Payakumbuh,liputansumbar.com
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menanggapi serius kondisi semrawutnya kabel udara yang kini menjadi sorotan publik. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik pemasangan kabel tanpa izin oleh sejumlah provider internet dan TV kabel.
“Kondisi kabel udara di Payakumbuh memang sudah sangat mengkhawatirkan. Ini bukan hanya persoalan estetika kota, tetapi juga menyangkut keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Zulmaeta, Sabtu (29/11/2025).

Pemko Payakumbuh saat ini tengah menyiapkan langkah cepat berupa pendataan ulang seluruh provider, termasuk pengecekan legalitas izin gelar kabel, izin pemanfaatan tiang, hingga izin operasional lainnya. Zulmaeta menegaskan bahwa penyedia layanan yang terbukti beroperasi di luar aturan tidak akan diberi toleransi.
“Kami akan menertibkan seluruh jaringan yang dipasang tanpa izin. Jika ada provider yang masih bermain di ranah abu-abu, kami siap menghentikan operasionalnya. Kota ini harus tertib, dan semua pihak wajib mematuhi aturan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan tiang listrik tidak bisa dilakukan sembarangan, karena seluruh kewenangan berada di tangan PT ICON+, bukan PLN Payakumbuh. Karena itu, Pemko bersama PLN dan ICON+ akan segera duduk bersama untuk menyusun koordinasi teknis serta regulasi pengawasan yang lebih kuat.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemko Payakumbuh tengah mempertimbangkan pembangunan sistem ducting bawah tanah untuk mengatasi penumpukan kabel udara yang tidak terkendali. Sistem ini dinilai menjadi salah satu solusi permanen agar kota kembali rapi dan aman.

“Kami ingin Payakumbuh menjadi kota yang rapi, aman, dan nyaman. Perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan tata ruang kota yang tertib. Saya minta semua provider untuk bekerja sama dan menghentikan segala bentuk praktik ilegal,” kata Zulmaeta.
Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk melaporkan setiap temuan kabel menggantung rendah, rusak, atau pemasangan mencurigakan kepada pemerintah kota.
“Kota ini milik kita bersama. Mari kita jaga bersama-sama agar Payakumbuh tetap menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan berwawasan masa depan,” tutupnya.(ws)








