Transformasi Posyandu Dimulai, Payakumbuh Perkuat Sinergi Lintas Sektor demi Pelayanan Kesehatan Berkualitas

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,liputansumbar.com

Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Kesehatan bersama Tim Pembina Posyandu terus memperkuat transformasi layanan kesehatan primer melalui rangkaian kegiatan Posyandu yang dilaksanakan secara bertahap sepanjang Juli 2026. Kegiatan tersebut meliputi advokasi, koordinasi, bimbingan teknis, penilaian lomba Posyandu bidang kesehatan, hingga temu kader Posyandu berprestasi sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader serta kualitas pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat sekaligus mendukung transformasi layanan primer menuju Indonesia Emas 2045.

Puncak rangkaian kegiatan digelar di Aula Josrizal Zain, Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Kamis (23/7/2026). Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, Kepala DP3AP2KB, para camat, kepala puskesmas, lurah, Ketua TP Posyandu kecamatan dan kelurahan, serta kader Posyandu berprestasi dari seluruh Kota Payakumbuh.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh telah melaksanakan Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis bagi Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan selama dua hari, pada 20–21 Juli 2026. Kegiatan dibagi berdasarkan wilayah, dengan hari pertama diikuti peserta dari Kecamatan Payakumbuh Barat dan Payakumbuh Selatan, sedangkan hari kedua diikuti peserta dari Kecamatan Payakumbuh Timur, Payakumbuh Utara, dan Lamposi Tigo Nagori.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala DP3AP2KB mengenai kebijakan transformasi Posyandu, diskusi interaktif, penyusunan rencana kerja Tim Pembina Posyandu, hingga penyelarasan program dengan Rencana Kerja TP Posyandu Bidang Kesehatan Kota Payakumbuh.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Payakumbuh, Nofriwandi, mengatakan transformasi Posyandu saat ini mencakup tiga aspek utama, yakni transformasi pelayanan, transformasi kelembagaan, dan transformasi pembinaan.

Menurutnya, transformasi pelayanan memperluas cakupan Posyandu yang sebelumnya hanya berfokus pada layanan kesehatan dasar menjadi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Baca Juga :  Kelurahan Sapaku Payakumbuh Juara I Lomba Kelurahan Sumbar 2026, Siap Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional

“Transformasi kelembagaan menjadikan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa atau kelurahan yang wajib memiliki Surat Keputusan Kepala Kelurahan serta berperan dalam perencanaan pembangunan sebagai mitra pemerintah di tingkat kelurahan,” ujar Nofriwandi.

Ia menambahkan, pembinaan Posyandu kini dilakukan oleh Tim Pembina Posyandu secara berjenjang mulai dari tingkat pusat hingga kelurahan, menggantikan peran Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu.

“Transformasi tersebut perlu diikuti percepatan penataan kelembagaan, penguatan sinergi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas Posyandu dan Tim Pembina Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

“Keberhasilan Posyandu tidak mungkin dicapai tanpa dedikasi para kader yang telah mengabdikan tenaga, waktu, dan pikirannya dengan penuh keikhlasan untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Eni menegaskan bahwa keikutsertaan Posyandu dan kader dalam lomba bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan.

“Kami percaya setiap masukan dari tim penilai akan menjadi bekal berharga dalam mewujudkan Posyandu yang semakin maju, mandiri, aktif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan melalui berbagai kegiatan promotif, preventif, serta pemantauan kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, para peserta juga menyusun rencana program kerja Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan sebagai langkah memperkuat kelembagaan, meningkatkan sinergi lintas sektor, serta mengembangkan kompetensi kader secara berkelanjutan sehingga semakin banyak kader menguasai 25 keterampilan dasar Posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, menjelaskan bahwa transformasi kesehatan yang dijalankan Kementerian Kesehatan bertumpu pada enam pilar, salah satunya transformasi layanan primer.

Baca Juga :  SAKU TABA Jadi Motor Penggerak Ekonomi Berbasis Budaya di Payakumbuh

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, pelayanan kesehatan primer dilaksanakan melalui puskesmas, Pustu, dan Posyandu yang didukung tenaga kesehatan serta kader.

“Pada era transformasi layanan primer, Posyandu memberikan pelayanan kepada seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak prasekolah, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Pelayanan tersebut juga diperkuat melalui kunjungan rumah oleh kader dengan pendampingan tenaga kesehatan,” jelas dr. Yanti.

Ia menambahkan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 juga mengamanatkan setiap unit pelayanan kesehatan di desa atau kelurahan didukung sedikitnya dua tenaga kesehatan dan dua kader.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, hingga tahun 2024 terdapat 171 Posyandu aktif yang seluruhnya telah menerapkan Posyandu Siklus Hidup, sebagai bentuk implementasi transformasi layanan primer.

Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada berbagai regulasi nasional, di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 tentang Puskesmas, Permenkes Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan, Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa, serta Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/2015/2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.

Melalui peningkatan kapasitas kader, penguatan kelembagaan Posyandu, serta integrasi enam bidang pelayanan dasar, Pemerintah Kota Payakumbuh optimistis Posyandu akan semakin mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang dekat, merata, dan berkualitas. Sejalan dengan visi pembangunan Wali Kota Zulmaeta, Posyandu diharapkan menjadi simpul pelayanan masyarakat yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, memperkuat sumber daya manusia, serta mewujudkan Kota Payakumbuh yang sehat, mandiri, dan sejahtera.(ws)

Berita Terkait

Tak Sekadar Tanam Pisang, Payakumbuh Siapkan Ekosistem Agribisnis untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Usai AST Disidang, Polisi Ringkus Dua Tersangka Baru Kasus Tanah Adat Kapeh Panji
Pemko Payakumbuh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp116,97 Miliar, Perkuat Mitigasi Bencana dan Infrastruktur
Pemko Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Penataan Ruang, Dorong Investasi dan Permudah Perizinan Digital
Kelurahan Sapaku Payakumbuh Juara I Lomba Kelurahan Sumbar 2026, Siap Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
Pemko Payakumbuh Perkuat Pelestarian Tradisi Manaiak An Siriah Lewat Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari 2026
Inspektorat Payakumbuh Monitoring Retribusi Pasar, Zulmaeta Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pungli
Pemko Payakumbuh Matangkan Angkutan Umum Listrik, Pelajar Jadi Prioritas Layanan
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:22 WIB

Tak Sekadar Tanam Pisang, Payakumbuh Siapkan Ekosistem Agribisnis untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:50 WIB

Transformasi Posyandu Dimulai, Payakumbuh Perkuat Sinergi Lintas Sektor demi Pelayanan Kesehatan Berkualitas

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:20 WIB

Usai AST Disidang, Polisi Ringkus Dua Tersangka Baru Kasus Tanah Adat Kapeh Panji

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:28 WIB

Pemko Payakumbuh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp116,97 Miliar, Perkuat Mitigasi Bencana dan Infrastruktur

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:16 WIB

Pemko Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Penataan Ruang, Dorong Investasi dan Permudah Perizinan Digital

Berita Terbaru