Pasaman Barat,liputansumbar.com
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melalui Dinas Ketenagakerjaan resmi memberangkatkan 44 peserta Pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Gada Pratama Tahun 2026 ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Raja Perkasa Sakti di Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (13/6/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 27 Juni 2026 itu merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
Pelepasan peserta dilakukan oleh Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mewakili Bupati Pasaman Barat, di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Zulfi Agus, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muharram, Kepala Pusat Pelatihan PT Raja Perkasa Sakti Tarmizi, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Sekda Doddy San Ismail menyampaikan apresiasi kepada Dinas Ketenagakerjaan yang telah mempersiapkan program pelatihan hingga dapat terlaksana dengan baik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja daerah.
Menurut Doddy, pelatihan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, yakni Rommy Candra, Ronal Dodya Restu, dan Denika Saputra, yang telah diakomodasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 pada Dinas Ketenagakerjaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Pasaman Barat,” ujar Doddy.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik daerah selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, sikap disiplin, tanggung jawab, dan integritas menjadi modal utama untuk menjadi tenaga keamanan yang profesional.
“Ikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh. Setelah lulus, jadilah satpam yang profesional, berdedikasi, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun daerah,” pesannya.
Selain itu, Doddy meminta pihak penyelenggara memberikan pembinaan terbaik selama proses pendidikan dan membantu membuka akses kerja bagi peserta setelah dinyatakan lulus.
“Kami berharap peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan dapat memperoleh peluang kerja sebagai tenaga keamanan di Provinsi Riau maupun daerah lainnya di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Pasaman Barat, Bakarudin, menjelaskan bahwa program pelatihan tersebut sepenuhnya dibiayai melalui anggaran pokok-pokok pikiran DPRD yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Ketenagakerjaan Tahun 2026.
Menurutnya, seluruh peserta akan mendapatkan fasilitas pelatihan secara lengkap, termasuk seragam satpam dan perlengkapan pendukung lainnya. Selama mengikuti pendidikan dan pelatihan, seluruh kebutuhan peserta ditanggung oleh pihak pusat pelatihan.
“Pembagian seragam akan dilakukan pada hari kedua pelatihan oleh pihak Pusdiklat Satpam di Pekanbaru. Seluruh sarana dan prasarana selama kegiatan telah disiapkan oleh penyelenggara,” jelas Bakarudin.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepala Pusat Pelatihan PT Raja Perkasa Sakti terkait peluang penempatan kerja bagi peserta yang berminat bekerja di Pekanbaru maupun wilayah lain di Provinsi Riau.
Menurut Bakarudin, peserta yang lulus nantinya berkesempatan difasilitasi untuk mendaftar sebagai anggota satuan pengamanan pada berbagai perusahaan maupun lembaga yang membutuhkan tenaga keamanan.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Setelah pelatihan selesai, peserta memiliki peluang untuk langsung mengakses dunia kerja melalui jaringan yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti pelatihan hingga selesai dan tidak diperkenankan meninggalkan lokasi sebelum program berakhir.
“Tunjukkan kemampuan terbaik selama pendidikan dan pelatihan. Jangan sampai kesempatan yang sudah difasilitasi pemerintah ini terbuang sia-sia, apalagi ketika peluang kerja sudah terbuka di depan mata,” tegasnya.
Sebagai informasi, para peserta dijadwalkan kembali ke Kabupaten Pasaman Barat pada 27 Juni 2026 setelah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, pendidikan, dan evaluasi kompetensi. Program ini diharapkan mampu melahirkan tenaga keamanan yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja, sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Pasaman Barat.(RP)








