Payakumbuh,liputansumbar.com
Berakhirnya masa jabatan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh periode 2022–2026 memicu dinamika baru dalam dunia olahraga daerah. Bursa calon ketua untuk masa bakti 2026–2030 mulai menghangat, dengan setidaknya empat nama dari latar belakang berbeda yang siap bersaing memperebutkan posisi strategis tersebut.
Empat kandidat yang mulai mencuat ke publik yakni Fitrianto yang dikenal sebagai politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Harmen Faindal dari Partai Demokrat, Jeffry Ricardo Magno yang berprofesi sebagai wartawan, serta Heru yang berlatar belakang pengusaha.
Munculnya figur-figur ini memunculkan harapan sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai, kepemimpinan KONI ke depan tidak cukup hanya mengandalkan popularitas atau latar belakang profesi, namun harus mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kemajuan olahraga di Kota Payakumbuh.
Sejumlah kalangan menyoroti masih minimnya fasilitas dan infrastruktur olahraga yang memadai. Padahal, Payakumbuh selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga.
“Payakumbuh ini gudangnya atlet berbakat, tapi sangat disayangkan fasilitasnya belum mendukung. Contohnya cabang tinju, sampai hari ini kita belum punya ring dan tempat latihan yang layak. Ini tentu sangat miris,” ungkap salah seorang pemerhati olahraga.
Kondisi serupa juga dialami oleh atlet dari cabang lain seperti atletik. Para pelari masih harus berlatih dengan keterbatasan sarana, mengandalkan kondisi alam dan semangat pribadi tanpa dukungan fasilitas standar.
Situasi ini memunculkan kritik terhadap pola pembinaan yang dinilai belum maksimal. Prestasi yang diraih atlet selama ini disebut lebih banyak ditopang oleh kerja keras dan kemauan individu, bukan hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Masyarakat pun berharap, kepengurusan KONI yang baru nantinya mampu menjawab berbagai persoalan mendasar tersebut. Tidak hanya sekadar menjalankan program formalitas atau menghabiskan anggaran, tetapi benar-benar menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi olahraga.
“Harapan kita ke depan, KONI jangan hanya bekerja secara administratif. Harus ada langkah konkret, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan fasilitas, hingga dukungan penuh terhadap cabang olahraga unggulan,” tambahnya.
Dengan semakin dekatnya proses pemilihan Ketua KONI Kota Payakumbuh, publik kini menanti siapa sosok yang benar-benar mampu membawa perubahan dan menjawab tantangan besar dunia olahraga di daerah tersebut.(ws)








