B2SA 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Warga Payakumbuh Barat Keluhkan Air PDAM Tidak Jernih dan Berwarna Hijau Lumut

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Fraksi NasDem Soroti Kemandirian Fiskal dan Lonjakan Belanja Modal dalam Perubahan APBD Payakumbuh 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Festival Archery Merdeka 2026 Dukung Pembinaan Atlet dan Sport Tourism Payakumbuh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Jumat Berkah Berbagi, 55 Anak Yatim di Koto Panjang Dalam Makan Bersama Warga

Berita Terbaru

Payakumbuh

Payakumbuh Kembali Jadi Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:20 WIB