Agam,liputansumbar.com
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, memimpin Upacara Peringatan ke-118 Perang Manggopoh dan Perang Kamang yang digelar di halaman Kantor Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Senin (15/6). Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi mempertahankan martabat dan hak-hak masyarakat dari penjajahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, SE., M.Com, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam amanatnya, Vasco Ruseimy menegaskan bahwa peringatan Perang Kamang dan Perang Manggopoh tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, peristiwa bersejarah tersebut merupakan momentum penting untuk mengenang, menghormati, sekaligus mengambil hikmah dari perjuangan para pendahulu yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi memperjuangkan keadilan.
“Peringatan ini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus terus kita hidupkan sebagai inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan saat ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, Perang Kamang dan Perang Manggopoh telah mewariskan nilai-nilai luhur berupa keberanian, pengorbanan, persatuan, serta semangat memperjuangkan kepentingan bersama. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
“Keberanian, pengorbanan, persatuan, dan semangat memperjuangkan kepentingan bersama merupakan warisan yang sangat berharga bagi generasi penerus,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Vasco juga menyoroti sosok pejuang perempuan legendaris asal Ranah Minang, Siti Manggopoh, yang menjadi simbol keberanian perempuan Minangkabau dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.
Menurutnya, perjuangan Siti Manggopoh membuktikan bahwa semangat juang tidak mengenal batas usia maupun gender.
“Peristiwa Perang Manggopoh melahirkan tokoh perempuan yang menjadi kebanggaan Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam. Siti Manggopoh membuktikan bahwa semangat perjuangan tidak mengenal usia maupun gender,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Vasco mengajak seluruh masyarakat menjadikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai tantangan bangsa saat ini tidak lagi berupa penjajahan fisik, melainkan perjuangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat perekonomian masyarakat, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Semangat para pahlawan harus kita wujudkan dalam kerja nyata untuk membangun Sumatera Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tuturnya.
Peringatan ke-118 Perang Manggopoh dan Perang Kamang diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga menjadi penguat semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air, khususnya bagi generasi muda agar terus menjaga persatuan serta melanjutkan cita-cita para pahlawan melalui kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.(ws)








